Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Buleleng Diamuk Bencana, 4 Tewas

Buleleng Diamuk Bencana, 4 Tewas

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 25 Januari 2014 | 7:18:00 AM

bencana yang menewaskan 4 orang dan 3 korban terluka ini terjadi hampir bersamaan di tempat terpisah. Korban Ni Kadek Sri Ayu Padmini terseret air bah dan longsor sejuah 500 meter sepulang dari kuliah, Kamis sore pukul 17.30 Wita. Mahasiswi STKIP Agama Hindu Singaraja ini terseret bersama motor Vario yang ditungganginya. Saat musibah terjadi, posisinya sekitar 500 meter dari rumahnya di Banjar Manuksesa, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan. Jasad korban Kadek Sri Ayu Padmini yang merupakan putri pasangan I Wayan Wardi, 45, dan Ni Luh Mariani, 42, ini baru ditemukan Kamis malam pukul 23.30 Wita. Saat ditemukan, jasad korban tersangkut bebatuan di tengah sawah. Sementara motornya, baru ditemukan warga Jumat pagi, tak jauh dari posisi jazad korban. Jenazah korban Kadek Sri Ayu Padmini sendiri sudah dimakamkan keluarganya di Setra Desa Pakraman Bebetin, Jumat sore kemarin.
SINGARAJA - Bencana banjir dan longsor akibat hujan lebat di Buleleng, Kamis (23/1) pagi hingga malam, menyebabkan 4 korban tewas dan 3 lainnya terluka. Dari 4 korban tewas tersebut, 2 orang di antaranya berada dalam satu mobil yang dihantam tebing longsor hingga jatuh ke jurang sedalam 30 meter.

Dua (2) korban tewas dalam satu mobil yang dihantam tebing longsor di Jalur Utama Singaraja-Denpasar Via Kintamani, tepatnya di Desa Mangening, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, masing-masing I Putu Wijana, 46 (asal Desa Sangket, Kecamatan Sukasada, Buleleng) dan sahabatnya yakni I Made Sudarsana, 40 (asal Dusun Gentong, Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Gianyar). Korban dua sekawan Putu Wijana dan Made Sudarsana diterjang tebing longsor saat mobil yang dikemudikannya melintas di lokasi TKP dalam perjalanan dari Singaraja menuju Tegallalang, Gianyar, Kamis sore sekitar pukul 17.00 Wita. Namun, kedua korban baru bisa dievakuaso dalam kondisi tewas mengenaskan di jurang, Jumat (24/1) pagi pukul 07.00 Wita. Sedangkan dua korban tewas lainnya masing-masing Ni Kadek Sri Ayu Padmini, 19 (mahasiswi STKIP Agama Hindu Singaraja asal Banjar Manuksesa, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng) dan Ni Made Ayu Budi Utami, 14 (remaja asal Banjar Pamesan, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng).

Korban Kadek Ayu Padmini ditemukan tewas di tengah persawahan Banjar Manuksesa, Desa Bebetin, Kamis malam pukul 23.30 Wita, akibat terseret air bah dan longsor. Sepeda motor yang ditunggangi korban baru ditemukan Jumat pagi kemarin. Sedangkan korban Made Ayu Budi Utami tewas seketika akibat tertimpa tembok penyengker roboh di rumahnya di Banjar Pamesan, Desa Lokapaksa, Seririt, Kamis malam pukul 22.00 Wita. Sementara, 3 korban terluka dalam bencana alam di Buleleng, Kamis malam, masing-masing I Putu Kasta, 40 (ayah dari korban tewas Made Ayu Budi Utami yang dihantam tembok penyengker roboh di Desa Lokapaksa), Ni Komang Wartini, 36 (istri dari korban I Putu Kasta atau ayah dari korban tewas Made Ayu Budi Utami), dan Ni Luh Putu Arini, 16 (anak dari pasutri I Putu Kasta-Ni Komang Wartini atau kakak kandung korban tewas Made Ayu Budi Utami).

Informasi di lapangan, bencana yang menewaskan 4 orang dan 3 korban terluka ini terjadi hampir bersamaan di tempat terpisah. Korban Ni Kadek Sri Ayu Padmini terseret air bah dan longsor sejuah 500 meter sepulang dari kuliah, Kamis sore pukul 17.30 Wita. Mahasiswi STKIP Agama Hindu Singaraja ini terseret bersama motor Vario yang ditungganginya. Saat musibah terjadi, posisinya sekitar 500 meter dari rumahnya di Banjar Manuksesa, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan. Jasad korban Kadek Sri Ayu Padmini yang merupakan putri pasangan I Wayan Wardi, 45, dan Ni Luh Mariani, 42, ini baru ditemukan Kamis malam pukul 23.30 Wita. Saat ditemukan, jasad korban tersangkut bebatuan di tengah sawah. Sementara motornya, baru ditemukan warga Jumat pagi, tak jauh dari posisi jazad korban. Jenazah korban Kadek Sri Ayu Padmini sendiri sudah dimakamkan keluarganya di Setra Desa Pakraman Bebetin, Jumat sore kemarin.

Menurut Kepala Desa (Perbekel) Bebetin, I Ketut Laksana, bencana longsor di wilayahnya, Kamis sore, terbilang cukup berat. “Begitu tanda-tanda bencana terlihat, semua warga yang tinggal di atas (dekat lokasi longsor) langsung mengungsi,” ungkap Perbekel Ketut Laksana, Jumat kemarin. Sementara, korban dua sekawan, Putu Wijana dan Made Sudarsana, dihantam tebing longsor saat mobilnya melintas di medan tanjakan Jalur Utama Singaraja-Denpasar vis Kintamani wilayah Desa Mangening, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, kamis sore. Informasi yang dihimpun, awalnya kedua korban berangkat dari rumah Putu Wijana di Desa Sangket, Kecamatan Sukasada hendak menuju rumah Made Sudarsana di Desa/Kecamatan Tegallalang, Gianyar.

Menurut Kepala Lingkungan (Kaling) Sangket, Desa Sangket, I Putu Mariada, kedua korban berangkat dari rumah Putu Wijana, Kamis sore pukul 16.00 Wita. Naas, mobil Terios DK 800 US yang dikendarai kedua korban disapu material longsor di lokasi TKP, sekitar pukul 17.00 Wita. Proses pencarian sempat dilakukan petugas dibantu warga sekitar, sejak sore hingga malam. Namun, jasad kedua korban belum bisa dievakuasi dari dasar jurang sedalam 30 meter, karena medan yang cukup berat. Proses evakuasi baru bisa dilakukan, Jumat pagi pukul 07.00 Wita. Begitu dievakuasi, jenazah kedua korban kemarin langsung dibawa ke RSUD Buleleng di Singaraja untuk dilakukan visum luar. Usai dibersihkan di rumah sakit, jenazah Putu Wijana dipulangkan ke rumah duka di Desa Pakraman Sangket, sementarta jenazah Made Sudarsana dipulangkan ke rumah duka di Desa Pakraman Tegallalang, Gianyar.

Hingga saat ini, pemakaman jenazah Putu Wijana belum bisa ditentukan, karena pihak keluarga duka karena masih menunggu anak dan istri korban yang masih berada di luar Bali. Sedangkan korban tewas terakhir, Ni Made Ayu Budi Utami, meregang nyawa akibat tertimpa tembok penyengker roboh di rumahnya di Banjar Pamesan, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kamis malam pukul 22.00 Wita. Sebelum musibah terjadi, korban Ayu Budi Utami awalnya hendak memindahkan perabotan rumah tangga yang berada dekat tembok penyengker. Malam itu, hadis cilik berusia 14 tahun ini berupaya pindahkan perabotan rumah tangga bersama kedua orangtuanya, pasutri I Putu Kasta dan Ni Komang Wartini, serta kakak kandungnya, Ni Luh Putu Arini, 16. Apes, saat korban sekeluarga bergegas pindahkan perabotan rumah tangga ketika hujan mulai agak reda, tembok penyengker setinggi 3 meter mendadak roboh. Tembok penyengker yang roboh menimpa korban sekeluarga ini adalah milik tetangga mereka, yakni keluarga Putu Mastra. Korban Ayu Budi Utami langsung tewas di tempat akibat tertindih reruntuhan tembok.

Sedangkan kedua orangtua dan kakaknya dilarikan ke RS Parama Sidhi Singaraja, karena mengalami luka-luka cukup serius. ”Tiga korban terluka serius dilarikan ke rumah sakit. Apalagi, ada di antara mereka yang mengalami patah tulang,” ungkap Kepala Desa Lokapaksa, I Gusti Made Kusumayasa, Jumat kemarin. Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menyatakan tiga korban sekeluarga yang luka akibat tembok penyengker roboh di Desa Lokapaksa ini telah diminta pindah perawatannya dari RS Parama Sidhi Singaraja. Mereka diminta menjalani rawat inap di RSUD Buleleng. Alasannya, Pemkab Buleleng akan menggratiskan semua biaya pengobatan seluruh korban bencana yang berobat di RSUD.

“Kita gratiskan biaya perawatan semua korban bencana yang dirawat di RSUD Buleleng,” tegas Wabup Sutjidra yang notabene dokter spesialis kandungan seusai menjenguk tiga korban luka sekeluarga di RSUD Buleleng, Jumat kemarin. Sedangkan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, yang baru tiba di Singaraja dari Jakarta kemarin, langsung menyampaikan belasungkawa ke masing-masing rumah duka. “Kita sangat berduka, bencana ini terjadi di hampir semua wilayah Buleleng. Bagi keluarga yang ditinggal, saya minta agar mereka bertabah,” jelas Bupati Agus Suradnyana saat majenukan (melayat) ke rumah duka Putu Wijaya di Desa Pakraman Sangket, Jumat sore.


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen