Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Lie Detector?, "Namanya Engeline, Bukan Angeline"

Lie Detector?, "Namanya Engeline, Bukan Angeline"

Written By Dre@ming Post on Rabu, 17 Juni 2015 | 11:04:00 AM

Bagian berkas penyidikan kasus pembunuhan Engeline yang tengah ditangani Polresta Denpasar, Bali.
Ini Jawaban Hasil Lie Detector Atas Pemeriksaan Tersangka Kasus Angeline

DENPASAR - Pemeriksaan terhadap tersangka kasus Angeline Megawe menggunakan lie detector di Mapolda Bali berlangsung hingga pukul 20.30 wita, Selasa (16/6/2015).

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Herry Wiyanto mengatakan, pemeriksaan menggunakan lie detector tersebut hanya berkutat pada kasus pembunuhan Angeline saja.

Dalam hal ini, Agustinus Tai Andamara sebagai tersangka, sementara Margriet Christin Megawe sebagai saksi.

Pemeriksaan hari ini dilakukan hingga pukul 20.30 Wita, dan akan dilanjutkan besok, Rabu (17/6/2015).

"Besok akan dilanjutkan pukul 10.00 Wita," kata Wiyanto.

Ia menuturkan, pemeriksaan dilanjutkan besok dengan pertimbangan keadaan fisik tersangka dan saksi.

"Wanita itu kan pasti lelah," ucap Wiyanto.

Ditambahkannya, hasil pemeriksaan lie detector tersebut dapat diketahui tidak lama setelah proses pemeriksaan.

Namun Wiyanto enggan membeberkan hasil tersebut dengan alasan masih dalam proses penyelidikan.

"Operator lie detector itu langsung dari pusat," kata Wiyanto.

"Namanya Engeline, Bukan Angeline"

DENPASAR - Bocah berumur delapan tahun yang tewas dan lalu dikubur di pekarangan rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar selama ini dikenal bernama Angeline. Namun ternyata huruf awalnya bukan A tapi E, atau Engeline.

Nama lengkap bocah perempuan itu adalah Engeline Margriet Megawe. Hal ini sudah sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan saat menetapkan tersangka Agus sebagai tersangka pelaku pembunuhan, di mana nama korban disebut Engeline.

"Nama huruf awal korban pakai E (Engeline). Nama ini didapat keterangan dari ibu angkatnya (Margriet) dan juga keterangan dari sekolahnya (SD Negeri 12 Sanur). Jadi namanya Engeline, bukan Angeline," kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Nengah Sadiartha, Denpasar, Bali, Rabu (17/6/2015).

Hal senada diungkapkan Wali Kelas II-B SDN 12, Sanur, Denpasar, Putu Sri Wijayanti. Dia mengatakan, muridnya bernama Engeline dan bukan Angeline yang selama ini disebut baik pemberitaan media maupun pemberian karangan bunga. "Nama huruf awal pakai huruf E, Engeline, bukan huruf A ya (Angeline)," kata Wijayanti.

Engeline atau yang selama ini disebut Angeline, dinyatakan hilang tanggal 16 Mei 2015 dan ditemukan terkubur di pekarangan rumahnya pada 10 Juni 2015 lalu. Kini jasadnya sudah dimakamkan di Dusun Wadung Pal, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmor, Kabupaten Banyuwangi.

Rombongan pembawa jenazah melakukan perjalanan pemulangan jenazah dari RS Sanglah, Denpasar, menuju Banyuwangi, pukul 15.40 Wita. Kasus pembunuhan tersebut masih ditangani penyidik dengan tersangka Agus Tay Hamba May yang tak lain pembantunya. Selain itu ada pula kasus penelantaran anak dengan tersangka ibu angkatnya, Margriet Megawe.

Dua Kakak Angkat Engeline Segera Diperiksa

DENPASAR - Dua kakak angkat Angeline, Yvonne Caroline Megawe dan Christina Telly Megawe, akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus penelantaran anak dengan korban tewas Angeline pada Kamis (18/6/2015) pukul 10.00 Wita di Mapolda Bali.

"Hari Kamis jam 10.00, kedua kakak angkat Angeline akan dimintai keterangannya. Kami yang membawakan suratnya dan tidak lagi menjadi kuasa hukum karena sudah diberhentikan. Kami membawa surat aja untuk disampaikan ke mereka," kata Teddy Raharjo, salah satu pengacara, di Denpasar, Bali, Selasa (16/6/2015).

Sementara itu, pengacara lainnya, Ali Sadikin, yang juga sudah diberhentikan, menyampaikan bahwa pengacara yang menggantikan ini berasal dari Jakarta.

Yvonne Caroline Megawe dipanggil penyidik berdasarkan surat bernomor: S. Pgl/2458/VI/2015/Direskrimum. Sementara surat panggilan Christina Telly Megawe bernomor: S.Pgl/2457/VI/2015/Direskrimum. Dalam surat panggilan tersebut, keduanya beralamat sama, yaitu Jalan Sedap Malam No 26, Denpasar Timur.
















sumber : kompas, tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen