Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Gemakan Perdamaian di Bali, Dubes Iran Berharap BDF Dapat Berlanjut

Gemakan Perdamaian di Bali, Dubes Iran Berharap BDF Dapat Berlanjut

Written By Dre@ming Post on Minggu, 12 Oktober 2014 | 9:05:00 AM

"Semua tindakan positif yang membawa Indonesia maju sebagai sebuah negara yang berkontribusi untuk menjaga stabilitas demokrasi dan membawa pesan positif. Jadi untuk semua niat baik itu, kelanjutan acara ini (BDF) benar-benar direkomendasikan," kata Muhammad Farazandeh di Bali, Sabtu.
Dubes Iran Berharap BDF Dapat Berlanjut

Duta Besar Iran untuk Indonesia Muhammad Farazandeh menyampaikan harapan agar Forum Demokrasi Bali (Bali Democracy Forum) dapat berlanjut di masa yang akan datang karena dinilai bermanfaat dalam menjaga stabilitas demokrasi, khususnya di kawasan Asia-Pasifik.

"Semua tindakan positif yang membawa Indonesia maju sebagai sebuah negara yang berkontribusi untuk menjaga stabilitas demokrasi dan membawa pesan positif. Jadi untuk semua niat baik itu, kelanjutan acara ini (BDF) benar-benar direkomendasikan," kata Muhammad Farazandeh di Bali, Sabtu.

Ia mengaku para pejabat tinggi Iran sejak awal selalu menghadiri BDF, yakni mulai dari tingkat presiden, menteri luar negeri, perwakilan menteri luar negeri, pernah datang ke forum tahunan demokrasi tersebut.

"Kami mempertimbangkan inisiatif-inisiatif untuk mencapai demokrasi yang merujuk pada stabilitas dan kedamaian. Perdamaian dan stabilitas yang bisa membawa seluruh negara bersatu," ungkapnya.

Menurut dia, Indonesia bisa mengubah dan menyesuaikan forum tersebut dengan membawa ide-ide baru dan cara terbaik untuk mengembangkan proses demokrasi yang sedang berjalan.

"Ketika Anda memiliki sistem demokrasi di negara Anda, maka Anda akan tergabung dalam sebuah asosiasi negara demokrasi. Ini seperti sebuah keluarga besar yang ada di dunia," ujar Farazandeh.

Pada kesempatan lain, Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal menyampaikan bahwa para peserta Bali Democracy Forum berharap agar forum itu dapat dilanjutkan hingga pada masa pemerintahan baru di Indonesia, yang dipimpin Joko Widodo - Jusuf Kalla.

"Kesimpulannya hampir semua peserta menyatakan agar forum ini dilanjutkan, karena mereka memandang ini sangat bermanfaat bagi mereka. Semua pihak belajar hal baru dari setiap demokrasi yang berjalan di negara lain, dan ini memang kekuatan dari BDF," kata Dino.

"Jadi, mereka berharap BDF ini terus dilanjutkan dari tahun ke tahun. Mudah-mudahan pemerintah mendatang juga akan terus melanjutkan," tambahnya.

Masyarakat Lintas Agama Gemakan Perdamaian di Bali

Ribuan peserta dari sejumlah elemen masyarakat lintas agama berkumpul di Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar, untuk menggelar "Gema Perdamaian" di tengah situasi bangsa dan kondisi di berbagai belahan dunia masih banyak terdapat konflik.

"Damai dan harmoni itu tidak jatuh dari langit begitu saja, tetapi harus diusahakan dan dipertahankan. Kalau semua mendambakan perdamaian dan harmoni, maka harus dimulai dari diri kita sendiri dengan menghilangkan amarah dan dendam dan tak boleh serakah yang mencederai perdamaian," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menghadiri Gema Perdamaian di Denpasar, Sabtu.

Menurut dia, meski Bali pulau kecil, namun gema damai diharapkan akan terdengar mendunia.

Apalagi, lanjut Mantan Kepala Polda Bali itu, sejumlah slogan disematkan kepada Pulau Dewata, di antaranya "Island of Peace and Democracy", "Island of Love" yang diharapkan menjadi jalan menunjukkan suara perdamaian di Bali kepada dunia.

Pastika juga mengimbau umat manusia untuk selalu introspeksi di tengah latar belakang suku, agama, dan ras yang beragam di Indonesia.

"Mungkin kita berbeda tetapi intinya tidak ada agama yang mengajarkan keburukan, semua mengajarkan damai dan kasih sayang," ucapnya.

Ketua Panitia Gema Perdamaian 2014, Made Suryawan mengatakan tidak ada perbedaan terhadap pelaksanaan kegiatan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menegaskan tidak ada hal khusus yang diangkat meskipun sejumlah masalah terjadi di antaranya terkait gonjang-ganjing perpolitikan di Tanah Air.

Namun yang lebih ditekankan suara perdamaian yang harus ditingkatkan baik kuantitatif maupun kualitatif.

"Kami tidak ikut campur politik. Kami ingin kegiatan ini berlandasakan kemurnian. Kami sadari perdamaian itu menjadi sesuatu hal yg langka dan mahal olhkrn itu ini digalakkan lagfi secara kualittif dan kuantitaif," katanya.

Ia mengharapkan agar pemerintah daerah di seluruh Indonesia juga ikut menyosialisasikan gema perdamaian agar kegiatan itu tak hanya dimaknai di Pulau Dewata.

Pada pelaksanaan ke 11 kali ini, kegiatan yang digelar sehari sebelum peringatan Bom Bali I tahun 2002 itu, sejumlah kegiatan digelar di antaranya ritual "Padayatra" dengan mengelilingi lapangan mengagungkan nama Tuhan, doa-doa, hingga penyalaan obor perdamaian.

Selain dihadiri ribuan masyarakat dan tokoh agama, kegiatan itu juga dihadiri Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal Torry Djohar Banguntoro, Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta, dan sejumlah tokoh masyarakat lain.



sumber : Antara Bali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen