Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , , » Kerap Mengeluh Gajinya Minus, Darsa Buat Surat Wasiat

Kerap Mengeluh Gajinya Minus, Darsa Buat Surat Wasiat

Written By Dre@ming Post on Minggu, 11 Januari 2015 | 8:23:00 AM

kakak korban, Nyoman Nuka (kedua dari kanan) memperlihatkan tali yang digunakan untuk gantung diri. Di sebelah lampu ini tali diikatkan untuk bunuh diri.
Mantan Ketua DPRD Denpasar Kerap Mengeluh Gajinya Minus

DENPASAR - Berpulangnya Wayan Darsa (48), diketahui meninggalkan luka mendalam bagi sejumlah rekan kader PDIP dan DPRD. Berbagai dugaan muncul yang melatarbelakangi kenapa mantan Ketua DPRD Denpasar periode 2008-2014 ini mengakhiri hidupnya, Jumat (9/1/2015) di rumahnya di Jalan Wibisana Gang IX. Ada dugaan almarhum nekat gantung diri lantaran terbelit utang.

Informasi yang dihimpun dari rekan Wayan Darsa, ia kerap meminjam uang kepada rekannya di dewan, bahkan menurut sumber yang enggan namanya disebutkan, almarhum sering mengeluh jika gajinya yang diterimanya sebagai anggota dewan sering minus (tidak cukup).

"Dia sering sekali mengeluh kalau gajinya kurang enam juta, entah kurangnya karena apa. Memang beliau saya dengar sering meminjam uang sesama anggota dewan, tapi apakah karena punya utang banyak beliau nekat mengakhiri hidup saya tidak tahu," jelas sumber ini.

Dirinya pun mengaku, pernah diminta pinjaman uang kepada almarhum dengan alasan akan menggelar upacara adat. Mengenai berapa besaran uang yang di akan dipinjam Wayan Darsa, pihaknya enggan menyebutkan. "Iya, beliau pernah mau meminjam uang ke saya, tapi itu dulu. Kabar yang beredar memang beliau sedang terbelit utang," ungkapnya. Saat ditanyakan tentang gaya hidup almarhum, dirinya menyatakan Wayan Darsa dikenal sebagai sosok yang sederhana dan pendiam.

Bahkan dirinya mengaku tak pernah melihat almarhum berurusan dengan judi, wanita ataupun narkoba. "Beliau kalau ngobrol tidak pernah membicarakan tentang masalah yang dihadapinya, paling ngobrol hal-hal spiritual. Saya tidak pernah melihat beliau berjudi ataupun lainnya," ujarnya singkat.

Dirinya pun mengaku prihatin serta tidak habis menyangka jika Wayan Darsa menghakhiri hidupnya dengan cara tragis. "Terus terang kabar ini sangat mengejutkan saya. Kenapa Pak Wayan mengambil jalan ini, seperti ada beban pikiran berat yang beliau pikul,"Jelasnya.

Darsa Tergantung Dibawah Tas Berisi Uang Recehan

DENPASAR - Tali berwarna biru yang melilit leher Wayan Darsa terlihat disimpan sebsgai barang bukti oleh petugas kepolisian setelah aksi nekat yang dilakukan mantan aKetua DPRD Denpasar ini.

Darsa diketahui tergantung dengan menggunakan baju khas pemangku. Kamen hitam, saput putih, dan baju putih, lengkap dengan udeng warna putih adalah baju yang terakhir dipakai Darsa saat mengakhiri hidupnya.

Wayan Darsa politisi senior PDIP yang mantan ketua DPRD Denpasar ditemukan tergantung pada Jumat (9/1) pukul 14.30 Wita.

Darsa pertama kali ditemukan istrinya Ni Ketut Budiasih, menggantung di selatan Sanggah rumahnya. Melihat suaminya tergantung, ibu yang sudah dikaruniai tiga anak ini sok, dia tidak kuasa berteriak. "Dia (istrinya) hanya pegang kaki korban sambil telpon kakak korban Nyoman Nuka (61)," kata seorang kerabat yang enggan disebutkan namanya.

Saat kejadian itu, anak-anak korban ada di rumah, namun karena lokasi tertutup terpal, maka aksi itu tidak diketahui. Terpal diseputaran lokasi ini terpasang untuk menghalangi curahan air hujan. "Dari arah barat (dapur) gak kelihatan tergantung, karena ada kain terpal yang membentang di depan TKP," ulasnya.

Setelah kakak korban datang kemudian tali dipotong dengan pisau dapur. Saat itu kondisi korban sudah tidak bernyawa dengan lidah menjulur.

Petugas kepolisian yang melakukan olah TKP hingga sore kemarin belum menemukan surat wasiat atau hal lain yang mengarah ke motif gantung diri.

Namun diatas TKP ditemukan tas selempang warna hitam yang hanya berisi uang recehan. Uang recehan pecahan Rp 1000, Rp 5000 seperti uang kembalian. Tas ini biasa dipakai Darsa ke DPRD Denpasar.

Di mata keluarga, almarhum dikenal sangat baik namun tertutup. Karena itulah kemarin kerabat mengaku belum tahu menahu motifnya. Istri korban juga masih sok dengan kejadian tersebut.

Setelah meninggal, jenazah dibawa ke rumah tuanya (rumah aslinya) di jalan Setiabudi Gang IX Nomor 4 Denpasar yang berjarak sekitar setengah kilo dari TKP.

Walikota Denpasar: Darsa Sosok yang Komunikatif

DENPASAR - Kematian mendadak Wayan Darsa mengejutkan banyak pihak tak terkecuali Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

Orang nomor satu di Pemerintahan Kota Denpasar ini pun melihat sosok Darsa sebagai politisi yang banyak membantu pemerintahannya.

"Selama ini hubungan kami bagus dengan beliau, termasuk pas jadi ketua DPRD," kata Walikota Denpasar via ponselnya.

Dia pun mengaku kaget saat diberitahu meninggalnya Darsa yang saat itu Walikota sedang ada pertemuan di Gedung Swaka Dharma Denpasar.

Terakhir ketemu dengan Darsa saat rapat paripurna DPRD beberapa waktu. "Saya lihat dia baik-baik saja, ketawa-ketawa saja. Apalagi dia sangat komunikatif sekali dengan kami," ungkapnya.

Dia juga tidak pernah mendengar atau melihat Wayan Darsa mengeluh masalah pribadinya.

Ditempat terpisah, rekan satu profesi Wayan Darsa yakni Wayan Mariana Wandira merasa kehilangan dengan Darsa. "Dulu saat beliau jadi ketua dan saya wakil ketua DPRD, saya melihat dia tidak pernah ada masalah. Dia juga tidak pernah cerita soal ekonominya," katanya.

Bahkan kabar yang beredar soal penyebab bunuh diri Darsa yang karena faktor ekonomi juga sulit dipercaya oleh Wandira. "Selama ini saya lihat beliau tidak pernah kekurangan," jelasnya.

Dia berharap kepada keluarga Darsa untuk tabah menerima cobaan ini. "Keluarga yang ditinggalkan harus lebih tabah dengan kenyataan seperti ini, keluarga harus ikhlas," kata Wandira yang juga Ketua Partai Golkar Denpasar.

Punglik Kaget, Mendengar Kabar Wayan Darsa Meninggal

DENPASAR - Kabar meninggalnya Wayan Darsa (48) membuat kaget sesama kader PDIP Denpasar, terutama bagi I Nyoman Sudiantara.

Saat tengah menggelar upacara otonan keponakannya, Jumat (9/1/2015) ia tiba-tiba dikabarkan rekannya bahwa mantan ketua DPDR kota Denpasar meninggal dunia karena bunuh diri.

Mendengar kabar tersebut, pria yang akrab disapa Punglik ini kaget dan langsung mencari informasi kebenaran kabar tersebut.

"Saya menerima kabar meninggal pak Wayan pukul 15.10 Wita. Kaget mendengarnya, semua teman-teman saya hubungi untuk mengonfirmasi kebenaran kabar ini, dan ternyata benar," ucap saat ditemui di kediamannya di Jalan Yudistira, Banjar Tampak Gangsul.

Pria yang akrab dipanggil Punglik, Wayan Darsa dikenalnya sosok yang tidak pernah terlibat masalah dengan sesama kader. Apalagi Darsa dalam kesehariannya di partai di kenal sosok pendiam. Namun kata dia dilihat secara kasat mata, Pak Darsa ini cenderung kerap menutupi masalah.

"Kita tahu dia ada masalah. Yang saya sesalkan sebagai kader partai yang duduk di kursi DPR, jika ada masalah kenapa tidak mau sharing dengan teman-teman. Kalau punya keterbukaan paling tidak meringankan beban. Tapi kenyataan beliau cenderung tertutup," tuturnya pelan.

Semasa hidup, Punglik mengaku kerap berkomunikasi saat Wayan Darsa menjabat sebagai Direksi PD Pasar. Dirinya mengaku jika ditanyakan tentang persoalan yang dihadapi, almarhum sering mengelak.

"Kita sering ngobrol bareng. Melihat raut mukanya sepertinya dia ada masalah dan ketika saya tanyakan apakah ada masalah, beliau selalu berkelit dan mengalihkan pembicaraan," ungkap Punglik.

Sebelum Meninggal, Wayan Darsa Buat Surat Wasiat

DENPASAR - Sabtu (10/1/2015) pagi, belasan karangan bunga berjajar di jalan menuju rumah di Jalan Setiabudi IX No 4, Denpasar.

Dari sekian karangan bunga, terlihat sebuah gambar banteng hitam bermoncong putih dengan latar belakang merah.

Belasan karangan tersebut, bertuliskan ucapan belasungkawa atas meninggalnya I Wayan Darsa, mantan Ketua DPRD Denpasar. Karangan bunga itu datang dari beberapa ranting PDI Perjuangan.

"Jenazahnya akan dikuburkan Rabu (14/1/2015). Tadi pagi sudah dipastikan setelah ditanyakan (Balean kepada sesuhunan)," ujar seorang laki-laki yang berumur sekitar 35 tahun.

Jasad Wayan Darsa akan dikuburkan di Sentra Badung.

Sementara itu, informasi yang dihimpun menyebutkan Wayan Darsa sudah menulis surat wasiat di mana tertulis beberapa pesan.

"Informasinya memang ada (surat wasiat), tapi kami belum bisa memastikan. Kami belum lihat isi suratnya," ujar Kapolsek Denpasar Barat (Denbar) Kompol I Made Joni Antara Putra.




sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

TNI Turun Tangan Memperketat Pos Jaga Gunung Agung

Gunung Agung AMLAPURA - Banyaknya warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) memilih balik ke rumah daripada tinggal di pengungs...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen