Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Margriet Tersangka, Bunuhan Angeline, Agus Tai Dijanjikan Rp 2 Miliar

Margriet Tersangka, Bunuhan Angeline, Agus Tai Dijanjikan Rp 2 Miliar

Written By Dre@ming Post on Minggu, 14 Juni 2015 | 3:16:00 PM

Angeline, Margriet Ch Megawe, beserta dua kakak angkatnya. (Atas). Agus Tai Rencana Dibayar Rp 2 Miliar pada 25 Juni Ini  (Bawah)
Fakta Mengejutkan Pembunuhan Angeline, Agus Tai Dijanjikan Rp 2 Miliar

DENPASAR - Politikus Partai Nasdem, Akbar Faisal mendatangi Mapolresta Denpasar, Bali, Sabtu (13/6/2015).

Kedatangannya ini adalah untuk melihat perkembangan penyidikan terhadap tersangka kasus pembunuhan Angeline yakni Agus Tai (26).

Saat ditemani di sela-sela kunjungannya tersebut, Akbar Faisal mengungkapkan fakta yang mengejutkan.

Kata dia, dari pertemuannya dengan Agus, ia mendapatkan informasi, dalam kasus pembunuhan tersebut ia disuruh oleh Margriet.

"Dia disuruh Margriet, itu menurut pengakuannya kepada saya," jelas Akbar Faisal.

Kata dia, alasan Agus melakukan tindakan keji tersebut, karena dijanjikan uang sejumlah Rp 2 Miliar oleh Margriet.

"Pengakuannya demikian, artinya ia mengakui bahwa pembunuhan itu disuruh oleh Margriet," katanya.

Sebelumnya, Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri menemukan bercak darah di dalam kamar Margriet Chistina Megawe, ibu angkat Angeline.

Naomi, dari Tim Reaksi Cepat Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak menceritakan hal tersebut.

"Saya kemarin turun ke lapangan langsung, bersama dengan Tim Labfor Mabes Polri. Informasi yang kemarin saya dapatkan seperti itu. Ada bercakan darah dari orang yang sama di kamar si tersangka Agustinus dan di kamar ibu angkat Angeline, Margriet," ujarnya, Jumat (12/6/2015).

Ia mengatakan, darah yang ditemukan adalah dari satu orang yang sama.

"Sisanya lebih berwenang menjelaskan lebih jauh adalah pihak kepolisian. Kami yakin adanya persekongkolan jahat dalam kasus ini," ujarnya.

Adanya bercak darah di kamar Margriet ini juga diakui Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie.

Dia katakan, pihaknya sudah mengetahui soal penemuan bercak darah di kamar ibu angkat Angeline, Margriet.

Saat ini, Polda Bali menyerahkan ke Tim Forensik untuk mengecek apakah darah itu darah manusia atau bukan.

"Kalau ada apa saja yang ditemukan, tentunya akan kami jadikan bahan untuk pemeriksaan dan itu bisa jadi alat bukti," ujar Sompie.

Setelah ada hasil di Labfor, lanjut Sompie, maka datanya akan diserahkan ke Polda Bali untuk ditentukan keterkaitan darah yang ditemukan dengan orang yang telah diamankan dan diperiksa.

"Apabila nanti setelah diperiksa di laboratorium forensik membuktikan bahwa itu adalah darah manusia, siapa manusianya? Untuk menguatkan pembuktian dia sebagai tersangka atau tidak," jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Anak Agung Made Sudana.

Ia mengatakan, bercak darah itu ditemukan di tisu yang ditemukan di kamar Margriet.

Namun, dia belum berani memastikan apakah darah itu merupakan darah Angeline.

"Kami masih mengirimkan bercak darah di tisu itu ke Labfor Mabes Polri. Termasuk DNA korban, ibu dan bapak kandungnya," ujar Sudana.

Selain menemukan bercak darah di dalam kamar Margriet. Polisi juga menemukan bantal milik Margreit di dalam kamar Agus.

Saat ini, kata Sudana, bantal itu sudah dibawa ke Polresta Denpasar untuk dijadikan barang bukti.

"Ya kami jadikan itu sebagai alat bukti. Kami masih menyelidikinya," terangnya.

Lebih jauh ia mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah saksi terkait ditemukan jasad Angeline ini.

Termasuk ibu asuhnya, yakni Margriet Chirstina.

"Kami masih mendalami kasus tersebut, dan saat ini memang belum selesai. Jadi kami belum bisa menyimpulkan apakah dia terlibat atau tidak," katanya.

Sementara itu, pengacara Margriet, Poppy mengatakan berdasarkan pengakuan dari kliennya, darah yang di tisu tersebut merupakan darah kucing.

"Margriet mengatakan, darah tersebut berasal dari luka di kucingnya yang bernama Boni," ujarnya, Sabtu (13/6/2015).

Kata dia, luka di kucing tersebut sudah ada sejak lama.

Karena luka tersebut sering digaruk, darahnya pun tercecer ke sejumlah bagian rumah.

"Mengenai darah di tisu, klien kami kemudian mengelapnya pakai tisu dan sekarang sudah diobati," ujarnya menirukan kliennya.

Ia juga berharap agar publik tidak berspekulasi sebelum keluar hasil tes terhadap darah tersebut.

"Kita tunggu semoga cepat keluar. Agar permasalahan gamblang," katanya

'Iya', Agus Tai Rencana Dibayar Rp 2 Miliar pada 25 Juni Ini

DENPASAR – Agus Tai (26) mengaku tega membunuh bocah 8 tahun, Angeline karena dijanjikan bayaran Rp 2 Miliar oleh ibu angkat Angeline, Margreit.

Hal ini terungkap dalam perbincangannya dengan politisi Partai Nasdem, Akbar Faisal, di Mapolresta Denpasar, Bali, Sabtu (13/6/2015).

Kedatangan Akbar Faisal saat itu untuk melihat perkembangan penyidikan terhadap tersangka kasus pembunuhan Angeline.

Kata Akbar, setelah melakukan aksi keji itu, Agus belum menerima uang pembayaran tersebut dari Margreit.

Rencananya akan dibayarkan pada tanggal 25 Juni 2015 mendatang.

"Itu baru dijanjikan, dia akan dibayar pada tanggal 25 Juni ini," katanya.

Perihal janji pembayaran tersebut juga dibenarkan oleh Agus.

Saat dibawa dari ruang tahanan ke ruang penyidikan, pria asal Sumba, Nusa Tenggara Timur ini mengiyakan semua pertanyaan media mengenai hal tersebut.

"Iya.. iya..," begitu kata Agus menjawab pertanyaan dari sejumlah awak media.

Informasi sebelumnya, mengenai keberadaan lubang yang digunakan untuk mengubur mayat korban, Agus mengungkapkan, lubang tersebut dibuat berdasarkan perintah dari Margriet sekitar seminggu sebelum kejadian berlangsung.

Kata Agus, waktu itu Margriet menyuruhnya membuat lubang di tempat tersebut dengan kedalaman 40 hingga 50 cm. Sedangkan, tanah kerukannya akan dibuat menguruk bagian rumah lain yang berlubang.

"Katanya ada halaman yang berlubang makanya ditambal. Tanahnya diambil dari lubang tempat menaruh jasad tersebut," jelasnya.

Pengacara pendamping Agus Tai, Haposan Sihombing juga sempat menanyai apakah setelah mengubur tubuh Angeline di lubang itu, Agus tak sempat melihat lubang tersebut.

Kata dia, kliennya mengatakan tidak sempat untuk melihatnya.

"Dia tak pernah melihatnya," katanya, Jumat (12/6/2015).

Sementara Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Anak Agung Made Sudana mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah saksi terkait ditemukannya jasad Angeline.

Termasuk ibu asuhnya yakni Margriet Ch Megawe.

"Kita masih mendalami kasus tersebut dan saat ini memang belum selesai. Jadi kita belum bisa menyimpulkan apakah dia terlibat atau tidak," katanya, Jumat (12/6/2015).

SBY Kirim Karangan Bunga untuk Angeline

DENPASAR - Sejumlah karangan bunga berisi ucapan belasungkawa terhadap kematian Angeline terus berdatangan di rumah ibu angkat korban, di Jalan Sedap Malam No 26, Denpasar, Bali, Sabtu (13/6/2015).

Termasuk dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Gek Putri, pembawa karangan bunga mengatakan, karangan bunga tersebut sudah dipesan oleh asisten SBY sejak semalam.

"Dipesan kemarin malam oleh asisten pak SBY. Dia telepon langsung ke saya dan disuruh menaruh bunga di depan rumah Angeline," katanya.

Ia juga mengatakan, karangan bunga tersebut seharga satu juta rupiah.

"Langsung saya kerjakan dan dipasang di rumah ini hari ini," katanya.

Ini Tanggapan dr Alit Tentang Isu Angeline Dimasukkan dalam Freezer

DENPASAR - Dua orang anggota kepolisan berseragam lengkap dari Polda Bali datang ke Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Sabtu (13/6/2015).

Kehadirannya untuk mengambil hasil pemeriksaan jenazah Angeline dari tim forensik RSUP Sanglah berupa visum et repertum.

"Sekarang semua sudah menjadi bukti hukum. Sehingga, saya tidak berkewenangan lagi untuk mengungkapkan apapun. Semuanya sudah jadi kewenangan penyidik," jelas Kepala Bagian SMF Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr.Ida Bagus Putu Alit.

Sekali lagi pihaknya menegaskan, tidak ada lagi permintaan autopsi lanjutan dari pihak penyidik karena hasil autopsi awal sudah cukup.

"Yang kita tunggu sekarang adalah hasil cek laboratorium sample yang kita ambil di tubuh Angeline untuk mengetahui apakah ia sempat mengalami kekerasan seksual sesuai keterangan tersangka," jelas dr.Alit

Terkait adanya isu kemungkinan angeline sempat dimasukan dalam freezer yang terdapat di TKP, pihaknya menjelaskan hal itu tidak dapat dipastikan.

"Kondisi jenazah sudah membusuk sehingga hal itu tidak dapat kami pastikan," tambah dr.Alit.

Kapolda Bali Minta Pengakuan Agus Akan Dibayar Rp 2 Miliar Segera di-BAP

DENPASAR - Kapolda Bali, Irjen Ronny F Sompie kaget mendengar informasi pengakuan tersangka pembunuhan Angeline, Agus Tai kepada Anggota DPR RI dari Partai Nasdem, Akbar Faisal bahwa Agus dijanjikan uang sebesar Rp 2 Miliar oleh Margriet Megawe untuk menghabisi nyawa bocah delapan tahun tersebut.

"Wah, kalau benar informasinya seperti itu maka harus segera di BAP," tegas Sompie via telepon selulernya, Sabtu (13/6/2015).

Ia mengatakan, pengakuan tersebut harus dituangkan dalam berkas acara pemeriksaan (BAP) sehingga dapat dikembangkan dalam proses penyelidikan kasus tersebut.

Ia mengaku, belum mengetahui adanya pengakuan tersebut namun, pengakuan tersebut wajib untuk ditindaklanjuti.

Kejanggalan-kejanggalan Kasus Angeline Sejak Penemuan Bercak Darah

DENPASAR – Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri telah menemukan bercak darah di dalam kamar Margriet Chistina Megawe (50), ibu angkat Angeline.

Darah yang ditemukan adalah dari satu orang yang sama.

Penemuan ini dibenarkan oleh Naomi, Tim Reaksi Cepat Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak.

"Saya kemarin turun ke lapangan langsung, bersama dengan Tim Labfor Mabes Polri. Informasi yang kemarin saya dapatkan seperti itu. Ada bercak darah dari orang yang sama di kamar si tersangka Agustinus dan di kamar ibu angkat Angeline, Margriet," ujarnya, Jumat (12/6/2015).

Tak hanya Naomi, penemuan bercak darah dibenarkan oleh Kapolda Bali, Irjen Ronny F Sompie.

Ia mengaku pihaknya sudah mengetahui soal penemuan bercak darah di kamar ibu angkat Angeline, Margriet.

Polda Bali lalu menyerahkan darah tersebut ke Tim Forensik untuk mengecek apakah darah itu darah manusia atau bukan.

Semenjak ini mencuat, banyak orang yang bereaksi dan menyatakan jika ada kejanggalan dari kasus kematian Angeline.

Mereka yang merasa janggal di antaranya Komnas Perlindungan Anak, kuasa hukum Agustinus Tai Hamdamai, Haposan Sihombing, dan lainnya.

Berikut kami merangkum kejanggalan berdasarkan tiap versi mereka:

Versi Komnas Perlindungan Anak:
  1. Keluarga tidak langsung lapor polisi pada hari pertama hilang. Hanya buat pengumuman di laman Facebook berjudul "Find Angeline-Bali's Missing Child".
  2. Angeline disebut hilang pukul 15.00 Wita. Hasil investigasi, tetangga rumah yakin Angeline tidak diculik. Karena, pagar rumah terkunci.
  3. Keluarga selalu menghalangi investigasi di rumah.
  4. Keterangan guru dan tetangga, sering melihat bocah itu dalam keadaan lusuh dan bau. Keluarga menolak kedatangan Menteri Yuddy Chrisnandi dan Menteri Yohana Yembise.
  5. Rumah Angeline tak layak huni.
  6. Kasur kamar tidur Margriet tidak dibalut seprai dan tercium bau anyir di kamar itu.
Versi Haposan Sihombing, kuasa hukum Agustinus Tai Hamdamai
  1. Sejak pelaku mulai melancarkan aksinya pada 16 Mei 2015 pukul 13.00 Wita di kamar, Angeline beberapa kali berteriak memanggil mamanya. Saat itu Margriet sedang berada di kamarnya.
  2. Angeline sudah tak ada sejak pukul 1 siang, tapi Margriet baru lapor secara resmi malam hari.
  3. Agus mengaku mengubur jenazah Angeline pukul 20.00 Wita. Artinya, jenazah Angeline masih ada di dalam kamar tersangka sejak awal kejadian.
  4. Agus baru bekerja di rumah Margriet sekitar sepekan. Namun, dia sudah berani melakukan perbuatan tidak manusiawi pada bocah kecil itu.
  5. Dalam BAP disebutkan Margriet mengaku masih melihat Angeline bermain pada siang hari sebelum pukul 15.00 Wita, sementara pengakuan Agus, Angeline sudah berada di kamarnya sejak pukul 13.00 Wita.
Versi Lain:
  • 2 Pemeriksaan awal polisi tak menemukan adanya gundukan tanah di lokasi penemuan jasad Angeline.
  • Margriet menghalang-halangi polisi untuk memeriksa freezer berukuran besar di lokasi.
  • Polisi lakukan penjagaan 24 jam penuh.
  • Kedatangan menteri ditolak Margriet. 
Margriet Dijemput dan Diperiksa Polda Bali di Pagi Buta

DENPASAR – Ibu angkat Angeline, Margriet Ch Megawe (50), dan anaknya, Yvonn, dijemput tim Direktorat Reskrim Umum Polda Bali di villanya, Minggu (14/6/2015) dinihari.

Dari pantauan di lapangan, di depan ruang Direktorat Reskrim Umum Polda terlihat mobil Inafis Polda Bali.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari sumber, membenarkan jika adanya penjemputan Margriet dan Yvonn.

Mereka sampai di Polda sekira pukul 04.30 Wita dan langsung dibawa menuju ruangan Kanit III Subdit IV Direktorat Reskrim Umum Polda Bali.

"Iya ada diperiksa dua orang Margriet dan Yvonn di dalam," ungkap sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Saat mencoba masuk ke dalam ruang Direktorat Reskrim Umum Polda Baliuntuk memastikannya, justru dipersilakan keluar oleh petugas.

"Silahkan tunggu di luar saja, nanti atau besok saja konfirmasinya," tegasnya sambil mengajak keluar.
Margriet Ditetapkan Sebagai Tersangka

DENPASAR - Ibu angkat Angeline, Margriet Ch Megawe (50) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penelantaran Angeline.

Margareit ditangkap di kediamannya, wilayah Canggu, Badung, Bali, Minggu (13/6/2015).

Kapolda Bali, Irjen Ronny F. Sompie, usai melakukan pengecekan terhadap pemeriksaan Margriet, mengatakan pihaknya telah menetapkan Margriet sebagai tersangka dalam kasus penelantaran Angeline.

"Ibu M (BACA: Margriet) telah kami tetapkan sebagai tersangka," kata Sompie.

Ia mengatakan, penahanan Margriet akan diputuskan usai pemeriksaan.

"Kita juga belum melakukan pemeriksaan karena masih menunggu kuasa hukumnya," ucap Sompie.

Saat ini Margriet didampingi oleh anak kandungnya, Yvonne Megawe, di Ditreskrimum Polda Bali.

Sehari sebelumnya, tiga penasihat hukum Margriet Christina Megawe (50), mendadak mengundurkan diri, Sabtu (13/6/2015).

Para pengacara itu tidak secara jelas mengungkapkan alasan mengapa tak mau lagi mendampingi ibu angkat Angline tersebut.

Pengacara Poppy Eunike Nany Kustiani, melalui SMS mengatakan, mengundurkan diri sebagai penasihat hukum Margriet berdasarkan beberapa pertimbangan.

"Kami memang memutuskan mengunduran diri karena sejumlah pertimbangan. Kami hanya menghindar saja," jelasnya. Namun, ia menolak menjelaskan lebih detil alasan pengunduran diri.

"Silakan tanya kepada pihak kepolisian. Yang jelas kami saat ini memang mengundurkan diri," katanya.

Bernadin dan Vera, juga pengacara Margriet, mendatangi Polresta Denpasar.

Mereka bukan bermaksud mendampingi kliennya melainkan bertemu dengan penyidik.

Benardin menjelaskan terhitung sejak pukul 15.00 wita, ia dan dua orang pengacara lainnya tidak lagi menjadi penasihat hukum Margriet.

"Sudah, memang sejak pukul 15.00 kami tidak mendampingi beliau," jelasnya.

Ia mengundurkan diri karena merasa yang dilakukan sebelumnya tidak sesuai dengan prinsip dan tugas advokat.






sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen