Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Di Karangasem, Ada Tradisi Adu Cepat Suami Gendong Istri di Lumpur Sawah

Di Karangasem, Ada Tradisi Adu Cepat Suami Gendong Istri di Lumpur Sawah

Written By Dre@ming Post on Jumat, 26 Desember 2014 | 8:48:00 AM

Tradisi lomba suami menggendong istri di lumpur sawah yang berlangsung di Desa Duda Timur, Karangasem, Bali.
BALI - Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi areal sawah di sekitar Jalan Raya Pesangkan, Dusun Pesangkan Anyar, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali, Rabu (24/12/2014). Mereka melihat tradisi tarik tambang, gendong istri, dan tangkap bebek yang digelar setiap tahun sekali di Desa Duda Timur.

Tradisi ini berlangsung di sawah yang berlumpur. Para peserta tentu harus rela terkena lumpur untuk menjadi pemenang.

Tradisi dimulai dari tarik tambang yang dikemas seperti lomba. Sembilan dusun di Desa Duda Timur mengirim sekaa (regu) untuk menjadi peserta. Setiap dusun mengirim dua sekaa tarik tambang yaitu regu laki-laki dan perempuan.

Para peserta pun senang dan semangat mengikuti tradisi tarik tambang. Bahkan saking semangatnya, para sekaa tarik tambang tak menghiraukan medan lumpur. Pakaian mereka bercampur lumpur, begitu juga lumpur menempel di wajah peserta. Beberapa peserta berjatuhan lumpur.

”Saya setiap tahun ikut serta tradisi tarik tambang. Hanya saat ini saya tak dapat juara,” ujar peserta asal Dusun Wates Kaja, I Gede Kusuma Dana saat ditemui, kemarin.

Meski tak meraih juara, Dana mengaku senang bisa mengikuti tradisi tersebut. Usai tarik tambang, dilanjutkan dengan lomba gendong istri. Beberapa kepala dusun pun turun untuk bersaing menyentuh garis finish. Para kepala dusun beradu cepat dengan menggendong sang istri. Tidak sedikit, para kepala dusun terjatuh.

Perbekel Desa Duda Timur, I Gede Pawana mengaku kegiatan ini merupakan tradisi yang digelar setiap tahun. Tradisi ini sebagai bentuk ucapan rasa syukur kepada Ida Shang Hyang Widhi Wasa yang telah memberikan hasil pertanian melimpah kepada para petani.

”Setiap Desember para petani di sini (Duda Timur) biasanya panen. Tradisi ini dilakukan semata-mata untuk mengungkapkan rasa syukur,” ujar Pawana.

Tradisi ini juga bertujuan menghibur para petani yang setiap hari sibuk dengan aktivitasnya.

”Tradisi yang kami lakukan juga bertepatan dengan HUT Desa Duda Timur yang ke-27. Mudah-mudahan hasil pertanian para petani akan bertambah melimpah,” jelas Pawana.





sumber : KOMPAS
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen