Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Pamit Tirta Yatra, Minum Racun Serangga Sebelum Bakar Diri

Pamit Tirta Yatra, Minum Racun Serangga Sebelum Bakar Diri

Written By Dre@ming Post on Minggu, 25 Januari 2015 | 11:27:00 AM

Hotel Tower Klungkung, tempat kejadian perkara
Kapolres Klungkung Cek Hasil Autopsi Sekeluarga Tewas Terbakar

DENPASAR - Kapolres Klungkung, AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati mendatangi Instalasi Forensik, RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Sabtu (24/1/2015).

Ia datang langsung bersama 2 petugas kepolisian dari Polres Klungkung pukul 09.30 Wita. Ia datang langsung menemui pihak kedokteran forensik terkait kasus lima jenazah yang ditemukan tewas terpanggang di wilayahnya, tepatnya di Hotel Tower, Semarapura, Jumat (23/1/2015) kemarin.

"Maksud kedatangan saya ke mari adalah untuk menerima hasil autopsi terhadap kelima jenazah. Dan setelah ada kepastian hasil pemeriksaan, agenda selanjutnya adalah penyerahan jenazah ke pihak keluarga yang rencananya akan dilakukan hari ini pukul 14.00 Wita karena pihak keluarga sudah mempersiapkan di rumah duka. Penyerahan jenazah secara administratif ke keluarga sudah dilakukan," ujar wanita tersebut saat ditemui di ruang pertemuan Instalasi Forensik, RSUP Sanglah.

Saat disinggung mengenai kelanjutan proses penyidikan terhadap kasus penemuan 5 jenazah terpanggang tersebut , ia menegaskan pihak penyidik telah bekerja dan masih dalam proses penyidikan.

"Kita minta kesabarannya. Sejauh ini belum ada orang yang kita curigai. Penyelidikannya tidak ada kesulitan yang berarti dan kita hanya tinggal menunggu waktu untuk mengetahui motif yang sebenarnya," tambahnya.

Minum Racun Serangga Sebelum Bakar Diri

DENPASAR - Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr Dudut Rustyadi SpF didampingi Kapolres Klungkung AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati, di Ruang Pertemuan Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Sabtu (24/1/2015) menjelaskan hasil autopsi terhadap 5 jenazah yang ditemukan terpanggang di Hotel Tower, Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali, Jumat (23/1/2015).

Seperti diketahui, pihak kedokteran Forensik RSUP Sanglah mendapat permintaan autopsi dari pihak penyidik Polres Kelungkung dan atas persetujuan keluarga pada Jumat (23/1) malam pukul 20.30 Wita, dan autopsi dilakukan hingga pukul 23.00 Wita.

Dari hasil autopsi diketahui penyebab kematian satu keluarga tersebut karena keracunan gas karbon monoksida (CO) yang bersumber dari api atau pembakaran.

"Dari kondisi korban, dapat diketahui bahwa kelima korban meninggal karena keracunan menghirup gas karbon monoksida tersebut terlebih dahulu, baru jasadnya terbakar," ujar dr Dudut yang saat itu dimintai laporan autopsi langsung oleh kapolres Klungkung.

Selain itu, kata dr Dudut, pada lambung bapak, ibu, dan anak pertama ditemukan cairan yang tercium berbau minyak tanah yang biasanya digunakan sebagai bahan pelarut racun pembunuh serangga.

"Jadi kami menduga sebelum meninggal si ayah, ibu dan anak pertama meminum racun serangga. Namun untuk jenis pasti, kualitas dan kuantitas larutan tersebut masih kami selidiki di Lab Forensik," tambah dokter dudut.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa racun serangga dan insektisida umumnya terdiri dari zat aktif dan pelarut. Zat pelarut tersebutlah yang mengandung bahan minyak tanah.

"Pelarut ini memang menyebabkan kematian jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu, namun jika dilihat akibatnya dalam tubuh, gas karbon monoksida lah yang lebih berbahaya dan lebih dominan menyebabkan kematian, sehingga kami simpulkan kematian korban akibat keracunan mengirup gas karbon monoksida," tegasnya.

Korban Bakar Diri Sosok Pendiam

DENPASAR - I Gusti Gede Putu Oka (61), ayah korban I Gusti Putu Karpica (32), saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait dengan musibah yang menimpa anaknya tersebut, mengatakan, selama ini putranya tidak pernah bercerita memiliki masalah atau apapun.

Komunikasi ia dan anaknya sangat baik, walau diakui Gusti Karpica agak tertutup dengan keluarga lainnya.

"Dia tidak pernah mengeluh dengan saya. Setahu saya dia tidak punya musuh, orangnya sangat ramah walau agak pendiam," ujar Gusti Oka yang masih menangis meratapi kepergian anak, menantu, dan ketiga cucunya secara mengenaskan, saat ditemui di RS Sanglah, Jumat (23/1/2015).

Seperti diketahui, I Gusti Putu Karpica (32) ditemukan tewas terpanggang di kamar 221 Hotel Tower Jalan Gunung Rinjani No 18 Klungkung, bersama istrinya Ni Gusti Ayu Raspayani (29) serta ketiga anaknya yakni I Gusti Putu Narendra (6), I Gusti Alit Satria Wedana (4), dan seorang bayi putri bernama Ni Gusti Ayu Santhi Jayanti yang baru berusia 7 bulan.

Gusti Oka sempat menyebut bahwa putranya tersebut mempunyai hutang sebesar Rp 700 juta di sebuah koperasi di daerah Kreneng, Denpasar. Namun kabar tersebut belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa Gusti Karpica yang memiliki usaha bengkel dan cuci mobil di Paya, Karangasem, ini memilih menginap di Hotel Tower. Padahal ia memiliki banyak kerabat yang tinggal di Klungkung.

"Mereka sekeluarga saat itu juga tidak mengatakan sedang berada di Semarapura," ujar seorang kerabat korban, Ayu (23), saat ditemui di RS Sanglah.

Gusti Oka sendiri tinggal di Jalan Campuhan, Banjar Sasih, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, bersama istri dan anak perempuannya paling kecil. Gusti Oka memiliki empat anak, dan Gusti Karpica merupakan anak pertama.

Korban Bakar Diri Pamit untuk Tirta Yatra

KARANGASEM - Tewasnya satu keluarga yang ditemukan terpanggang di kamar Hotel Tower, Klungkung, Bali, tak hanya menggemparkan Klungkung, yang setahun lalu sempat dihebohkan kasus mutilasi. Tapi juga sampai ke Karangasem. Bagaimana tidak, keluarga I Gusti Putu Karpica adalah warga Banjar Timbul, Desa Padang Kerta, Kecamatan Karangasem, Bali.

Saat reporter, Saiful Rohim, mendatangi kediaman keluarga Gusti Karpica di Jalan Raya Untung Suropati No 101 Padang Kerta, Amlapura, Jumat (23/1/2015), puluhan warga serta kerabat terlihat memenuhi bagian depan bengkel Putra Urip Motor milik korban.

Sebelum meninggalkan tempat tinggalnya, Gusti Karpica mengaku hendak melakukan tirta yatra (persembahyangan) keliling Pulau Bali. Menurut sepupu korban, Ni Gusti Ketut Sari, sehari sebelum ditemukan tewas, korban juga sempat mengirim SMS kepada pamannya, I Gusti Ketut Perasi, yang bekerja di bengkel.

”Saat SMS, korban bilang masih memedek keliling Bali. Kalau nggak salah korban SMS sekitar jam 08.00 Wita,” tutur Gusti Sari.

Namun saat ditanya terkait keseharian Gusti Karpica, Sari mengaku tak paham betul. Pasalnya, korban tak mau terbuka alias tertutup saat mengalami masalah.

Hal senada juga diungkapkan tetangga korban, Ni Ketut Intan, yang mengaku tak mengetahui detail keseharian korban.

“Paling saat akan jemput anaknya yang TK, istri korban (Ni Gusti Ayu Raspayani) biasanya menitipkan anaknya yang paling kecil ke saya. Tapi setelah selesai jemput, korban langsung mengambilnya lagi. Kalau suaminya biasanya saya lihat saat mantau anak buahnya di bengkel,” jelas Intan.

Intan yang asal Kintamani, Bangli, kemudian mencoba mengingat pertemuan dirinya dengan korban sebelum kejadian. Ia mengaku sekitar tanggal 8 Januari korban sempat mengadakan acara otonan anaknya yang nomor tiga atau bungsu, Ni Gusti Ayu Santhi Jayanti.

Setelah itu sekitar tanggal 19 Januari, korban mengaku akan pergi untuk menghadiri acara pernikahan. ”Acara pernikahan ke mana saya tak tahu. Hari Rabunya korban mengaku akan maturan. Karena aji-nya datang, sore harinya korban pulang. Namun pagi harinya (Kamis) korban pergi lagi,” kata Intan.

Wanita yang tinggal di Kabupaten Karangasem selama 6 tahun ini juga merasakan keanehan. Bengkel yang biasanya buka tiap hari, sejak Rabu lalu tiba-tiba tutup. ”Biasanya kalau hari raya besar, bukanya agak siangan,” aku Intan.






sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Pergerakan Magma GA Menurun, Drone Diterbangkan Ambil Sampel Gas

Gunung Agung siang tadi, Sabtu (18/11/2017) Pengamatan PVMG Seminggu Terakhir, Begini Pergerakan Magmanya AMLAPURA - Gunung Agung...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen