Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Tewas Didor Maling Burung Ini

Tewas Didor Maling Burung Ini

Written By Dre@ming Post on Rabu, 22 April 2015 | 8:31:00 AM

Ketika tim Buser Polsek Sukadana terjun, pelaku Qodri dan rekannya dipergoki naik motor berboncengan sambil membawa tiga sangkar burung. Mereka naik motor Shogun hitam DK 5687 VM dan melaju dari arah barat (Desa Sambangan) menuju Desa Sangket. Saat itu, Selasa dinihari sekitar pukul 02.00 Wita, kedua maling burung ini berpapasan dengan tim Buser yang melaju dari arah berlawanan (timur) menuju Desa Sambangan. Pelaku dan tim Buser berpapasan di sebelah timur Pertigaan Desa Sambangan. Begitu memergoki kedua pelaku yang naik motor berboncengan sambil membawa tiga sangkar burung, polisi langsung berusaha menghentikannya. Sebab, gerak-gerik mereka mencurigakan dan diduga kuat keduanya habis mencuri burung di Desa Sambangan sebagaimana laporan warga setempat. Namun, kedua pelaku tidak menggubrisnya. Mereka langsung tancap gas dan terus melaju ke arah timur, hingga dikejar pasukan Buser, setelah lebih dulu diberi tembakan peringatan. Tim Buser berhasil mengejar dan menghentikan kedua pelaku yang naik motor berboncengan ini tepat di Jembatan Sangket, Desa Sangket, Kecamatan Sukasada, setelah dikejar sejauh 700 meter.Gbr Ist
SINGARAJA - Seorang maling burung asal Banjar Kubu Tumpang, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Qodriadi alias Qodri, 25, tewas didor polisi saat kepergok usai beraksi, Selasa (21/4) dinihari. Sebelum tewas didor, pelaku yang naik motor berboncengan dengan rekannya, sempat menyerang polisi menggunakan senjata parang tajam saat kepergok bawa tiga sangkar burung di jalan raya.

Pelaku Qodri bersama rekannya yang belum identitasnya belum diketahui, awalnya mencuri burung di Banjar Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Aksi pencurian itu diketahui warga setempat, hingga langsung dilaporkan ke Polsek Sukasada. Jajaran Polsek Sukasada pun menerjunkan tim Buser ke lapangan untuk mengejar pelaku yang diduga masih berada di sekitar Desa Sambangan.

Ketika tim Buser Polsek Sukadana terjun, pelaku Qodri dan rekannya dipergoki naik motor berboncengan sambil membawa tiga sangkar burung. Mereka naik motor Shogun hitam DK 5687 VM dan melaju dari arah barat (Desa Sambangan) menuju Desa Sangket. Saat itu, Selasa dinihari sekitar pukul 02.00 Wita, kedua maling burung ini berpapasan dengan tim Buser yang melaju dari arah berlawanan (timur) menuju Desa Sambangan. Pelaku dan tim Buser berpapasan di sebelah timur Pertigaan Desa Sambangan. Begitu memergoki kedua pelaku yang naik motor berboncengan sambil membawa tiga sangkar burung, polisi langsung berusaha menghentikannya. Sebab, gerak-gerik mereka mencurigakan dan diduga kuat keduanya habis mencuri burung di Desa Sambangan sebagaimana laporan warga setempat. Namun, kedua pelaku tidak menggubrisnya. Mereka langsung tancap gas dan terus melaju ke arah timur, hingga dikejar pasukan Buser, setelah lebih dulu diberi tembakan peringatan. Tim Buser berhasil mengejar dan menghentikan kedua pelaku yang naik motor berboncengan ini tepat di Jembatan Sangket, Desa Sangket, Kecamatan Sukasada, setelah dikejar sejauh 700 meter.

Nah, saat dihentikan di jembatan yang menghubungkan Desa Sangket dan Desa Sambangan itulah, kedua pelaku nekat melakukan perlawanan dengan senjata tajam jenis parang dan golok. Bahkan, pelaku sempat menyerang polisi dengan parang. Akibatnya, salah seorang anggota Buser Polsek Sukasana, Bripka I Putu Mar, menderita tuka tebas di tangan kiri sepanjang 7 cm. Karena kedua pelaku melawan dengan senjata tajam hingga melukai polisi, pasukan Buser akhirnya melepaskan tembakan ke kaki Qodri. Pria berusia 25 tahun inilah yang sebelumnya menebas Bripka I Putu Mar. Namun, tembakan polisi bukannya mengenai kaki Qodri, melainkan temat mengenai punggung hingga tembus ke perut. Maling burung bersenjata parang ini pun langsung terkapar. Sedangkan rekannya berhasil kabur dengan menceburkan diri ke bawah Jembatan Sangket, setinggi 15 meter. Pelaku diperkirakan selamat, meski mencebur setinggi 15 meter, karena ada aliran air di Sungai Sambangan di bawah jembatan tersebut. Pelaku kabur dengan meninggalkan motornya di TKP. Sedangkan pelaku Qodri yang terkapar pasca ditembak polisi, dinihari kemarin langsung dilarikan ke RSUD Buleleng, Demikian pula dengan polisi yang terluka tebas. Namun, nyawa Qodri tak bisa diselamatkan. Maling burung asal Desa Pegayaman yang nekat tebas polisi ini akhirnya dinyatakan meninggal dalam perawatan di RSUD Buleleng di Singaraja, Selasa subuh sekitar pukul 05.00 Wita.

Sementara, sebagian anggota Buser Polsek Sukasada langsung melakukan penyisiran di sekitar Sungai Sambangan untuk mencari satu pelaku yang kabur dengan cara mencebur ke bawah jembatan. “Setelah kejadian, anggota kami langsung melakukan penyisiran di sekitar Jembatan Sangket. Tapi, pelaku yang kabur itu hingga ini belum ditemukan. Kami akan terus melakukan pencarian,” jelas Kapolres Buleleng, AKBP Kurniadi, saat gelar perkara di Mapolsek Sukasada, Selasa kemarin.

Petugas kepolisian pun telah mengamankan sejumlah barang bukti dalam peristiwa maut di Jembatan Sangket, dinihari kemarin. Salah satunya, sepeda motor DK 5687 VM yang ditinggal pelaku di lokasi TKP. Selain itu, polisi juga amankan 5 ekor burung, 3 sangkar burung, sebilah senjata golok, sepasang sandal jepit, sebuah peci, satu sarung kotak-kotak, dan 2 buah sentir. Menurut Kapolres AKBP Kurniadi, awalnya polisi kesulitan mengidentifikasi pelaku, karena yang berhasil didor meninggal di ruang perawatan RSUD Buleleng. Sampai akhirnya polisi menghubungi Sekretaris Desa Pegayaman, Nengah Panji Islam, untuk menanyakan kemungkinan ada warganya yang terlibat. Setelah melihat mayat orang yang tewas didor ke RSUD Buleleng, Nengah Panji Islam memastikan yang bersangkutan adalah warga Desa Pegayaman, bernama Qodri. Versi Sekdes Pegayaman, selama ini Qodri mengaku bekerja di Denpasar. Sekdes Nengah Panji Islam kemudian menghubungi keluarga Qodri di Desa Pegayaman untuk memberitahukan peristiwa maut ini. Sejumlah keluarga Qodri pun langsung meluncur ke RSUD Buleleng di Singaraja, untuk menjengkuk jenazah. Termasuk di antaranya paman Qodri, Mahyidin. Saat ditemui, Mahyidin enggan memberikan keterangan terkait tewasnya sang keponakan, Qodri, akibat didor polisi usai mencuri burung.

“Saya mohon maslah ini tidak diperpanjang lagi. Tolong mengerti kondisi kami yang sedang berduka. Jangan sampai membawa masalah ini ke keluarganya di rumah, apalagi datang langsung ke rumah (di Desa Pegayaman),” pinta Mahyidin.





propinsibali.com_____
sumber : nusabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen