Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Tunggu Kajian Reklamasi, PDIP SiapTarung Hidup Mati

Tunggu Kajian Reklamasi, PDIP SiapTarung Hidup Mati

Written By Dre@ming Post on Rabu, 17 Juli 2013 | 7:15:00 AM

PDIP SiapTarung Hidup Mati

Akan menjadi suntikan moral dan spirit yang luar biasa, jika PDIP mampu mempertahankan Klungkung, tidak jatuh ke pihak lain. Penggemblengan menyangkut strategi dikaitkan dengan rating semua kandidat bupati/wakil bupati, termasuk kandidat PDIP, Anak Agung Gde Anom–I Wayan Regeg (Anom-Regeg), yang masih dalam posisi imbang.
PDIP dipastikan akan tarung hidup mati dalam Pilkada Klungkung, 23 Agustus mendatang. Persoalannya bukan sekadar menang. Namun di balik itu menyangkut harga diri dan jati diri PDIP, sebagai pemegang hegemoni kekuatan politik di Bali. Setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir sebelum kalah dalam tarung Pilgub Bali pada 15 Mei lalu.

Informasi yang berkembang, jajaran DPP PDIP sudah nyanggongi dan gerilya di Klungkung, sejak beberapa waktu lalu. Mereka di antaranya, Sekjen Tjahyo Kumolo, Wasekjen Hasto Kristianto, Juliari Batubara, I Made Urip. Sedang kader PDIP yang duduk di DPR ada I Wayan Koster. Rencananya, penggembelengan untuk tarung habis-habisan akan dilakukan di suatu tempat di Denpasar. “Ini adalah final game atau final round dalam tinju,” ujar sumber di Klungkung, Selasa (16/7). Akan menjadi suntikan moral dan spirit yang luar biasa, jika PDIP mampu mempertahankan Klungkung, tidak jatuh ke pihak lain. Penggemblengan menyangkut strategi dikaitkan dengan rating semua kandidat bupati/wakil bupati, termasuk kandidat PDIP, Anak Agung Gde Anom–I Wayan Regeg (Anom-Regeg), yang masih dalam posisi imbang. Ketua Tim Pemenangan Paket Anom–Regeg, Sang Nyoman Putrayasa, mengiyakan rencana turunnya DPP dan penggemblengan tersebut.

Namun mengenai detail agenda, Sang Nyoman Putrayasa tak menyebutnya. “Ya itu terkait dengan sistem gotong royong PDIP,” ujar Sang Nyoman Putrayasa. Hal itu diiyakan pengurus DPD PDIP Bali asal Klungkung I Wayan Sutena. “Ya. Nanti akan penggemblengan di suatu tempat. Lokasinya masih rahasia. Namun yang jelas di Bali,” ujar Sutena. Namun disebut-sebut penggemblengan akan dilakukan di Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar pada 18 Agustus mendatang. Di tempat terpisah, kandidat bupati dari PDIP Anak Agung Gde Anom, tak mau berkomentar ketika dikonfirmasi soal dinamika dari para pesaingnya. Termasuk perkembangan terakhir, bertambahnya kekuatan pasangan Tjokorda Bagus Oka-Ida Bagus Adnyana (Bagus) yang diusung Golkar dengan gabungnya Demokrat dan terakhir PKPB. “Itu lain di sana. Kami tak bisa mengomentari. Kami di PDIP punya agenda dan urusan sendiri,” ujar Gung Anom, sapaan Sekretaris DPC PDIP Klungkung , yang mengaku sedang berada di Nusa Penida, ketika dihubungi kemarin. Namun dia tidak membantah, jika tarung di Pilbup Klungkung, 23 Agustus mendatang, sebagai perjuangan hidup mati bagi PDIP, khususnya di Klungkung dan Bali.

“Ini menyangkut ikon partai. Ikon perjuangan. Harga diri partai. Kami kira semua jajaran dan simpatisan sudah sangat paham itu,” tegas Gung Anom. Dia menolak menggeber strategi dan langkah untuk menghadapi pertarungan nanti. Namun, selaku kandidat, pihaknya mengingatkan dan berharap, rasa jengah mempertahankan eksistensi partai menjadi strategi perjuangan partai. “Kami kira itu yang perlu diingatkan,” ujar Gung Anom. Ketua DPC PDIP Klungkung I Wayan Candra tak berhasil dikonfirmasi terkait perkembangan gerakan PDIP, untuk memenangkan paket Anom-Regeg. Ponselnya menunjukkan sinyal aktif saat dihubungi, namun tidak ada respons. Sementara perkembangan di lapangan, pertarungan segi empat pilkada Klungkung semakin memasuki masa krusial. Kandidat dan tim pemenangan, kian intensif dengan segala upaya melakukan penggalangan ke bawah. “Malah gerakan mengintip lawan dan mengumpulkan kelemahan pesaing akan dijadikan amunisi menyerang lawan,” ujar sumber.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Bali I Ketut Sudikerta rupanya tak mau setengah-setengah dalam Pilbup Klungkung. Untuk ke sekian kalinya, Sudikerta yang juga Wakil Bupati Badung itu menyambangi Posko Pemenangan Paket Tjokoda Bagus Oka-Ida Bagus Adnyana (Bagus), Selasa (16/7). Di sela-sela perjalanan ke Karangasem, Sudikerta bertandang ke Posko Pemenangan Paket Bagus di Jalan Untung Surapati, Semarapura. Selanjutnya Sudikerta melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua DPD Golkar Klungkung I Dewa Made Widiyasa Nida, kandidat bupati Tjokorda Bagus Oka-Ida Bagus Adnyana, Ketua DPC Demokrat Klungkung I Gede Artison Andharawata, dan lainnya. Usai pertemuan tertutup, Sudikerta menjelaskan kedatangannya ke Posko Bagus untuk melakukan evaluasi. “Bagaimana masimakrama ke masyarakat, soal visi dan misi. Dan kesiapan mereka (kandidat) melaksanakan kampanye terbuka,” ujar Sudikerta.

Menurut Sudikerta, dari evaluasi tersebut, semua sudah berjalan bagus. “Namun perlu ditingkatkan lagi,” ujarnya singkat. Di tempat yang sama, sekitar pukul 11.00 Wita sebanyak 11 orang guru TK tenaga pengabdian dari Kecamatan Dawan mendatangi Posko Pemenangan Bagus. Mereka di antaranya Ni Wayan Warni Astiti, Ni Wayan Widha Widiastuti. Mereka menyampaikan aspirasi, bila pasangan ini menang, mereka meminta agar diperjuangkan untuk diangkat jadi PNS. Para guru TK tersebut diterima Tim Pemenangan dan kandidat Wabup Ida Bagus Adnyana. “Nanti kalau memang menang, Paket Bagus siap memfasilitasi,” ujar Agus Kusmindar, salah seorang anggota Tim Pemenangan Paket Bagus, yang menerima para guru TK tersebut.

Fraksi PDIP Tunggu Kajian Reklamasi

Sementara itu di Kuta Selatan, Fraksi PDIP DPRD Bali mengambil sikap resmi soal wacana reklamasi Teluk Benoa, Kuta Selatan Kabupaten Badung. Dalam rapat Fraksi, Selasa (16/7) di Gedung DPRD Bali, fraksi terbesar ini menegaskan menunggu kajian reklamasi. Reklamasi disetujui dengan syarat. Kalau syarat tersebut tak terpenuhi Fraksi PDIP menolak reklamasi.

Hadir dalam rapat yang terkesan mendadak itu, itu sejumlah anggota fraksi seperti Nyoman Partha, Made Arjaya, Wayan Disel Astawa, Gede Kusumaputra, Ketut Mandia, Nyoman Adnyana, Made Budastra, dengan dipimpin Ketua Fraksi Ketut Tama Tenaya. Ketut Tama Tenaya, usai rapat mengatakan ada tiga poin sikap Fraksi PDIP soal reklamasi Teluk Benoa. Pertama menolak sambil menunggu kajian selesai, fraksi PDIP akan setuju reklamasi kalau memberikan keuntungan bagi Bali dalam bentuk kepemilikan saham. Kemudian kawasan reklamasi harus menyesuaikan dengan konsep pariwisata budaya tanpa menghilangkan budaya Bali. Namun demikian kata Tama Tenaya, fraksi tetap menunggu kajian reklamasi keluar.

"Kami menolak reklamasi sambil menunggu kajian selesai," ujarnya. Yang aneh dan terkesan PDIP pasang standar ganda, ketika Tama Tenaya menyebutkan, kalaupun nanti proyek reklamasi berjalan dan akan dilaksanakan ada dua syarat yang menjadi penekanan Fraksi PDIP. Yakni proyek reklamasi yang melahirkan sebuah kawasan pariwisata, desa adat dan Pemprov Bali dapat ikut sebagai pemilik saham."Karena kalau ini lewat kita di Bali hanya jadi penonton. Jangan sampai jadi penonton. Kami ingin rakyat juga dapat hasilnya," ujar Tama Tenaya. Syarat kedua penataan kawasan dalam reklamasi kalau memang dilaksanakan harus menjaga akar budaya Bali. "Kawasan proyek ini kalau nanti jadi supaya tidak mencabut akar dan budaya Bali. Tetap mencerminkan sebuah pariwisata dengan adat dan budaya Bali," ujar Tama Tenaya. Mengenai kabar DPP PDIP ada di belakang dan meminta kadernya di Bali mengawal masalah reklamasi ini, Tama Tenaya mengatakan tidak tahu."Kalau soal itu saya tidak tahu, tanya saja ke DPP. Mana saya tahu soal perintah DPP, yang penting sikap kita sudah tegas itu saja," tegasnya.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Bali Gusti Ngurah Suryanta Putra alias Seno secara terpisah mengatakan Komisi III tetap pada prinsip awal menunggu kajian dari Universitas Udayana selesai. Kalau sudah ada kajian pihaknya baru akan melakukan tindaklanjut."Kami pada dasarnya tetap menunggu kajian, kita tidak bisa komentari sekarang karena belum ada kajian," ujar Seno. Sementara, di Badung rencana reklamasi Teluk Benoa terus memantik reaksi. Dewan Badung meminta agar Pemprov Bali tak menutup-menutupinya. Anggota Fraksi PDIP DPRD Badung, Putu Parwata, menduga ada yang disembunyikan dari rencana reklamasi yang kabarnya sudah diberi lampu hijau sejak tahun 2012 lalu. Makanya, agar masyarakat khususnya yang menetap di Badung selatan bisa benar-benar memahami apa sebenarnya tujuan besar dari reklamasi. Pun masyarakat bisa menilai dampak positif dan negatifnya dari rencana reklamasi.

“Ini sedikit masih ada yang disembunyikan. Pemerintah jangan malu-malu kalau memang ada data-data yang masih disembunyikan sampaikan saja. Sekarang ini masyarakat sudah kritis,” ujarnya, Selasa (16/7). Investasi untuk meningkatkan destinasi wisata di Bali memang diperlukan. Tapi perlu diingat, katanya, jangan sampai investasi demi peningkatan destinasi wisata justru menimbulkan persoalan atau malah justru merusak lingkungan. Adalah tugas pihak investor maupun pemerintah yang memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Kita sudah mengetahui soal reklmasi sekarang ini bagaimana caranya betul-betul investor memberikan paparan yang riil,” pintanya. Yang sangat dikhawatirkan, lanjutnya, dampak negatif yang akan muncul. Sebab, sangat beresiko pada Bali. “Justru akan terjadi penggusuran pulau dan penggusuran daratan yang akan berdampak pada lingkungan sosial. Ini harus dipertimbangkan,” jelasnya.



sumber : NUSABALI
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen