Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Memalukan! Terjaring Razia Narkoba Dua Anggota Fraksi Golkar Dipanggil DPD

Memalukan! Terjaring Razia Narkoba Dua Anggota Fraksi Golkar Dipanggil DPD

Written By Dre@ming Post on Senin, 25 November 2013 | 7:07:00 AM

DPD II Golkar Bali gerah dengan kasus dua kadernya di legislatif yang terjaring razia narkoba di tempat hiburan malam Crown Danu Darmajati, Kawasan Glodok, Jakarta. Dua anggota DPRD Bangli yang terjaring itu: Gede Koyan Eka Putra dan Made Santika pun langsung dipanggil DPD II Golkar Bangli sepulang dari Jakarta, Sabtu (23/11) malam. Gbr Ist
BANGLI - DPD II Golkar Bali gerah dengan kasus dua kadernya di legislatif yang terjaring razia narkoba di tempat hiburan malam Crown Danu Darmajati, Kawasan Glodok, Jakarta. Dua anggota DPRD Bangli yang terjaring itu: Gede Koyan Eka Putra dan Made Santika pun langsung dipanggil DPD II Golkar Bangli sepulang dari Jakarta, Sabtu (23/11) malam.

Ketua DPD II Golkar Bangli, Wayan Gunawan, menyatakan Gede Koyan Eka Putra (politisi Golkar asal Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Bangli) dan Made Santika (politisi Golkar asal Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli) dipanggil secara khusus untuk dimintai klarifikasi soal kronologis berada di tempat hiburan malam hingga terjaring razia narkoba. Kedua anggota DPRD Bali 2009-2014 ini juga diberikan teguran dan peringatan secara lisan. Bukan hanya itu. Menurut Gunawan, dua kader legislatif yang terrjaring razia narkoba di Jakarta tersebut juga akan dipanggil ke Kantor Sekretariat DPD I Golkar Bali, Jalan Surapati 9 Denpasar. “Keduanya (Koyan Eka Putra dan Made Santika) akan dipanggil ke DPD I Golkar Bali hari Senin (25/11),” jelas Gunawan yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali saat dikonfirmasi di Bangli, Minggu (24/11).

Saat dipanggil ke DPD I Golkar Bali, kata Gunawan, Koyan Eka Putra dan Made Santika wajib membuat laporan kronologis kejafian secara jelas dan utuh. Bukan tak mungkin, kedua kader yang terjaring razia tersebut nantinya harus menghadap ke DPP Golkar di Jakarta untuk klarifikasi. Gunawan sendiri tidak terlalu yakin dua kadernya yang terjading razia di Jakarta ini positif menggunakan narkoba. Pasalnya, baik Koyan Eka Putra maupun Made Santika langsung dilepas polisi beberapa jam setelah sempat diamankan. “Logikanya, jika hasil tes urine positif, mana mungkin mereka dilepas kembali. Mungkin mereka hanya sedang apes saja,” tandas politisi Golkar asal Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Bangli ini. Kendati demikian, Gunawan berharap ke depan tidak terulang lagi kasus kader Golkar terjaring razia narkoba.

Tugas-tugas selaku anggota legeslatif, kata Gunawan, harus dijalankan dengan baik, tanpa ada lagi kegiatan sampingan sampai larut malam. Koyan Eka Putra dan Made Santika sendiri sebelumnya terjharing dalam razia yang digelar Direktorat IV Mabes Polri di Crown Danu Darmajati kawasan Glodok, Sabtu dinihari. Keduanya tertangkap saat ‘menghibur diri’ seusai konsultasi terkait tugas-tugas Dewan ke Kementerian Dalam Negeri (Depdagri). Menurut Made Santika, dirinya terkena razia sekitar pukul 02.00 Wita saat minum-minum di tempat hiburan malam tersebut bersama sejumlah temannya. “Sempat diperiksa, tapi tidak terbukti, ya, tidak tidak ditahan. Waktu itu saya hanya menghibur diri sama teman-teman,” kata Santika. Karena tidak terbukti konsumsi narkoba, maka Santika dan Koyan Eka Putra dilepas polisi, hingga bisa pulang ke Bangli. Santika memaparkan, dirinya berangkat ke Jakarta, Kamis (21/11) sore, bersama Nyoman Basma (Wakil Ketua DPRD Bangli dari Fraksi Golkar), Koyan Eka Putra (anggota Fraksi Golkar DPRD Bangli), Nengah Reken (anggota Fraksi Golkar DPRD Bangli), Nyoman Budiada (politisi PNIM yang kini hijrah nyaleg ke Golkar), dan Nengah Hartana ( politisi PNIM yang hijrah nyaleg ke Golkar).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangli dari Fraksi Demokrat, Made Sudiasa, sodok Ketua DPRD Bangli IB Mudarma (Fraksi PDIP) yang sebelumnya menyebut tidak mengetahui keberangkatan anggota Dewan ke Jakarta terkait tugas konsultasi ke Kemendagri. “Saya rasa pernyatan itu kurang tepat. Karena apa pun terkait tugas anggota Dewan, pasti ditandatangi Ketua DPRD,” kritik Sudiasa di Bangli, Minggu kemarin. Terkait dua anggota Dewan dari Fraksi Golkar yang sempat terjaring razia di Jakarta, Sudiasa mengaku bersikap positif saja. Apalagi, keberangkatan mereka ke Jakarta dalam rangka tugas. Kalau toh sampai terjaring di tempat hiburan malam, kata Sudiasa, itu persoalan pribadi yang tidak ada kaitannya dengan lembaga. “Jangan berpikiran negatif-lah. Saya tahu betul Pak Made Santika itu orangnya cukup baik dan kalem dalam memimpin Ketua Komisi 1 DPRD Bangli membidangi aparatur dan kepegawaian,” tandas Sudiasa yang juga Ketua DPC Demokrat Bangli. Di sisi lain, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Bangli, Nyoman Adnyana, mengatakan sesuai tata tertib, pihaknya bisa melakukan investigasi setelah ada laporan, pengaduan, dan perintah pimpinan terkait anggota terjaring razia. Namun, kata Adnyana, hingga Minggu kemarin belum ada pengaduan.

Karenanya, BK tidak mungkin melangkah. “Kami belum bisa berikan kesimpulan dan memanggil anggota bersangkutan. Kan harus ada alasan pemanggilan yang jelas,” terang politisi PDIP asal Kintamani ini, Minggu kemarin.



sumber : NusaBali 
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Titib Batal Gelar Diksa Pariksa, Ketua Panitia "Sayangkan" Pernyataan Ketua PHDI

Ida Bawati Made Titib bersama istrinya batal gelar diksa pariksa pad...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen