Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Brimob Asal Bali Tewas Didor Teroris

Brimob Asal Bali Tewas Didor Teroris

Written By Dre@ming Post on Jumat, 07 Februari 2014 | 7:36:00 AM

Tiba-tiba, pasukan Brimob yang akan melakukan penyisiran di lokasi langsung diberondong tembakan oleh kelompok tak dikenal. Kemudian, pasukan Brimob pun langsung membalas tembakan dan terjadilah aksi baku tembak selama beberapa waktu. Dari lokasi baku tembak tersebut, ditemukan berbagai alat bukti, di antaranya satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, satu casing bom lontong, 13 butir selongsong peluru kaliber 5.56 milimeter, 34 buah potongan besi cor, satu pasang sepatu, dua celana pendek, satu lakban coklat, satu terpal warna biru, karung warna putih, dan plastik hitam pembungkus pot besi, cassing bom, dan selongsong peluru. Diduga kuat, kelompok bersenjata yang terlibat baku tembak di Poso kemarin adalah kelompok terotis pimpinan Santoso alias Abu Wardah. Sebelumnya, Santoso diduga terlibat penembakan tiga anggota polisi di BCA Palu, Sulteng, 25 Mei 2011 lalu. Gbr Ist
DENPASAR - Seorang personel Brimob asal Bali, Bharada I Putu Satria Wira Bhuana, 21, tewas didor kelompok teroris dalam baku tembak di kawasan konflik Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (6/2) siang. Selain merenggut nyawa Putu Satria Wira Bhuana, seorang terduga teroris juga dilaporkan tewas dalam baku tembak tersebut.

Aksi baku tembak yang menewaskan Putu Satria Wira Bhuana terjadi saat pasukan gabungan Brimob melakukan patroli di kawasan pegunungan Desa Taunca, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulteng, Kamis siang sekitar pukul 11.00 Wita. Lokasi kontak senjata tersebut berjarak sekitar 20 km dari pusat Kota Poso. Versi Kapolres Poso, AKBP Kusnadi, sebelum terlibat aksi baku tembak dengan pasukan Brimob, kelompok teroris kemarin sempat sandera 4 warga Desa Sahunca, Kecamatan Poso Pesisir. "Keempat warga itu hendak ke atas gunung yang berada di desanya. Ketika itu, mereka berpapasan dengan kelompok bersenjata, lalu disandera. Tapi, karena yakin 4 warga itu tak tahu bahwa yang menyandera adalah teroris, maka dilepaskan lagi," papar Kusnadi.

Selanjutnya, keempat warga yang sempat disandera tersebut melaporkan ke pamong desa setempat. Kemudian, laporan dilanjut ke polisi. "Menurut laporan warga, mereka mencurigai kelompok itu adalah bandit. Tapi, kami curiga, karena bandit jarang bermarkas di gunung. Makanya, kami menurunkan pasukan untuk berpatroli ke daerah itu," jelasnya. Namun, ketika melakukan patroli di kawasan pegunungan, pasukan Brimob langsung ditembaki oleh kelompok bersenjata. "Anggota yang berpatroli langsung mengontak markas, dan kami lakukan pengepungan," terang Kusnadi. Pasukan gabungan Sat Brimob Polda Sulteng mengendus adanya tempat yang digunakan untuk latihan teror di Poso. Kemudian, pasukan Brimob melakukan penyisiran di wilayah tersebut sampai akhirnya menemukan sebuah pondok yang diduga jadi tempat untuk latihan kelompok teroris di Dusun Impo Padang Lembaram, perbatasan Desa Taunca, Kecamanatan Poso Pesisir.

Tiba-tiba, pasukan Brimob yang akan melakukan penyisiran di lokasi langsung diberondong tembakan oleh kelompok tak dikenal. Kemudian, pasukan Brimob pun langsung membalas tembakan dan terjadilah aksi baku tembak selama beberapa waktu. Dari lokasi baku tembak tersebut, ditemukan berbagai alat bukti, di antaranya satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, satu casing bom lontong, 13 butir selongsong peluru kaliber 5.56 milimeter, 34 buah potongan besi cor, satu pasang sepatu, dua celana pendek, satu lakban coklat, satu terpal warna biru, karung warna putih, dan plastik hitam pembungkus pot besi, cassing bom, dan selongsong peluru. Diduga kuat, kelompok bersenjata yang terlibat baku tembak di Poso kemarin adalah kelompok terotis pimpinan Santoso alias Abu Wardah. Sebelumnya, Santoso diduga terlibat penembakan tiga anggota polisi di BCA Palu, Sulteng, 25 Mei 2011 lalu.

Dia juga disebut sempat memimpin pelatihan teroris di Poso. "Itu kelompok Santoso," jelas Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Agus Rianto, Kamis kemarin. Dalam baku tembak kemarin, satu anggota Brimob tewas tertembak, yakni Bharada Putu Satria Wira Bhuana, personel asal Tempek I, Desa Pakraman Moding Sari, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Jembrana. Seorang terduga teroris juga dilaporkan tewas, namun tak disebutkan identitasnya. Selain itu, ada satu orang yang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. "Anggota Brimob meninggal dunia dan kelompok mereka (teroris) yang kelompok tertentu bersenjata itu tertangkap satu dan tertembak, satu meninggal dunia," ungkap Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Soemarno, dilansir Tribunnews secara terpisah di Palu, Kamis kemarin. Jenazah Bharada Putu Satria Wira Bhuana, personel Brimbob korban baku tembak di Poso, baru dievakuasi dari lokasi kejadian, Kamis sore sekitar pukul 17.00 Wita. Kasat Brimob Polda Bali, AKBP Drs Rudi Harianto, membenarkan membenarkan personel yang tewas itu adalah Bharada Putu Satria Wira Bhuana.

Korban merupakan anggota Sat Brimob Polda Bali yang ditugaskan di Poso, Sulawesi Tengah, sejak setahun lalu. Menurut Rudi, jenazah Putu Satria rencananya akan tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, Jumat (7/2) pagi ini sekitar pukul 07.00 Wita. Nantinya, jenazah korban akan diupacarai dulu, sebelum dibawa ke rumah duka di Desa Pakraman Moding Sari, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Jembrana. Namun, Rudi belum mengetahui kapan jenazah Putu Satria akan diabenkan keluarganya di Jembrana. “Kami masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak keluarga korban di Jembrana,” ungkap Rudi saat dikonfirmasi secara terpisah di Denpasar, Kamis sore. Almarhum Putu Satria merupakan putra sulungdari tiga bersaudara keluarga pasangan Aiptu I Ketut Telayana, 45, dan Ni Wayan Sulastri, 43. Sang ayah, Aiptu I Ketut Telayana, juga seorang anggota Polri yang kini bertugas di Polsek Melaya. Menurut Ketut Telayana, awalnya dia sempat dapat kabar dari teman-teman anggota Polsek Melaya soal ada musibah di Poso.

Tapi, informasinya siangitu masih simpang siur. “Begitu tiba di rumah sore sekitar pukul 15.30 Wita, barulah saya dapat kabar pasti kalau anak saya tewas dalam baku tembak di Poso,” cerita Ketut Telayana saat ditemui di rumah duka di Desa Pakraman Moding Sari, Desa Candikusuma, kemarin sore. Ketut Telayana menyatakan, kepastian kabar kematian putranya itu didapatkan langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah, yang meneleponnya ke Jembrana. “Pak Kapolda Sulteng menelepon saya, katanya anak saya meninggal dunia dalam melaksanakan tugas. Saya tidak sempat menanyakan bagaimana detail kejadiannya,” jelas ayah dari tiga anak ini.


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

GA Tipe Tertutup, Fase Letusan Freatik, Freatomagmatik, Terakhir Magmatik

Penampakan Gunung Agung dari Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang, Karangasem, Rabu (22/11/2017) sore (grafis) 3 Kali Tremor Menerus Te...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen