Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » Sudah Nikah Siri, Selingkuhan Istri Dibanuh di Hotel

Sudah Nikah Siri, Selingkuhan Istri Dibanuh di Hotel

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 11 Juli 2015 | 8:13:00 AM

"Kakak saya menikahi secara siri wanita itu, karena suaminya sudah melakukan talak tiga,” ujar Solihin yang kesehariannya tinggal di Jalan Mertanadi Denpasar. Solihin menyebutkan, pernikahan siri kakaknya dengan Made Yuliana berlangsung di Banyuwangi, sekitar 3 tahun lalu. Namun belakangan, pelaku Joko Har kembali meneror mantan istrinya. Pertemuan antara Solehan dan Made Yuliana, lanjut Solihin, juga berawal ketika kakaknya bekerja sebagai sopir Bus Dahlia, sementara istri pelaku bertugas sebagai tiketing bus tersebut. Sebaliknya, pelaku Joko Har sendiri bekerja ssebagai tukang cari penumpang di Terminal Ubung. "Mungkin pelaku) sakit hati melihat mantan istrinya sudah bahagia bersama kakak saya,” keluh Solihin. Gbr Ist
DENPASAR - Insiden berdarah terjadi di Hotel Diana, Jalan Pidandan VIII Denpasar Barat, Kamis (9/7) malam. Seorang sopir Bus Dahlia, Solehan, 40, tewas dibantai karena kepergok selingkuh dengan istri pelaku di Kamar 105 Hotel Diana. Pelakunya, Joko Har, 42, langsung kabur sambil mengacungkan pisau yang masih berlumuran darah.

Pelaku yang diduga menghabisi nyawa korban Solehan dalam insiden berdarah di Kamar 105 Hotel Diana, Kamis tengah malam pukul 24.00 Wita, adalah Joko Har, 42, asal Jalan Amad Yani Utara Denpasar. Pelaku merupakan suami dari Ni Made Yuliana, 38, perempuan yang yang jadi selingkuhan korban bahkan dikabarkan telah nikah siri. Sebelum pembantaian terjadi, malam itu korban Solehan dan Made Yuliana kepergok sedang berindehoi di kamar hotel. Hingga Jumat (10/7), pelaku Joko Har masih buron dan dalam pengejaran petugas kepolisian. Sedangkan istrinya, Made Yuliana, dimintai keterangan oleh petugas di Mapolsek Denpasar Barat. Sebaliknya, jasad korban Solehan masih dititip di Instalasi Jenazah RS Sanglah, Denpasar. Informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku Joko Har mendatangi loksi TKP Hotel Diana, Kamis malam sekitar pukul 23.45 Wita, untuk mencari istrinya, Made Yuliana. Malam itu, pelaku datang bersama seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun, yang diduga anaknya. Saat mondar-mandir di areal parkir hotel, pelaku Joko Har melihat motor istrinya di sana.

Begitu melihat motor istrinya di areal parkir, pelaku Joko Har pun langsung mendatangi petugas hotel untuk melihat buku reseptionis terkait kamar yang digunakan oleh pengendara motor tersebut. Pihak hotel menyebut nama pemilik motor yang sewa kamar nomor 105. "Usai mengecek di resepsionis, pelaku kembali mondar-mandir mencari kamar dimaksud," ujar sumber kepolisian di lapangan, Jumat kemarin. Dalam buku resepsionis itu, tertera jelas nama istri pelaku, Made Yuliana. Pelaku Joko Har yang telah dikaruniai dua anak dari pernikahannya dengan Made Yuliana pun langsung menelepon istrinya. Namun, ponselnya tidak diangkat, sehingga pelaku marah. Kemudian, pelaku Joko Har yang kesehariannya bekerja sebagai penjual tiket di Terminal Ubung, Denpasar Utara langsung mendatangi Kamar 105 Hotel Diana. Awalnya, pelaku sempat mengetuk pintu kamar hotel. Karena tidak mendapat merespons dari dalam kamar, pelaku kemudian memaksa masuk melalui ventilasi di atas pintu. Pelaku Joko Har naik darah melihat istrinya berada di dalam kamar hotel bersama korban, Solehan, yang kesehariannya sopir Bus Dahlia rute Denpasar-Surabaya. Terjadilah cekcok antara pelaku vs korban Solehan, hingga saling dorong ke kamar mandi. “Saat keributan terjadi, istri pelaku (Made Yuliana) berlari keluar kamar dan minta tolong ke petugas hotel. Sedangkan suaminya (pelaku Joko Har) dan korban masih terlibat keributan di dalam kamar,” ungap sumber tersebut. Nah, saat istrinya lari minta bantuan petugas hotel itulah, pelaku Joko Har menghabisi nyawa Solehan. Saat petugas hotel datang, pelaku keluar dari kamar hotel sambil membawa sebilah pisau yang sudah berlumuran darah. Takut diamuk dan dibunuh, petugas selanjutnya menghubungi polisi.

"Usai membunuh korban, pelaku masih sempat berkeliaran di sekitar hotel. Tak ada orang yang berani menangkapnya, karena pelaku membawa pisau berlumuran darah. Makanya, pelaku dibiarkan kabur," jelasnya. "Ketika petugas hotel masuk ke kamar 105, korban (Solehan) ditemukan sudah tewas bersimbah darah. Korban tergeletak di lantai dengan hanya mengenakan celana dalam.” Petugas kepolisian dari Polsek Denpasar yang terjun ke lokasi TKP, Jumat dinihari, langsung memeriksa kondisi korban. Petugas menemukan korban tewas mengenaskan dengan sedikitnya empat luka tusuk dan bacokan di pinggang kiri, bawah ketiak kiri, dada kiri, dan lengan kiri. "Saat anggota kami tiba di lokasi TKP sekitar pukul 00.30 Wita, korban sudah tak bernyawa. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Sanglah,” ungkap Kapolsek Denpasar Barat, AKP Wisnu Wardana, di lokasi TKP Hotel Diana, Jumat siang. Kapolsek Wisnu Wardana menduga kuat aksi pembunuhan terhadap sopir Bus Dahlia ini dilatari motif sakit hati dan cemburu. "Ya, motifnya sakit hati karena istrinya diselingkuhi," tandas Kapolsek Wisnu Wardana. Saat ini, polisi masih memburu pelaku Joko Har yang buron. Menurut Kapolresta Denpasar, Kombes AA Made Sudana, pihaknya sudah berkoordinasi dengan petugas di Pelabuhan Gilimanuk (Jembrana) dan Pelabuhan Padangbai (Karangasem) untuk mencegat kemungkinan pelaku kabur ke luar Bali melalui arah barat maupun timur. "Karena pelakunya hingga kini masih berkeliaran, kita sudah koordinasi dengan berbagai pihak. Ini untuk mempersempit ruang gerak pelaku," jelas Kapolresta Agung Sudana, yang Jumat kemarin sempat terjun langsung ke lokasi TKP pembunuhan di Hotel Diana. Bukan hanya itu, pihak kepolisian juga sudah mengambil CCTV di Hotel Diana untuk mengidentifikasi pelaku dan melihat rekaman detik-detik pembantaian malam itu. "CCTV hotel sudah kita amankan untuk diperiksa. Semoga pelakunya cepat ditemukan," harap Kapolresta Agung Sudana.

Di sisi lain, pemilik Hotel Diana, I Made Darmaja, 56, mengaku mengetahui peristiwa pembantaian di hotelnya sesaat setelah pelaku Joko Har kabur. Hal itu diketahui lantaran karyawan hotelnya menelepon, dinihari kemarin. Dia pun langsung meluncur ke hotelnya. Saat di tiba di lokasi, Made Darmaja melihat polisi sudah berada di kamar hotel dan melakukan olah TKP. "Kami menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk menangani kasus pembunuhan di hotel ini,” tutur Made Darmaja, Jumat kemarin. Yang jelas, selaku pemilik hotel, Darmaja mengaku segera akan menggelar upacara ritual Pecaruan Eka Sata, untuk membersihkan tempat usahanya secara niskala, pasca kasus pembunuhan ini. “Ya, kami segara harus menggelar upacara pecaruan, apalagi ini menjelang Hari Raya Galungan,” katanya. Sementara itu, korban Soleha diketahui merupakan sopir Bus Dahlia asal Jalan Letjen S Parman, RT/RW.003/001, Kelurahan Sobo, Kecamatan Kota Banyuwangi, Jawa Timur. Biasanya, dia menginap semalaman di hotel setelah bus yang diemudikannya tiba di Terminal Ubung. Keesokan harinya, Solehan balik lagi ke Surabaya. Antara korban Solehan dan Made Yuliana memang sering bertemu di Terminal Ubung. Maklum, perempuan berusia 36 tahun ini juga bekerja di Terminal Ubung yakni bagian tiketing bus. Sedangkan korban Solehan sering berada di Terminal Ubung selaku sopir Bus Dahlia rute Denpasar-Surabaya. Hal ini juga diakui adik korban, Solihin, 37, saat ditemui di Mapolsek Denpasar Barat, Jumat kemarin. Menurut Solihin, kakaknya yang tewas dibunuh di hotel sudah menikah sebanyak 4 kali. Dari pernikahannya itu, 2 kali di antaranya menikah secara sah, sementara 2 kali nikah siri. Termasuk di antaranya nikah siri dengan istri pelaku, Made Yuliana.

"Kakak saya menikahi secara siri wanita itu, karena suaminya sudah melakukan talak tiga,” ujar Solihin yang kesehariannya tinggal di Jalan Mertanadi Denpasar. Solihin menyebutkan, pernikahan siri kakaknya dengan Made Yuliana berlangsung di Banyuwangi, sekitar 3 tahun lalu. Namun belakangan, pelaku Joko Har kembali meneror mantan istrinya. Pertemuan antara Solehan dan Made Yuliana, lanjut Solihin, juga berawal ketika kakaknya bekerja sebagai sopir Bus Dahlia, sementara istri pelaku bertugas sebagai tiketing bus tersebut. Sebaliknya, pelaku Joko Har sendiri bekerja ssebagai tukang cari penumpang di Terminal Ubung. "Mungkin pelaku) sakit hati melihat mantan istrinya sudah bahagia bersama kakak saya,” keluh Solihin.












sumber : nusabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen