Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Monumen Engeline Dibangun, Pengakuan Tersangka Pembunuh Dibantah

Monumen Engeline Dibangun, Pengakuan Tersangka Pembunuh Dibantah

Written By Dre@ming Post on Minggu, 21 Juni 2015 | 10:50:00 AM

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait bersama beberapa siswa SD menggelar delarasi Hari Antikekerasan Anak di depan rumah Engeline Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, Sabtu (20/6/2015).
Pengakuan Tersangka Pembunuh Engeline Dibantah

DENPASAR - Tim kuasa hukum ibu angkat Engeline (sebelumnya disebut Angeline), Margriet Megawe membantah semua tuduhan dari tersangka pembunuhan bocah delapan tahun itu, Agus (25).

Dion Tongkor, salah satu kuasa hukum Margriet mengatakan, pengakuan Agus soal imbalan Rp 200 juta untuk mengubur jasad Engeline dan pengakuan bahwa yang membunuh Engeline adalah Margriet adalah bualan semata.

"Tidak benar, ibu Margriet tidak membunuh anak kandungnya sendiri (yang dimaksudkan anak asuhnya, Engeline). Pastilah ada perasaan marah dan segala macam dari ibu Margriet. Makanya saya bilang, ibu (Margriet) bersabar, ini proses, di pengadilan akan terbuka semua," kata Dion di Denpasar, Sabtu (20/6/2015).

"Tidak menjanjikan yang sama sekali. Kan teman-teman (wartawan) yang nulis (berita) dan saya anggap adalah isu karena itu tidak benar. Tidak ada menjanjikan uang, makanya saya anggap isu," kata dia.

Hari ini, Margriet menjalani pemeriksaan yang keempat sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Engeline.

Walaupun kasus di dalam penanganan Polresta Denpasar, tapi pemeriksaan dilakukan di Polda Bali.

Sebab, Margriet ditahan di Polda Bali karena kasus dugaan penelantaran anak dengan korban Engeline.

Dengan kondisi itu, penyidik yang datang dan memeriksa Margriet di Polda Bali.

Selain itu, pilihan pemeriksaan di Polda Bali, juga dengan alasan keefektifan waktu dan keamanan.

Monumen untuk Mengenang Engeline Akan Dibangun

DENPASAR — Agar banyak orang belajar dari kasus Engeline (sebelumnya tertulis Angeline), Komnas Perlindungan Anak akan membangun monumen peringatan stop kekerasan terhadap anak. Monumen itu akan dibangun di Denpasar, Bali.

"Kami akan membuat satu monumen peringatan bagi semua orang agar menghentikan kekerasan terhadap anak," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, di Denpasar, Bali, Sabtu (20/6/2015).

Menurut Arist, Engeline adalah ikon pejuang anti-kekerasan terhadap anak.

Rencana pembangunan monumen bocah 8 tahun yang tewas dibunuh itu pun, kata Arist, sudah mendapat respons baik dari Walikota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali, tinggal mencari tempat yang strategis.

"Kami akan memohon kepada Pak Wali Kota Denpasar dan akan segera dicarikan tempat yang kami sebut ruang terbuka hijau," kata Arist.

Diharapkan, monumen itu bukan hanya untuk mengenang Engeline, tetapi juga bagian dari upaya memutus mata rantai kekerasan terhadap anak.

Hari Sabtu, 20 Juni 2015, pun dijadikan momentum bagi gerakan stop kekerasan terhadap anak.

Forum Anak Daerah Bali yang didukung Komnas Perlindungan Anak dan Wali Kota Denpasar melakukan deklarasi stop kekerasan terhadap anak yang digelar di depan rumah Engeline, Jalan Sedap Malam No 26, Sanur, Denpasar.








sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen