Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » ‘Usut Dugaan KKN Seleksi KPU’

‘Usut Dugaan KKN Seleksi KPU’

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 19 Oktober 2013 | 7:35:00 AM

“Sebagai kader partai, wajar kita curiga seleksi ‘wasit-wasit’ KPU Kabupaten/Kota adalah pesanan dan titipan pihak tertentu,” lanjutnya. Menurut Budiatmika, akan sangat berbahaya jika KPU Bali sampai ‘bermain-main’ dengan seleksi KPU Kabupaten/Kota. “Kita ingin wasitnya punya kompetensi dan kredible. Tapi, dari mereka yang lolos seleksi KPU, banyak yang meragukan. Dalam kapasitas pekerjaan yang besar, KPU Bali kok sangat berani meloloskan orang yang tidak punya pengalaman dan latar belakang Pemilu?” tandas Budiatmika. Ditambahkan Budiatmika, kalau yang diloloskan sebagai komisioner KPU itu seorang dosen, akademisi, atau punya pengalaman di Pemilu, bisa diterima. Tapi, kata dia, di Tabanan ada figur yang sama sekali tidak punya pengalaman tentang Pemilu diloloskan sebagai komisioner KPU. Sedangkan figure yang kapasitasnya sudah teruji seperti Ketua KPU Tabanan (demisioer) Ida Bagus Made Kresna Dhana, malah tersingkir. “Kami ingin Bawaslu melakukan penelusuran terkait seleksi KPU Tabanan dan KPU Kabupaten lainnya di Bali. Gbr Ist
DENPASAR - Pentolan partai politik dari Tabanan datangi Kantor Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali di Denpasar, Jumat (18/10). Mereka mendesak Bawaslu untuk menelusuri dugaan KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam seleksi KPU Kabupaten/Kota se-Bali. Indikasinya, ada figur kurang kompeten diloloskan menjadi komisioner KPU, sebagaimana kasus di Tabanan.

Mereka yang mendatangi Kantor Bawaslu Bali, Jumat kemarin, antara lain I Gede Budiatmika (mantan Ketua KPU Tabanan yang kini gabung ke Golkar), I Nyoman Suarsadana (pentolan Golkar), dan I Nyoman Kerca (pentolan Partai NasDem Tabanan). Kedatangan mereka diterima Ketua Bawaslu Bali, I Ketut Rudia. Gede Budiatmika cs kemarin mengadukan dugaan kecurangan dan kongkalikong dalam seleksi calon anggota KPU Kabupaten/Kota 2013-2018, yang baru saja terbentuk dan dilantik Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandhi, 16 Oktober 2013 malam. Bawaslu diminta turun melakukan penyelidikan dan mengungkap kasusnya. “Ibarat pemain sepakbola, sebelum bertanding kami maunya dipimpin oleh wasit yang kredibel dan punya kompetensi. Komisioner KPU Kabupaten/Kota itu adalah wasit-wasit dalam Pemilu,” tandas Budiatmika.

“Sebagai kader partai, wajar kita curiga seleksi ‘wasit-wasit’ KPU Kabupaten/Kota adalah pesanan dan titipan pihak tertentu,” lanjutnya. Menurut Budiatmika, akan sangat berbahaya jika KPU Bali sampai ‘bermain-main’ dengan seleksi KPU Kabupaten/Kota. “Kita ingin wasitnya punya kompetensi dan kredible. Tapi, dari mereka yang lolos seleksi KPU, banyak yang meragukan. Dalam kapasitas pekerjaan yang besar, KPU Bali kok sangat berani meloloskan orang yang tidak punya pengalaman dan latar belakang Pemilu?” tandas Budiatmika. Ditambahkan Budiatmika, kalau yang diloloskan sebagai komisioner KPU itu seorang dosen, akademisi, atau punya pengalaman di Pemilu, bisa diterima. Tapi, kata dia, di Tabanan ada figur yang sama sekali tidak punya pengalaman tentang Pemilu diloloskan sebagai komisioner KPU. Sedangkan figure yang kapasitasnya sudah teruji seperti Ketua KPU Tabanan (demisioer) Ida Bagus Made Kresna Dhana, malah tersingkir. “Kami ingin Bawaslu melakukan penelusuran terkait seleksi KPU Tabanan dan KPU Kabupaten lainnya di Bali.

Sebab, jika melihat track record beberapa figur yang diloloskan, kami curiga ada titipan, ada yang bermain. Ini patut dicurigai, kan bisa saja jabatan KPU Tabanan dilego. Telusurilah, apakah prosesnya dari awal sudah transparan?” tanya Budiatmika. Sekadar catatan, kandidat incumbent yang Ketua KPU Tabanan, Ida Bagus Made Kresna Dhana, secara mnengejutkan gagal lolos dalam seleksi final KPU Tabanan 2013-2018. Dari 5 figur yang dinyatakan lolos sebagai komisioner KPU Tabanan 2013-2018, hanya 2 di antaranya incumbent, yakni Ni Luh Darayoni dan I Ketut Narta. Sedangkan 3 komisioner terpilih lainnya semua pendatang baru, masing-masing Ni Luh Made Sunadi (mantan anggota Panwaslu Tabanan asal Kecamatan Baturiti), I Wayan Sutama (anggota PPK Kecamatan Kediri), dan I Gede Putu Weda Subawa (masyarakat umum asal Kecamatan Kediri). Begitu kabinet KPU Tabanan terbentuk, mantan nakhodanya yakni Gede Budiatmika tuding keputusan itu sangat tendensius dan dicurigai sebagai pesanan politik.

“Saya sangat meragukan netralitas anggota KPU saat ini. Saya tahu kinerja dan kemampuan Kresna Dhana. Masa dia dikalahkan oleh anggota PPK? Ini sangat tendensius. Saya tahu ini kewenangan KPU Bali, tapi saya meragukan keputusan ini. Sangat tendensius,” protes Budiatmika, beberapa waktu lalu. Gugurnya Kresna Dhana dari seleksi dinilai Budiatmika kental pesanan politik. “Pola-pola ‘pembantaian’ di Tabanan juga belum bisa dihilangkan,” katanya. Padahal, imbuh dia, kinerja KPU Tabanan 2008-2013 sangat bagus dan mampu lahirkan perubahan politik ke arah yang lebih baik. Sedangkan Ketua Tim Seleksi KPU Tabanan, Alit Widusaka, juga mengaku sangat terkejut dengan keputusan KPU Bali yang mengkandaskan Kresna Dhana. Menurut Alit Widusaka, sebetulnya Kresna Dhana mengantongi nilai tertinggi di antara 10 kandidat KPU Tabanan yang bertahan hingga seleksi final. Karena itu, Alit Widusaka pun mempertanyakan keputusan KPU Bali. Bahkan, Alit Widusaka siap bongkar dokumen mengenai nilai tertinggi yang diperoleh Kresna Dhana dalam seleksi. “Saya mempertanyakan keputusan KPU Bali ini.

Kami siap bongkar dokumen nilai wawancara, nilai psikotes, dan tes kesehatan. Kresna Dhana yang terbaik dengan nilai tertinggi, sehingga kita rekomendasikan lolos 5 besar. Selaku Ketua Tim Seleksi, saya kecewa atas keputusan KPU Bali,” tegas Alit Widusaka di Tabanan, Rabu (16/10). Sebagai akademisi, Alit Widusaka mengaku tidak habis pikir apa yang menjadi dasar KPU Bali tidak meloloskan Kresna Dhana. “Saya tidak mau menduga-duga, namun hendaknya dalam memutuskan sesuatu itu, dengan dasar yang jelas dan terukur, bukan dengan dasar suka dan tidak suka,” ujar mantan Mahasiswa Teladan Unud ini. Sementara, Ketua Bawaslu Bali Ketut Rudia berjanji pihaknya akan merapatkan masalah dugaan KKN dalam sweleksi KPU Kabupaten/Kota sebagaimana diadukan Budiatmika cs. Menurut Ketut Rudia, Bawaslu memang memiliki kewenangan mengawasi seluruh tahapan Pemilu. ”Tapi, kita nanti rapat dengan anggota komisioner dulu,” ujar Rudia di Denpasar, Jumat kemarin.

Ketika didesak apa saja materi yang akan ditindaklanjuti, Rudia mengatakan Bawaslu dalam menerima laporan akan menindaklanjutinya sesuai dengan kapasitas dan kewenangannya. “Sesuai dengan kewenangan, ya pengawasan tahapan Pemilu,” ujar mantan anggota Ketua Panwaslu Buleleng di Pilkada 2012 ini. Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandhi mengaku belum bisa berkomentar soal pengaduan elite partai dari Tabanan ke Bawaslu terkait dugaan KKN dalam seleksi KPU Kabupaten/Kota. Sebab, pihaknya belum ada menerima materi yang diadukan ke Bawaslu. “Saya belum menerima materi pengaduannya menyangku apa saja. Jadi, kami belum bisa komentar,” ujar Raka Sandhi, yang baru sebulan terpilih jadi Ketua KPU Bali melanjutkan jabatan Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa. Sementara itu, Ni Luh Darayoni terpilih sebagai Ketua KPU Tabanan 2013-2018. Dalam pleno KPU Tabanan, Luh Darayoni mendapatkan dukungan dari dua anggota komisioner.

Sedangkan awalnya yang sama-sama berposisi incumbent, I Ketut Narta, hanya dapat satu dukungan komisioner. Informasi yang dihimpun, awalnya skor dukungan Luh Darayoni vs Ketut Narta 1-1. Darayoni didukung rekannya sesama perempuan, Ni Luh Made Sunadi, sementara Ketut Narta didukung Wayan Sutama. Nah, suara Gede Putu Weda Subawa kemudian jadi penentu. Mantan calon Perbekel Desa Banjar, Kediri, Tabanan yang KO pada Pilkades 1 September 2013 ini akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Darayoni. Sayangnya, hingga Jumat kemarin Darayoni belum bisa dikonfirmasi. Namun, Ketut Narta yang sempat dihubungi, membenarkan Darayono terpilih sebagai Ketua KPU Tabanan. “Ibu Darayoni yang Kadi Ketua KPU Tabanan. Saya siap back up selaku anggota,” tandas Ketut Narta di Tababan kemarin. Komisioner KPU Tabanan asal Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg ini mengaku tidak kecewa meski gagak terpilih sebagai ketua. Sebab, komisioner KPU Tabanan sudah komitmen saling dukung untuk kemajuan lembaga.


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen