Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » Saling Tatap di Kafe, Ini Kronologi Bentrok 2 Kelompok Pemuda

Saling Tatap di Kafe, Ini Kronologi Bentrok 2 Kelompok Pemuda

Written By Dre@ming Post on Rabu, 03 Juni 2015 | 10:00:00 AM

Polisi berupaya mencari keterangan dari dua kelompok pemuda Bangli yang berkelahi. Keduanya ngotot mengatakan diri paling benar (atas). Mobil Avanza milik kelompok Budiana yang hancur dikepruk oleh kelompok Sudana (bawah)
Ini Kronologi Bentrok 2 Kelompok Pemuda Bangli di Gianyar

GIANYAR - Hasil rekonstruksi sederhana yang dilakukan polisi kemarin sore terhadap dua kelompok pemuda asal Kintamani yang terlibat bentrok mulai terang benderang.

Agung Wiranata lalu merinci kronologinya.

"Setelah kami lakukan rekonstruksi sederhana, perlahan kronologinya mulai terungkap," katanya sembari menjelaskan kejadian berawal dari saling tatap di sebuah kafe pada Minggu (31/5/2015) pukul 23.30 Wita.

I Made Sudana, mengajak tiga teman sekampungnya yaitu Gede Yasa (23), Komang Suweta (23) dan Wayan Jumarsa (27).

Sementara Made Budiana mengajak I Nengah Puji Artawan (19) dan I Wayan Sukadana (27) yang juga teman sekampungnya.

Dua kelompok ini lalu minum di kafe yang sama yaitu kafe Pang Pade Payu yang berlokasi di Banjar Sema, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan.

Wayan Jumarsa dan I Nengah Puji Artawan lalu saling tatap.

Ini berarti mereka memberi sinyal bahwa masing-masing tidak saling suka dan siap untuk berkelahi.

Alkohol pun berbicara.

Mereka berdua berdiri lalu saling tantang.

Sekuriti kafe yang bertugas malam kemarin langsung melerainya.

Perkelahian pun urun terjadi.

Senin (1/6/2015) sekira pukul 00.30 Wita, ternyata masalah belum selesai.

Kelompok Budiana ternyata menunggu kelompok Sudana.

Namun, Budiana hanya berdua dengan Puji.

Satu kawannya lagi diturunkan di Pasar Payangan karena mengaku akan menginap di rumah mertuanya.

Di jalan raya Giri Kusuma, tepatnya di Banjar Melinggih, Desa Melinggih Payangan, Budiana dan Puji menunggu orang.

Mereka berdua turun dari mobil Avanza hitam sembari mengambil beberapa batang kayu.

Tak lama berselang, kelompok Sudana akhirnya datang dari arah selatan.

Melihat dua orang sebelumnya, yang sempat terlibat masalah, berdiri di tepi jalan sambil membawa kayu.

Sudana dan tiga temannya lalu turun dari mobil Karimun untuk bertanya mereka menunggu siapa.

Di sanalah kemudian terjadi perkelahian.

Dua lawan empat.

Budiana yang kalah lalu kabur bersama Puji menyelamatkan diri.

Sementara itu, mobil Avanza hitam bernomor polisi DK 862 AB yang mereka tinggalkan menjadi bulan-bulanan.

Kelompok Sudana menghajar mobil tersebut menggunakan kayu yang digunakan Budiana menyerangnya hingga kaca depan, kaca belakang, lampu hancur.

Begitu juga dengan bodinya yang penyok.

"Kedua belah pihak bisa jadi tersangka bisa juga jadi korban. Di sini masuk perkelahian, pengeroyokan dan pengerusakan. Kami masih selidiki dan kembangkan lagi," jelas Wiranata.

Berawal Saling Tatap di Kafe, 2 Kelompok Pemuda Kintamani Bentrok

GIANYAR - Kapolsek Payangan, AKP Anak Agung Wiranata Kusuma, pusing tujuh keliling.

Dua kelompok pemuda yang terlibat bentrok masing-masing mengklaim dirinya benar.

Mereka yang dipertemukan di Mapolsek Payangan untuk dimediasi saling tuduh satu sama lain ihwal siapa yang memulai masalah, Senin (1/6/2015).

"Yo mukul tiang malu baan kayu pak (dia yang memukul saya duluan dengan kayu pak)," aku Made Sudana (28), pemuda asal Desa Manik Liu, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Keterangan Sudana langsung dibantah I Made Budiana (25).

Pria asal Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli itu menuding Sudana lah yang ngotot sampai mendorongnya.

"Nak, nak, nak yo ne kenyat pak. Tiang nak be ngorin ye mulih (Orang dia yang ngotot, Pak, saya sudah menyuruhnya pulang)," bantah Budiana dengan cara bicaranya yang gagap.

Hal yang sama terus terulang.

Begitu juga saat Kapolsek menanyakan siapa pemilik sejumlah kayu yang mereka pakai untuk bertarung.

Keterangan satu sama lain semakin membingungkan.

Sudana mengalami luka pada siku kiri, tangan kanan dan bibirnya.

Ia mengaku mendapatkan luka tersebut saat berduel dengan Budiana.

Menurut keterangannya, Budiana menyerangnya dengan sebilah balok kayu.

Aksi serangan itu membuatnya bereaksi.

Ia yang tidak memegang senjata refleks menangkis dengan siku kiri.

Sudana yang tersulut emosi lalu menyerang balik.

Namun, Budiana menerangkan hal yang berbeda.

Balok kayu yang ia bawa sejatinya bukan untuk berkelahi dengan Sudana, melainkan dengan orang lain.

Namun Sudana turun dari mobil dan mendekatinya.

Budiana mengaku sudah tidak memiliki masalah dengan kelompok Sudana kendati sebelumnya ada teman mereka yang terlibat masalah di sebuah kafe hanya karena saling tatap satu sama lain.

Kayu itu tidak dipakainya untuk memukul.

Melainkan hanya mendorong Sudana dan teman-temannya untuk pulang.

Setelah itu ia mengaku langsung dikeroyok hingga membuat wajahnya mengalami luka lecet yang sejurus kemudian kabur menyelamatkan diri.

"Aduh keweh ne ajak ngorto (aduh sulit sekali berbicara dengan mereka)," keluh Kapolsek.

Keterangan berbeda dari dua orang tersebut membuat polisi kebingungan.

Perlahan Kapolsek dan sejumlah anggota buser memperingatkan.

Jika berbohong atau keterangan palsu, maka mereka semua bisa masuk penjara.

"Saya mengingatkan, kalian harus jujur. Jangan memberikan keterangan palsu karena kalian semua akan kesulitan nanti. Semuanya bisa masuk penjara. Nanti dipenjara bertahun-tahun tahu rasa kalian. Ceritakan bagaimana kejadian dan siapa pemilik kayu balok itu," tegas Agung Wiranata.

Peringatan tersebut membuka jalan.

Kendati tidak mengaku memukul, pengakuan Budiana mulai disangsikan polisi.

Bahkan membuat penyidik tertawa karena ia mengatakan tidak memukul Sudana, melainkan hanya mendorong dengan kayu secara lembut.

Kejadian ini membuat keluarga dan kerabat Budiana berdatangan.

Bahkan ibu dan kakak perempuan Budiana sempat menangis.

Mereka duduk di antara balok kayu yang menjadi barang bukti.

sembari menyatakan sakit hati anaknya diperlakukan seperti demikian tanpa mengetahui bagaimana kejadian yang sebenarnya.







sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen