Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Suwasta ‘Menangkan’ Klungkung

Suwasta ‘Menangkan’ Klungkung

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 24 Agustus 2013 | 8:53:00 AM

Pasangan Cabup-Cawabup yang diusung Koalisi Gerindra-PNBKI, Nyoman Suwirta-Made Kasta (Paket Suwasta) mencatat prestasi gemilang di Pilkada Klungkung, Jumat (23/8). Berdasarkan hasil penghitungan sementara hingga tadi malam, Paket Suwasta meraih 34.956 suara atau unggul dengan 31,21 persen. Jika suara ini bertahan hingga akhir, berarti Nyoman Suwirta akan ukir sejarah sebagai Bupati Klungkung pertama asal kawasan seberang Nusa Penida
SEMARAPURA - Pasangan Cabup-Cawabup yang diusung Koalisi Gerindra-PNBKI, Nyoman Suwirta-Made Kasta (Paket Suwasta) mencatat prestasi gemilang di Pilkada Klungkung, Jumat (23/8). Berdasarkan hasil penghitungan sementara hingga tadi malam, Paket Suwasta meraih 34.956 suara atau unggul dengan 31,21 persen. Jika suara ini bertahan hingga akhir, berarti Nyoman Suwirta akan ukir sejarah sebagai Bupati Klungkung pertama asal kawasan seberang Nusa Penida.

Buat sementara, Paket Suwirta menggungguli tiga pasangan Cabup-Cawabup Klungkung yang diusung parpol berbeda. Pasangan Tjokorda Bagus Oka-Ida Bagus Adnyana alias Paket Bagus (diusung Golkar-Demokrat-PKPB-PKPI) berada di peringkat kedua dengan perolehan sementara 28.710 suara (26,45 persen). Sedangkan pasangan AA Gde Anom-Wayan Regeg (diusung PDIP) untuk sementara berada di peringkat tiga dengan 27.704 suara (25,60 persen), disusul Tjokorda Raka Putra-Putu Tika Winawan (Paket Rasa) di posisi buncit dengan 18.246 suara (16,74 persen). Berdasarkan data yang dihimpun dari tim relawan Panwaas, Paket Suwasta unggul mutlak di daerah asal Cabup Nyoman Suwirta, yakni kawasan seberang Kecamatan Nusa Penida. Di sini, Suwasta mendominasi 17.962 suara. Sebaliknya, Paket Bagus unggul di wilayah Kecamatan Klungkung dengan mendominasi 10.456 suara. Di Dapil Kota ini, Anom-Regeg harus puas di peringkat kedua dengan raihan 8.159 suara.

Tapi, Anom-Regeg meraih keunggulan di Kecamatan Banjarangkan dengan mendominasi 8.479 suara. Sedangkan di Kecamatan Dawan, menjadi ajang persaingan antara Paket Bagus dan Anom-Regeg, yang masing-masing kebagian 6.560 dan 6.228 suara. Sampai kemarin siang pukul 14.30 Wita, tanda-tanda keunggulan Suwasta sudah dicium pihak lawan, termasuk Tim Pemenangan Anom-Regeg. Puluhan elite partai menunggu detik-detik penghitungan suara manual Pilkada di Sekretariat DPC PDIP Klungkung di Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung. Proses penghitungan suara di Sekretariat DPC ini diitunggui dedengkot DPP PDIP Soni Keraff, Ketua DPP PDIP Made Urip, anggota Fraksi PDIP DPR Wayan Koster dan IGA Rai Wirajaya, Sekretaris DPD PDIP Bali Nyoman Adi Wiryatama hingga Bupati Bangli Made Gianyar, selain Ketua DPC PDIP Klungkung WEayan Candra. Hingga sore pukul 16.00 Wita, belum ada tim atau pendukung paket calon yang berani bersorak riang menandai kemenangan.

Hanya saja, pendukung Suwasta yang kumpul di depan rumah Nyoman Suwirta di Banjar Siku, Desa Kamasan terlihat lebih sumringah. Cabup Nyoman Suwirta sendiri keluar mengenakan sarung untuk menengok pendukungnya di Posko Suwasta. Barulah kemarin petang pukul 18.00 Wita, kubu Suwasta merasa yakin raih kemenangan. Bahkan, Suwirta---Cabup Klungkung asal Ceningan, Nusa Penida yang dikenal sebagai dedengkot Koperasi---sempat foto bersama dengan pendukungnya. Paginya sekitar pukul 09.00 Wita, Suwirta bersama istrinya, Ni Nengah Rayu Astini, nyoblos di TPS 6 Banjar Siku, Desa Kamasan. Dari 579 pemilih yang terdaftar di TPS ini, Suwasta meraih 163 suara, disusul Anom-Regeg 158 suara, Bagus 101 suara, dan Rasa dapat 12 suara.

Saat itu, Suwirta mengatakan dirinya tidak pernah risau dalam menghadapi Pilkada Klungkung. “Sejak awal, bagi saya yang terpenting adalah kami harus siap kalah. Saya jalani proses ini apa adanya bersama masyarakat,” ujar figure non kader yang sukses mendandani Koperasi Pasar Srinadi ini. Sedangkan AA Gde Anom, Cabup Klungkung yang diusung PDIP, bersama sang istri, AA Istri Agung dan dua anaknya, nyoblos di TPS 1 Banjar Mergan, Kelurahan Semarapura Kangin, Jumat pagi pukul 09.15 Wita. “Sebagai politisi, jelas saya siap menang dan siap kalah. Jangan sampai terjadi kerusuhan dan anarkis karena Pilkada,” ujar Sekretaris DPC PDIP yang juga Ketua DPRD Klungkung ini. Ternyata, berdasarkan hasil penghitungan suara hingga kemarin petang, Anom-Regeg harus puas di peringkat tiga, diungguli Suwasta dan Bagus. Ketua DPC PDIP Klungkung, Wayan Candra, mengakui keunggulan Suwasta.

Menurut Candra, pihaknya bersama tim dan para pendukung telah berjuang maksimal untuk memenangkan Anom-Regeg. “Kami akui masyarakat memang memilih paket yang terbaik yaitu Paket Suwasta. Selamat atas kemenangan Paket Suwasta,” ujar Candra yang mantan Bupati Klungkung dua kali periode (2003-2008 dan 2008-2013). Candra menegaskan pihaknya tak ingin kader PDIP saling mengkambinghitamkan kekalahan Pilkada Klungkung 2013 ini. Sebagai pimpinan partai, pihaknya siap melakukan evaluasi. “Jelas nanti ada evaluasi,” ujar Candram, yang di tanah kelahirannya, Desa Pikat, Kecamatan Dawan berhasil memenangkan Anom-Regeg dengan 1.012 suara, mengatasi Suwasta yang kebagian 791 suara. Sementara, Ketua KPU Klungkung AA Gde Parwata menyatakan pihaknya belum berani menanggapi hasil penghitungan suara baik yang dilakukan masing-masing tim pemenangan paket calon maupun dan kalangan lain.

Sesuai jadwal, KPU Klungkung baru akan melaksanakan rekapitulasi suara Pilkada di tingkat desa, Sabtu (24/8) ini. Sedangkan rekap suara di tingkat kecamatan (PPK) baru akan dilakukan Selasa (27/8), lanjut tingkat kabupaten pada Jumat (30/8). “Yang jelas lembar C1 tentang rekap suara di masing-masing TPS sudah dibawa oleh masing-masing saksi. Petugas kami dari KPU memang belum ada yang menyetorkan lampiran C1 itu ke KPU,” ujar Agung Parwata. Berdasarkan aturan dalam Pilkada yang diikuti empat pasangan calon, kandidat yang berhasil meraih suara 30 persen + 1 dinyatakan keluar sebagai pemenang. Jika tak ada yang meraih suara sebesar itu, dilanjut Pilkada putaran kedua. Itu artinya, jika Paket Suwasta mampu mempertahankan keunggulannya yang 31,21 persen suara hingga akhir, maka Cabup-Cawabup yang diusung Gerindra-PNBKI ini praktis jadi pemenang Pilkada Klungkung dan berhak menjadi Bupati-wakil Bupati Klungkung 2013-2018.

Kalau itu terjadi, ini sejarah untuk pertama kalinya Partai Gerindra memiliki Bupati yang diusung sendiri di Bali. Sebaliknya, bagi PDIP, terlepasnya Klungkung ini merupakan kelanjutan menyusul kekalahan Cagub-Cawagub AA Puspayoga-Dewa Sukrawan alias PAS di Pilgub Bali, 15 Mei 2013 lalu (yang dikalahkan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta). Dari 9 kabupaten/kota di Bali, kursi kekuasaan PDIP berkurang lagi hingga tinggal berkuasa di 6 daerah: Tabanan, Buleleng, Bangli, Jembrana, Gianyar, dan Denpasar. Sedangkan Karangasem dan Badung dikuasai Golkar-Demokrat. Bagi Nyoman Suwirta sendiri, ini sejarah karena menobnatkan diri sebagai Bupati Klungkung pertama asal kawasan seberang Nusa Penida.

Berarti pula, kini tokoh dari semua kawasan di Klungkung sudah sempat memimpin Gumi Serombotan. Sejak kemerdekaan hingga 1993, Klungkung dipimpin tiga bupati dari Kecamatan Kota. Selanjutnya, muncul Ida Bagus Oka asal Kecamatan Banjarangkan sebagai Bupati Klungkung 1993-1998. Kemudian, kursi kepala daerah kembali ke Kekecamatan Kota saat Tjokorda Gde Ngurah terpilih menjadi Bupati Klungkung 1998-2003. Sedangkan Wayan Candra menjadi representasi kepala daerah dari Kecamatan Dawan dengan dua kali periode sebagai Bupati Klungkung (2003-2013). 


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen