Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » Tragedi Engeline!! Akan Dilaporkan oleh Hotma Sitompoel, P2TP2A: Silakan Laporkan

Tragedi Engeline!! Akan Dilaporkan oleh Hotma Sitompoel, P2TP2A: Silakan Laporkan

Written By Dre@ming Post on Kamis, 18 Juni 2015 | 10:23:00 AM

Hotma Sitompul saat akan memasuki ruangan reserse kriminal umum mengunjungi Margreit di Mapolda Bali, Denpasar. Rabu (17/6/2015). Hotma menggantikan M ali. Sadikin sebagai Pengacara Margreit.
Siapa Sebenarnya Margriet? Ini Penuturan Kakak Kandungnya

BALIKPAPAN - Angeline, bocah 8 tahun yang ditemukan tewas terkubur di pekarangan rumahnya di Denpasar, Bali, ternyata pernah berkunjung ke Balikpapan bersama ibu angkatnya, Margriet CH Megawe.

Hal ini disampaikan kakak kandung Margriet, Hans Megawe, saat menerima di kediamannya, Bonto Bolaeng 35 Jl DI Panjaitan RT 49, Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah.

"Sekitar dua tahun lalu dia datang berkunjung ke rumah saya bersama Angeline," ujar Hans, kakak kandung Margriet.

Hans bercerita adiknya masih seperti dulu.

Sosok Margriet yang peduli dan menyayangi anak kecil, dan juga penyayang binatang.

"Meski bukan anak kandung, tapi Telly sangat menyayangi Angeline. Begitu juga dengan kami," kata Hans.

Saat di Balikpapan, anak bungsu Hans, Lesley, pernah mengajak Angeline jalan-jalan ke Mal Fantasy Balikpapan Baru.

"Waktu itu saya ajak Angeline makan ayam goreng di KFC. Anak itu cantik sekali, kami semua sayang dengan dia," ujar Lesley.

Bahkan kakak Lesley, Cathy Megawe, ikut menyuapi Angeline saat makan dan pernah memandikannya. Karena itulah saat mendengar kabar kematian Angeline, seluruh keluarga di Balikpapan berkumpul di rumah untuk berdoa bersama.

"Kita juga telpon tante Telly untuk kuat menghadapi cobaan ini," ujarnya.

Hans menceritakan adik perempuannya itu lahir di Sanga Sanga, Kabupaten Kukar.

Ayahnya dulu bekerja di Pertamina dan memiliki 8 orang anak.

Margriet adalah anak keempat, dan Hans adalah anak ketiga.

Sewaktu muda, Margriet pernah bekerja di salah satu perusahaan swasta di Tarakan.

Karena kemampuannya yang fasih berbahasa Filipina, Margriet pernah bekerja di Kantor Konsulat Filipina sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

"Saat bekerja inilah dia bertemu dengan suaminya yang pertama, bule yang berprofesi pilot," ujar Hans.

Namun sayang, Hans tidak ingat nama suami Margriet itu.

Namun dari kerabat lain disebutkan namanya adalah Wenlis.

Dari pernikahannya pada tahun 1976, Margriet memiliki anak perempuan bernama Yvone.

Setelah bercerai dengan Wenlis, Margriet menikah lagi dengan bule Amerika yang bekerja di perusahaan minyak pada tahun 1986 bernama Douglas.

Dari pernikahannya ini mereka dikaruniai anak bernama Christina yang berdomisili di Amerika Serikat.

Selama beberapa tahun menikah dengan Douglas, Margriet tinggal di rumahnya di Bonto Bolaeng No 34, Jl DI Panjaitan, Sumber Rejo, Balikpapan Tengah.

"Suaminya sering pulang pergi Balikpapan, Amerika dan Pekanbaru karena bisnisnya di sana," ujar Hans.

Meski tidak lama tinggal di Balikpapan, namun Hans mengenal betul keluarga adiknya.

Terutama Margriet yang sangat menyukai anak kecil dan penyayang binatang.

Pernah suatu ketika, Margriet mendapati seekor kucing yang tidak terurus lewat di depan rumahnya.

Ia lalu meminta Lesley untuk merawat kucing itu.

"Saya masih ingat diminta tante saya untuk membawa kucing itu ke dokter hewan, dokter Suseno. Setelah itu dia pesan ke saya untuk dirawat. Sampai saya diberi uang untuk beli kandang kucing yang bagus," kata Lesley.

Semasa tinggal di Balikpapan, Lesley dan Cathy juga kerap tidur di rumah mereka.

Ia pun masih ingat kenangan bersama pamannya, Douglas.

Biasanya ketika datang ke Balikpapan, Douglas sering membawakan Lesley dan Cathy makanan impor dan mainan remote control.

"Kalau pulang dari Amerika, Om Douglas sering bawakan saya mainan remote control," kata Lesley.

Margriet Jual Rumah dan Tanah, Keluarga Bantah Ia Terlibat

BALIKPAPAN - Keluarga Margriet di Balikpapan membantah tudingan banyak pihak yang menyebutkan Margriet terlibat dalam kematian Angeline.

Keluarga bahkan terkejut kematian Angeline dikaitkan dengan motif menguasai harta warisan suami Margriet, Douglas.

"Harta yang mana? Tante Telly (Margriet) itu sekarang penghasilannya hanya dari beternak ayam. Penghasilannya tidak seberapa. Rumah dan tanah di Balikpapan sudah dijual," ujar Lesley, ponakan Margriet.

Dulu semasa suaminya masih hidup, Margriet pernah beberapa tahun tinggal di Balikpapan.

Rumahnya juga di Bonto Bolaeng, tidak jauh dari rumah Lesley.

Di atas lahan seluas 1.733 m2 itu berdiri rumah besar dua lantai seluas 240 m2.

Dinding rumah itu retak-retak dan ditumbuhi rerumputan.

Rumah itu dua tahu lalu sudah dibeli kakak Lesley, Cathy Megawe.

Itupun dijual lantaran Margriet tidak lagi memiliki biaya.

"Kalau tante saya itu kaya dan banyak warisan yang ditinggalkan, tidak mungkin rumah itu kondisinya tidak terawat," katanya. Selain di Bali, Margriet memiliki rumah di Bekasi.

Saat ini rumah itu ditinggali kakak nomor dua, Yane, beserta istri adik Margriet yang sudah meninggal.

Karena rumahnya besar, hampir setiap tahun saat perayaan Natal, rumah ini sering dijadikan tempat keluarga berkumpul.

"Waktu om Doug masih hidup, kita sering pesta bersama keluarga di rumah ini," ujarnya. Sewaktu mendengar kabar Angeline hilang, keluarga Megawe turut merasakan kehilangan.

Terlebih saat mengetahui Angeline ditemukan tak bernyawa.

"Saya sampai lemas mendengar kabar itu. Kami sekeluarga langsung kumpul di rumah untuk berdoa. Kami juga telpon tante Telly untuk menguatkan hatinya," kata Lesley.

Malam saat Angeline dikabarkan hilang, Lesley mengaku keluarga di Balikpapan pernah ditelpon Margriet yang mengeluhkan pembantunya, Agus.

Setelah seharian berkeliling mencari Angeline, Margriet kesal karena tidak bisa membuka pintu pagar rumahnya.

"Ternyata gemboknya diganti oleh Agus, tante saya marah waktu itu," ujar Lesley.

Sebelumnya Margriet juga sudah mengeluhkan kinerja Agus yang tidak baik dalam mengelola peternakan ayam miliknya.

Ayamnya sering mati, padahal sepeninggal suaminya, Margriet hanya memiliki penghasilan dari beternak ayam.

Nama Angeline Ditulis Angelina di Batu Nisan

BANYUWANGI - Anggeline yag tewas di rumah ibu angkatnya Margriet Christina Megawe di Denpasar Bali selama ini diketahui bernama Angeline sudah dimakamkan di Banyuwangi, Jawa Timur.

Belakangan dalam berita acara pemeriksaan nama resminya diketahui Engeline. Nama itu juga tertera di rapor SDN 12 Sanur, Denpasar, sekolahnya.

Meski begitu ada perbedaan juga dalam penulisan di batu nisan liang lahat Angeline di Dusun Wadung Pal Desa Tulungrejo Kecamatan Glenmore.

Dari pantauan saat pemakaman, Selasa (16/6/2015) malam tertulis nama Angelina binti Rosyidi.

"Ya ditulis begini, Angelina," ujar seorang laki-laki pembawa batu nisan.

Selama ini khalayak mengetahui namanya Angeline. Begitu juga tulisan di spanduk dan karangan bunga dari sejumlah pejabat yang ada di rumah nenek Angeline, Ny Mistiya.

Angeline/Engeline telah dimakamkan di pemakamana umum desa keluarga kandungnya.

Boneka, mainan anak, gitar dan rangkaian bunga ditempatkan di atas liang lahatnya. Begitu juga foto yang bertuliskan 'pray for Angeline & get justice!'.

Ia merupakan korban penelantaran anak dalam keluarga orangtua angkatnya di Denpasar, Bali.

Pada tanggal 16 Mei 2015, ia dilaporkan hilang dan hampir sebulan kemudian ia ditemukan terkubur di pekarangan rumah ibu angkatnya. Ia menjadi korban pembunuhan.

Hotma Minta Sirait Kembalikan Copy Akta ‘Pengangkatan Angeline’

DENPASAR – Setelah sebelumnya mempertanyakan kapasitas Anggota Komisi III DPR RI, Akbar Faizal terkait kasus kematian Angeline dan akan mengambil langkah hukum terhadap Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar, Hotma Sitompoel kini juga menyoroti Arist Merdeka Sirait.

Hotman meminta Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) tersebut untuk mengembalikan copy Akta No 18 tertanggal 24 Mei 2007 yang dibuat oleh Notaris Anneke Wibowo.

"Aris Merdeka Sirait saya minta kembalikan," tegas Hotma di Mapolda Bali, Rabu (17/6/2015).

Hotma meminta Sirait segera mengembalikan copy akta perjanjian pengangkatan anak yang menurutnya telah disebarluaskan tanpa seizin kliennya (Magriet Christina Megawe).

Akan Dilaporkan oleh Hotma Sitompoel, P2TP2A: Silakan Laporkan

DENPASAR - Pendamping hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar, Siti Sapurah menanggapi positif rencana pihak pengacara Margriet yang akan mengambil langkah hukum terhadap P2TP2A.

Siti Sapurah malah mempersilahkan pengacara kawakan Hotma Sitompoel untuk melakukannya.

"Silakan melaporkan saya," tegas perempuan yang biasa disapa Ipung tersebut.

Ipung mengatakan bahwa dirinya tidak akan mempersoalkan rencana pelaporan tersebut.

Kata dia, setiap orang bebas untuk melaporkan atau dilaporkan, asalkan ada dasar hukumnya.

"Saya memberikan pernyataan berdasarkan bukti, jadi silakan kalau (saya) mau dilaporkan," katanya.

Sebelumnya, Hotma Sitompul, yang baru satu hari mendampingi tersangka dugaan penelantaran anak, Margriet Christina Megawe langsung memberikan pernyataan mengejutkan.

Kuasa hukum ibu angkat Angeline tersebut mengatakan akan mengambil langkah hukum terhadap Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar.

Alasannya, karena P2TP2A memberikan keterangan-keterangan yang tidak berdasarkan bukti dan fakta.

"Kami akan tuntut orang ini!" tegas Hotma.

Ia juga mempertanyakan rekam jejak P2TP2A sebelum mencuatnya kasus kematian bocah delapan tahun tersebut.

"Begitu ada kasus ini ngoceh kesana kesini," ucap Hotma.

Pengacara kondang ini juga mengingatkan, pihak-pihak yang berbicara tanpa dasar fakta dan berujung fitnah yang menyudutkan kliennya harus bertanggung jawab.

Pertanyakan Pelaporan Hotma Sitompoel, Misyal Ajak Fokus Kasus Angeline

DENPASAR - Menanggapi rencana pihak pengacara Margriet Christin Megawe yang akan mengambil langkah hukum terhadap Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar, pengacara P2TP2A, Misyall Achmad mengatakan bahwa pihaknya mempertanyakan hal apa yang akan dilaporkan oleh Hotma Sitompoel.

"Mau melaporkan kami persilakan, tetapi apa yang mau dilaporkan?" jelasnya, Rabu (17/6/2015) malam.

Namun demikian ia menekankan bahwa semua pihak untuk saling menjaga dan jangan sampai melebar ke mana-mana, fokus kepada kasus yang sedang bergulir.

"Jangan sampai kasus ini kehilangan fokus. Saya yakin pak Hotma profesional. Jadi, seharusnya fokus ke pengungkapan kasus ini," jelasnya.

Sebelumnya, Hotma Sitompul, yang baru satu hari mendampingi tersangka dugaan penelantaran anak, Margriet Christina Megawe langsung memberikan pernyataan mengejutkan.

Kuasa hukum ibu angkat Angeline tersebut mengatakan akan mengambil langkah hukum terhadap Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar.

Alasannya, karena P2TP2A memberikan keterangan-keterangan yang tidak berdasarkan bukti dan fakta.

"Kami akan tuntut orang ini!" tegas Hotma.

Ia juga mempertanyakan rekam jejak P2TP2A sebelum mencuatnya kasus kematian bocah delapan tahun tersebut.

"Begitu ada kasus ini ngoceh kesana kesini," ucap Hotma.

Pengacara kondang ini juga mengingatkan, pihak-pihak yang berbicara tanpa dasar fakta dan berujung fitnah yang menyudutkan kliennya harus bertanggung jawab.







sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

GA Tipe Tertutup, Fase Letusan Freatik, Freatomagmatik, Terakhir Magmatik

Penampakan Gunung Agung dari Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang, Karangasem, Rabu (22/11/2017) sore (grafis) 3 Kali Tremor Menerus Te...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen