Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Gara-gara HP-nya Lawas, Wiryadana Gantung Diri

Gara-gara HP-nya Lawas, Wiryadana Gantung Diri

Written By Dre@ming Post on Selasa, 13 Januari 2015 | 7:28:00 AM

Menurut informasi yang dihimpun, Wiryadana menghabisi dirinya disebabkan karena tak kunjung dibelikan HP baru. Dengan raut wajah sedih, Losin menceritakan kejadian itu. Sebelum gantung diri, Losin sempat melihat Wiryadana di kamarnya bermain dan mendengarkan lagu yang tersimpan di handphone (HP) miliknya. Namun, Losin melihat Wiryadana meneteskan air mata. Kemudian ia pun menghampiri anaknya itu. Gbr Ist
AMLAPURA - I Ketut Losin (54) warga Dusun Batang, Desa Labasari, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali kaget saat melihat anaknya, I Made Wiryadana (15) sudah tergantung. Ia melihat anaknya sudah tergantung di dapur miliknya, Senin (12/1/2015) sekitar pukul 14.00 Wita.

”Biasanya Wiryadana pulang sekolah sekitar pukul 14.00 Wita, karena harus mengikuti pemantapan di sekolahnya,” kenang Losin saat ditemui di IRD RSUD Karangasem, kemarin.

Kemudian dengan buru-buru Losin melepaskan ikatan tali yang menjerat anaknya. Dengan dibantu warga sekitar, Losin langsung membawa anaknya menuju RSUD Karangasem. Namun nyawa Wiryadana tak bisa tertolong.

Menurut informasi yang dihimpun, Wiryadana menghabisi dirinya disebabkan karena tak kunjung dibelikan HP baru. Dengan raut wajah sedih, Losin menceritakan kejadian itu. Sebelum gantung diri, Losin sempat melihat Wiryadana di kamarnya bermain dan mendengarkan lagu yang tersimpan di handphone (HP) miliknya. Namun, Losin melihat Wiryadana meneteskan air mata. Kemudian ia pun menghampiri anaknya itu.

“Saat itu saya sudah selesai masak. Lalu Wiryadana saya suruh makan karena baru datang dari sekolah,” tambah Losin..

Wiryadana bergegas menuju dapur miliknya. Bukannya makan, Wiryadana malah gantung diri. Losin baru sadar saat melihat pintu dapur dalam keadaan tertutup dan terkunci dari dalam.

”Lalu saya coba lihat melalui jendela. Namun anak saya sudah dalam keadaan tergantung. Pintu dapur yang diganjal batako akhirnya saya dobrak,” jelas Losin.

Ibu Wiryadana, Ni Luh Ayu (52) menangis saat melihat anaknya gantung dirinya. Ia pun terlihat shock dan terus meratapi anak kesayangannya. ”Padahal apapun yang ia minta, saya berikan,” kata Ayu.








propinsibali.com_____
sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Pergerakan Magma GA Menurun, Drone Diterbangkan Ambil Sampel Gas

Gunung Agung siang tadi, Sabtu (18/11/2017) Pengamatan PVMG Seminggu Terakhir, Begini Pergerakan Magmanya AMLAPURA - Gunung Agung...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen