Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , , , » Dimakan Hidup-hidup, 100 Lebih Anak Ayam Habis

Dimakan Hidup-hidup, 100 Lebih Anak Ayam Habis

Written By Dre@ming Post on Senin, 25 Mei 2015 | 10:09:00 AM

Sejumlah warga kerauhan (kerasukan) berebut ayam mentah di depan Pura melanting Desa Suwat Gianyar, Bali, Jumat (22/5/2015) dinihari. Warga yang kerasukan setengah sadar melahap daging ayam hidup-hidup yang merupakan lelabaan untuk butha kala serangkaian acara calonnarang.
GIANYAR - Sekitar pukul 00.00 Wita, Jero Mangku Puseh nguncar mantra.

Matanya terpejam, nadanya naik turun.

Suara pisau merajam berbagai jenis sesajen terdengar nyaring.

Segehan Agung pun dihaturkan.

Tiga momen itu ternyata menjadi ritual pembuka pintu gerbang bagi rerencang Ida Bhatara.

Mahluk kasat mata yang dipersalahkan memasuki tubuh manusia.

Dalam pegelaran Calonarang malam itu, pekikan bertalu, ada yang berteriak, ada juga yang menangis meraung.

Satu persatu tak sadarkan diri.

Mereka berdiri, meminta lelabaan pitik matah.

Puluhan krama pemedek Desa Pekraman Suwat, Kecamatan Gianyar, Bali kerauhan.

Setelah mendapatkan anak ayam berwarna hitam, hidup-hidup mereka makan.

Para pengayah tampak seperti menikmati sekali hidangan tersebut.

Mencabik dengan gigi, sembari memberikan satu dengan yang lain.

Darah terlihat jelas menetes membasahi tanah Jaba Pura Melanting Desa Pekraman Suwat.

Kadutan (keris)," begitu teriak para pengayah.

Keris tajam pun sudah disediakan.

Tanpa tedeng aling-aling, para pengayah langsung mengambilnya, bahkan ada yang merebut dari tangan krama lain.

Keris tajam itu lalu mereka hujamkan ke dada masing-masing.

Semakin keras nada gambelan, maka semakin kalap juga para pengayah.

Sekitar 100 lebih anak ayam yang dihaturkan warga ludes nyaris tak bersisa.

Habisnya lelabaan pitik matah juga menjadi ciri bahwa, para rerencangan Ida Bhatara bisa meninggalkan tubuh para pengayah.

Tirta dipercikkan.

Satu persatu mulai sadarkan diri.








sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen