Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Darah 3 Cc, Massa Tandatangani Kain Putih

Darah 3 Cc, Massa Tandatangani Kain Putih

Written By Dre@ming Post on Jumat, 26 Juni 2015 | 9:48:00 AM

Aksi tandatangan itu, menuntut kepolisian segera menuntaskan kasus Engeline (sebelumnya ditulis Angeline), bocah 8 tahun yang tewas dikubur di belakang rumah ibu angkatnya Margriet Christina Megawe di Jalan Sedap Malam No 26, Sanur, Kota Denpasar, Bali. (kiri). Yvonne ketika tiba di RS Bhayangkara Polda Bali, Kamis (25/6/2015) (kanan)
Massa Tandatangani Kain Putih Tuntut Polisi Tuntaskan Kasus Engeline

DENPASAR - Selain menggelar doa bersama, puluhan masyarakat, dan lembaga yang tergabung dalam Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Korban Kekerasan (JPAKK) juga menggelar aksi menandatangani kain putih, Kamis (25/6/2015) sore.

Aksi tandatangan itu, menuntut kepolisian segera menuntaskan kasus Engeline (sebelumnya ditulis Angeline), bocah 8 tahun yang tewas dikubur di belakang rumah ibu angkatnya Margriet Christina Megawe di Jalan Sedap Malam No 26, Sanur, Kota Denpasar, Bali.

Satu persatu masyarakat menggoreskan kain putih yang terbentang di sisi barat Kubu Kopi, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.

Acara tersebut juga diisi dengan berbagai diskusi yang bertujuan mencari solusi agar tidak ada Engeline berikutnya.

Cok Sawitri, seniman teater Bali terlihat sangat bersemangat untuk memandu puluhan masyarakat yang duduk di meja bundar dan persegi panjang yang terdapat di Kubu Kopi.

Lembaga yang hadir dalam acara ini yakni Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, LBH Bali, P2TP2A Bali, P2TP2A Denpasar, LBH APIK, Bali Sruthi, LPA, Manikaya Kauci, Forum Perempuan Mitra Kasih, WKRI, WHDI, Perempuan Buddhist, PWKI, Muslimat NU, MUI, PHDI, MUDP, Perempuan Aisyah, FKUB, Satgas PA Denpasar, Ikawangi dll.

Darah Kakak Angkat Engeline Cuma Diambil 3 Cc

DENPASAR - Satu unit mobil minibus warna putih tiba di RS Bhayangkara Trijata Polda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Bali, Kamis (25/6/2015) pukul 15.00 Wita.

Dari dalam mobil tersebut, bergegas keluar 2 orang wanita, yakni Yvonne (37) dan Christina (27) yang merupakan anak dari Margriet Christina Megawe atau kakak angkat Engeline (sebelumnya ditulis Angeline).

Mereka tiba di RS Bhayangkara Trijata Polda Bali dengan didampingi oleh 2 orang kuasa hukum mereka dari Hotma Sitompoel Associetes yaitu Jefrie Kam dan Aldres J Napitupulu.

Setibanya di RS Bhayangkara Trijata Polda Bali, tidak sepatah kata pun mereka ucapkan.

Yvonne yang saat itu mengenakan kacamata hitam dan berpakaian abu serta Christina yang mengenakan pakaian berwarna hitam dengan rambut panjangnya yang terurai hanya bungkam dan bergegas masuk ke ruangan IGD.

Satu jam berlalu, Yvonne dan Christina serta 2 orang pengacaranya, Jefrie Kam dan Aldres J Napitupulu keluar dari IGD RS Bhayangkara Trijata Polda Bali.

"Kehadiran kami di sini untuk mengambil sample darah Ibu Yvonne dan Christina dan pengambilan sidik jari khusus buat Christina karena sidik jari Yvonne sudah diambil sejak Kamis lalu," ujar Jefrie Kim sesaat keluar dari ruang IGD.

Ia menjelaskan, pengambilan darah tersebut merupakan permintaan dari Polres Denpasar atas kapasitas Yvonne dan Christina sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Engeline dengan tersangka Agustinus Tai Hamdani.

"Sampel darah yang diambil sebanyak masing-masing 3 cc untuk kepentingan penyidikan," terang Jefrie Kam.






sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen