Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Separuh Kasus Bocor Lambung Tak Disertai Gejala

Separuh Kasus Bocor Lambung Tak Disertai Gejala

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 27 Desember 2014 | 8:34:00 PM

dr Ketut Sumandi Sp PD
Secara umum baik ulkus peptikum atau perforasi gaster atau bocor lambung memiliki gejala yang mirip dengan gejala maag, yaitu nyeri pada ulu hati.

Dikatakan spesialis penyakit dalam, dr Ketut Sumandi Sp PD, penyebab nyeri sama, yaitu zat asam lambung yang mengenai rongga perut.

Pada kasus ulkus peptikum dan perforasi gaster, terutama yang disebabkan oleh luka tusukan, faktor genetis dan kuman Hpylori, gejala disertai dengan perut yang terasa cepat penuh, warna feses hitam hingga sering bersendawa.

Namun Sumandi mengakui, 50 persen kasus pasien perforasi gaster ini, asymptomatic atau tanpa gejala.

Dalam artian pasien tidak merasakan keluhan apapun meski lambung atau usus 12 jarinya mengalami luka.

Khususnya pada kasus perforasi gaster yang diakibatkan oleh paparan obat-obatan pereda rasa sakit, asymptomatic yang dialami pasien dikarenakan efek dari NSAID.

"NSAID fungsinya kan meredakan nyeri. Pada kasus perforasi gaster yang diakibatkan oleh konsumsi obat-obatan pereda rasa sakit secara berlebihan, asymptomatic ini terjadi karena rasa nyerinya sudah diredam. Jadi sebetulnya luka itu sudah ada, tapi tidak terasa oleh pasien," paparnya.

Akibatnya, pasien cenderung terlambat mengetahui penyakit ini, yaitu ketika penyakit sudah mencapai stadium tinggi. Umumnya penyakit ini baru disadari si pasien ketika sudah terjadi muntah darah.

"Biasanya pasien itu baru tahu kalau sudah muntah darah. Muntah darah ini salah satunya diakibatkan oleh sifat NSAID yang mampu mengencerkan darah, sehingga orang itu mudah mengalami pendarahan," papar Sumandi.

Resep Dokter

Pada pasien yang telah terdeteksi ulkus peptikum atau bahkan perforasi gaster, dokter yang menyelesaikan studi spesialis penyakit dalamnya di Universitas Udayana ini, menyarankan untuk tidak mengonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak asam.

"Karena sifatnya luka, sebaiknya jangan makan buah yang terlalu asam. Kurangi atau justru hindari sama sekali konsumsi kopi, karena ada kafeinnya. Apalagi rokok dan minuman beralkohol," paparnya.

Sedangkan untuk pengobatannya, jika lubang belum terbentuk atau masih berupa luka, yaitu yang terjadi pada ulkus peptikum, pengobatan masih bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter.

"Seperti ulkus yang disebabkan kuman Hpylori misalnya, luka bisa disembukan dengan diberi obat yang fungsinya membunuh kuman itu," papar Sumandi.

Namun, berbeda kondisinya dengan perforasi gaster yang telah menyebakan lubang hingga lapisan terluar lambung, pengobatan harus dilakukan dengan cara pembedahan.

Tujuan dari pembedahan adalah untuk menutup lubang tersebut.




sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Pergerakan Magma GA Menurun, Drone Diterbangkan Ambil Sampel Gas

Gunung Agung siang tadi, Sabtu (18/11/2017) Pengamatan PVMG Seminggu Terakhir, Begini Pergerakan Magmanya AMLAPURA - Gunung Agung...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen