Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Tabrakan Beruntun, Truk Tabrak Rumah, 2 Tewas, 4 Luka

Tabrakan Beruntun, Truk Tabrak Rumah, 2 Tewas, 4 Luka

Written By Dre@ming Post on Rabu, 14 Mei 2014 | 7:41:00 AM

Tabrakan beruntun. Gbr Ist
SINGARAJA - Tabrakan mengerikan yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalur Utama Denpasar-Singaraja via Bedugul, tepatnya di Banjar Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Senin (12/5) siang pukul 13.30 Wita. Sebuah truk melaju tanpa kendali hingga menabrak mobil dan sejumlah motor, sebelum akhirnya berhenti setelah tabrak rumah warga. Kecelakaan maut ini menyebabkan 2 korban tewas dan 4 orang terluka.

Kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun di Jalur Tanjakan Denpasar-Singaraja tepat KM 10 Desa Gitgit ini masing-masing Truk DK 9325 AN, mobil Xenia DK 1529 FL, sepeda motor Satria DK 5977 CZ, sepeda motor Honda Beat DK 7154 VF, dan sepeda motor Shogun DK 4931 VF.

Sedangkan 2 korban tewas dalam musibah maut kemarin siang masing-masing I Made Yudiarta, 14 (pengendara motor Shogun DK 4931 VF yang merupakan siswa SMP asal Banjar Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng) dan Ni Nyoman Sari, 75 (penghuni rumah yang ditabrak Truk DK 9325 AN di Banjar Pumahan, Desa Gitgit).

Sementara 4 korban terluka adalah I Kadek Agus Subagia, 15 (pengendara Beat DK 7154 VF yang pelajar SMP asal Banjar Dinas Gitgit, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng), I Ketut Sariasa, 34 (pengendara motor Satria DK 5977 CZ asal Banjar Dinas Gitgit, Desa Gitgit), Marson, 30 (pengemudi mobil Xenia DK 1529 FL asal Jalan Kargo Permai Denpasar), dan Seprianus Clone, 23 (sopir Truk maut DK 9325 AN).

Informasi di lapangan, kecelakaan maut yang merenggut 2 nyawa dan 4 korban terluka di KM 10 Desa Gitgit kemarin siang, dipicu ulah Truk DK 9325 AN yang dikemudikan sopir Seprianus Clone. Truk maut yang mengangkut baja ringan ini melaju tanpa terkendali dari arah selatan (Denpasar) menuju Singaraja dalam kondisi jalan menurun.

Begitu memasuki lokasi TKP di Banjar Dinas Pumahan, Desa Gitgit yang berjarak sekitar 20 meter sebelah selatan Simpang Tiga menuju Desa Pegayaman (Kecamatan Sukasada), truk yang juga berisi 2 kernet yakni Amandadus, 25, dan Agustinus Naeopi, 25 menabrak mobil Xenia DK 1529 FL dari arah berlawanan.

Tak pelak, mobil Xenia yang dikemudikan Marson dan melaju dari arah utara (Singaraja) pun langsung mundur---ke arah menurun. Mobil Xenia naas yang terpental mundur ini kemudian menabrak sepeda motor Suzuki Satria DK 5977 CZ yang dikemudikan Ketut Sariasa. Tak pelak, baik sopir Marson (karyawan swasta) maupun Ketut Sariasa terluka dalam musibah ini. Beruntung, nyawanya selamat. Sedangkan Truk maut DK 9325 AN yang dikemudikan sopir Seprianus Clone, tidak berhenti sebetas menabrak mobil Xenia. Truk yang kehilangan kendali ini kembali menabrak sepeda motor Honda Beat DK 7154 VF yang dikendari I Kadek Agus Subagia. Akibatnya, pelajar SMP asal Banjar Dinas Gitgit, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada ini luka berat dan koma, hingga harus dirujuk ke RS Sanglah, Denpasar.

Selain menabrak mpotor Beat yang ditunggangi Kadek Agus Subagia, Truk DK 9325 AN kembali lindas sepeda motor Suzuki Shogun nopol DK 4931 VF. Walhasil, pengendara motor Shogun, I Made Yudiarta, pelajar SMP asal Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit langsung tewas mengenaskan di lokasi TKP. Habis menewaskan korban Made Yudiarta, Truk maut yang dikemudikan sopir Seprianus Clone terus meluncur hingga menabrak rumah milik keluarga I Kadek Widiarta, 26, di Banjar Dinas Pumahan, Desa Gitgit. Setelah menabrak rumah keluarga Kadek Widiarta, barulah truk maut tersebut berhenti.

Di rumah yang ringsek akibat ditabrak truk ini, jatuih satu korban jiwa, yakniu Ni Nyoman Sari. Perempuan sepuh berusia 75 tahun yang tewas diseruduk truk ini adalah nenek dari pemilik rumah, Kadek Widiarta. Saat rumahnya ditabrak truk, Dadong (Nenek) Nyoman Sari sedang duduk pada dipan di teras depan rumah, karena majejaitan untuk persiapan Hari Raya Galungan. Dadong Sari tewas mengenaskan setelah sempat selama 2 jam dirawat di IRD RSUD Buleleng di Singaraja, karena mengalami luka parah di bagian kepala.

Beruntung, pemilik rumah, Kadek Widiarta (cucu dari korban Dadong Sari) selamat dari maut tanpa terluka sedikit pun. Sebab, saat rumahnya ditabrak truk, Kadek Widiarta sedang berada di dalam kamar. Demikian pula salah seorang keponakannya yang diajak tinggal di rumah naas ini, selamat dari maut. Namun, dua unit sepeda motor yang parkior di halaman rumah Kadek Widiarta ringsek akibat dilindas truk. Motor tersebyt masing-masing DK 4112 VH dan DK 3928 VJ, keduanya milik Kadek Agus Santiawan.

Sementara, sopir truk maut, Seprianus Clone, selamat dari maut. Dia hanya terluka ringan, meski truk yang dikemudikannya menabrak rumah, setelah seruduk mobil Xenia dan dua sepeda motor. Dua kernet yang diajak sang sopir, yakni Amandadus dan Agustinus Naeopi, juga selamat dari maut tanpa terluka. Pasca musibah, spor truk maut ini langsung diamankan ke Mapolsek Sukasada, Buleleng untuk proses lebih lanjut.

Kapolsek Sukasada, Kompol Nyoman Surita, yang ditemui di lokasi kejadian kemarin siang, belum bisa memberikan banyak komentar terkait kecelakaan maut yang merenggut 2 korban nyawa dan 4 korban terluka ini. Namun, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan maut ini terjadi akibat out of control di mana sopir truk tak bisa mengendalikan kendaraannya.

“Perkiraan sementara, benturan pertama terjadi antara Truk DK 9325 AN dengan mobil Xenia DK 1529 FL dari arah berlawanan. Setelah itu, truk menghantam dua sepeda motor, baru kemudian menabrak rumah. Kami masih fokus mengamankan sopir dan kernetnya dulu, serta mengevakuasi bangkai kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun,” ujar Kapolsek Nyoman Surita.

Sementara itu, jasad korban I Made Yudiarta yang tewas di lokasi TKP, kemarin siang sudah langsung dibawa keluarganya ke rumah duka di Banjar Pererenan Bunut, Desa Pakraman Gitgit. Jenazah siswa SMP berusia 14 tahun ini sudah langsung dimakamkan di Setra Desa Pakraman Gitgit pada Soma Umanis Sungsang, Senin sore.

Korban Made Yudiarta merupakan anak kedua pasangan I Ketut Gampil, 42, dan Ni Luh Sarni, 42. Siswa Kelas I SMPN 1 Sukasada, Buleleng ini kemarin tewas ditabrak truk sepulang sekolah usai ulangan umum. Menurut ayah korban, Ketut Gampil, anak keduanya ini sudah terbiasa ke sekolah naik motor, karena jaraknya cukup jauh dari rumah.

Namun, Ketut Gampil tidak menyangka anaknya akan tewas mengenaskan di jalan. Sebelum kejadian, dia juga tidak ada mendapat firasat apa pun. “Yang jelas, hari ini (kemarin) anak saya baru pertama kali masuk pagi, karena kakak tingkatnya yang Kelas III sudah selesai ujian nasional. Tgernyata, ini jadi hari kematiannya,” keluh Ketut Gampil saat ditemui di rumah duka kemarin.



sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Pergerakan Magma GA Menurun, Drone Diterbangkan Ambil Sampel Gas

Gunung Agung siang tadi, Sabtu (18/11/2017) Pengamatan PVMG Seminggu Terakhir, Begini Pergerakan Magmanya AMLAPURA - Gunung Agung...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen