Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Rusuh di Kepaon, Dua Terluka

Rusuh di Kepaon, Dua Terluka

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 08 Juni 2013 | 7:13:00 AM

Petugas gabungan dari Polresta Denpasar dan Polda Bali menempatkan personelnya di seluruh pintu keluar Kampung Kepaon. Polisi bersenjata laras panjang, antara lain, berjaga-jaga di Taman Pancing untuk mencegah pemuda Kepaon keluar dari kampungnya. "Gabungan dari Polda Bali dan Polresta Denpasar sudah diturunkan," ungkap Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, AKP I Gusti Ngurah Yudistira, yang kemarin sore turun ke lokasi kejadian. Informasi di lapangan, aksi penyerangan rumah warga yang berbuntut penebasan korban Abdullah ini berawal dari kejadian malam sebelumnya di arena biliar.
DENPASAR - Ketegangan meledak di Kampung Kepaon, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Jumat (7/6) siang. Massa yang diduga kelompok ormas mencapai puluhan orang serbu rumah warga, hingga pemiliknya terluka dan dilarikan ke RS Sanglah. Kerusuhan nyaris meluas, karena kelompok pemuda Kepaon juga berusaha melakukan pembalasan sambil membawa senjata.

Kerusuhan di Kampung Kepaon kemarin siang meledak sekitar pukul 14.00 Wita, ketika massa salah satu kelompok ormas menyerbu rumah keluarga Luthfi, 28. Massa ormas yang diduga melakukan serangan balasan karena ada anggotanya diutusuk oleh Luthfi di arena biliar, Jumat dinihari pukul 01.30 Wita, menyerbu sambil teriak-teriak mencari nama Luthfi. Saat penyerangan terjadi, Luthfi sedang tidak ada di rumahnya yang berlokasi di di Jalan Raya Pemogan Gang Muhajirin II Kepaon, Denpasar Selatan. Mendengar ada kegaduhan, ayah Luthfi, Abdullah, 55, langsung keluar dari kamarnya. Naas bagi Abdullah, karena pria berusia 55 tahun ini langsung jadi korban amuk massa.

Selain diinjak-injak dan dipukuli, tubuh Abdullah juga ditusuk dari belakang, hingga harus dilarikan ke IRD RS Sanglah untuk menjalani perawatan intensif. Usai melakukan aksinya merusak rumah dan melukai korban Abdullah, massa yang terdiri dari para pria berbadan tegap langsung kembali ke markasnya di Jalan Batanta Denpasar Selatan. Tidak terima dengan aksi penyerangan tersebut, puluhan pemuda Kampung Kepaon langsung berkumpul dengan membawa senjata tajam dan bersiap melakukan penyerangan ke markas ormas tersebut. Beruntung, puluhan aparat kepolisian dari Polresta Denpasar dan Polda Bali yang sudah berjaga di sekitar lokasi berhasil mencegah pergerakan massa pemuda Kepaon, sehingga urung terjadi pertumpahan darah.

Massa pemuda Kepaon kemudian terkonsentrasi di sekitar jembatan perempatan Jalan Glogor Carik-Jalan Tukad Baru-Jalan Taman Pancing Denpasar, lengkap dengan membawa berbagai senjata. Sebaliknya, massa ormas yang juga sudah bersiap dengan senjata tajam, pilih bertahan di markasnya yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari tempat berkumpulnya kelompok pemuda Kepaon. Hingga Jumat sore, suasana di kawasan Kampung Kepaon dan Jalan Batanta Denpasar Selatan masih tegang. Kedua kelompok massa masih berjaga-jaga di posisinya masing-masing dengan membawa senjata. Bahkan, sempat terdengar imbauan melalui pengeras suara dari kubu massa pemuda Kepaon agar mereka berjaga-jaga. ”Kepada seluruh masyarakat Kepaon, kita harus jaga-jaga. Kita harus menonjolkan diri sehingga ketahuan mana yang musuh mana yang bukan,” bunyi imbauan itu. Pasukan kepolisian pun terus berjaga di lokasi untuk antisipasi segala kemungkinan.

Petugas gabungan dari Polresta Denpasar dan Polda Bali menempatkan personelnya di seluruh pintu keluar Kampung Kepaon. Polisi bersenjata laras panjang, antara lain, berjaga-jaga di Taman Pancing untuk mencegah pemuda Kepaon keluar dari kampungnya. "Gabungan dari Polda Bali dan Polresta Denpasar sudah diturunkan," ungkap Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, AKP I Gusti Ngurah Yudistira, yang kemarin sore turun ke lokasi kejadian. Informasi di lapangan, aksi penyerangan rumah warga yang berbuntut penebasan korban Abdullah ini berawal dari kejadian malam sebelumnya di arena biliar. Kala itu, anak dari korban Abdullah yakni Luthfi menebas salah satu anggota kelompok ormas bernama I Made Susana Yasa alias Made Kembar, 38, di arena biliar di Jalan Gunung Galang Banjar Glogor Carik, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Jumat dinihari sekitar pukul 01.30 Wita. Dalam insiden tersebut, Luthfi awalnya main biliar bersama beberapa temannya di lokasi sejak Kamis (6/6) malam. Tidak lama berselang, datanglah Made Kembar ikut main biliar di meja tersebut. “Semula, Made Kembar tidak dikasi main. Tapi, karena memaksa, akhirnya dikasi main biliar. Namun, justru Luthfi yang pilih berhenti main,” ungkap sumber di kepolisian, Jumat kemarin. Setelah berhenti main, Luthfi bersama temannya pilih minum-minum di depan biliar, sambil menelepon beberapa rekan lainnya.

Sekitar pukul 01.30 Wita, Luthfi mendadak masuk lagi ke arena biliar bersama lima temannya. Begitu masuk, tanpa ba bi bu Luthfi langsung menusuk Made Kembar menggunakan pisau yang dibawanya. “Korban Made Kembar nyaris tewas karena mengalami luka tusuk di bagian leher dan dan luka tebasan di lengan kiri,” jelas sumber tadi. Korban Made Kembar, anggota ormas yang tinggal di Jalan Pulau Galang Denpasar Selatan, kemudian dilarikan ke RS Kasih Ibu Denpasar untuk mendapatkan perawatan intensif, karena lukanya cukup parah. Sedangkan Luthfi bersama lima temannya, langsung kabur meninggalkan lokasi biliar setelah menyerang Made Kembar. Diduga kuat, aksi penyerangan di arena biliar dinihari inilah yang memicu dendam kelompok ormas. Akhirnya, massa ormas berjumlah puluhan orang balik melakukan penyerangan ke rumah keluarga Luthfi di Kampung Kepaon, Jumat siang pukul 14.00 Wita, hingga menyebabkan ayah kandungnya, Abdullah terluka.

Dari pantauan, rumah keluarga korban di Jalan Raya Pemogan Gang Muhjiran II Kepaon, Denpasar Selatan yang juga difungsikan sebagai toko baju ini rusak parah di bagian kaca. Bahkan, beberapa barang terlihat berserakan di luar rumah. Menurut kesaksian Hatira, tetangga yang rumahnya persis berada di sebelah timur rumah korban, awalnya ada tiga orang berbadan tegap yang datang ke lokasi sambil melihat ponselnya. Tak berselang lama, datang dua orang lagi, dan kemudian disusul kedatangan massa berbadan tegap secara bergerombol. “Saya lihat setelah mencet-mencet HP, mereka bilang, ‘Ya benar, ini rumahnya’,” cerita Hatira. Dalam sekejap, lanjut Hatiran, sudah berdatangan massa berjumlah puluhan orang dan langsung mengambil batu besar. Mereka kemudian menghancurkan rumah keluarga Luthfi.

Puluhan pria tegap yang semuanya memakai kaos warna gelap itu berteriak-teriak menyebut nama Luthfi. “Saya sempat keluar rumah, terus disuruh masuk sama mereka,” kenang Hatira. Karena khawatir rumahnya yang bersebelahan juga ikut dirusak massa ormas, wanita paruh baya ini mengiba kepada penyerang. Apalagi, kata dia, massa penyerang berteriak hendak membakar rumah Luthfi. “Saya minta jangan dibakar, nanti rumah saya kena,” tutur Hatira. Untungnya, massa penyerang urung membakar rumah Luthfi dan hanya melakukan perusakan. Namun, ayah Luthfi, Abdullah, menjadi korban amuk massa hingga harus dilartikan ke IRD RS Sanglaj, karena terluka tusuk di bagian punggung. Menurut kesaksian warga setempat, penyerangan yang dilakukan kelompok ormas ini berlangsung sekitar 15 menit. Massa penyerang rata-rata memarkir kendaraannya seperti sepeda motor dan mobil di jalan raya yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban.

“Sebagian penyerang memakai helm, sebagian lagi memperlihatkan wajahnya. Para penyerang juga ada yang mempersenjatai diri mereka dengan senjata tajam sepertu pedang, tombak, dan lainnya,” cerita warga Kapaon. Seteah merusak rumah dan melukai Abdullah, massa penyerang kembali merusak salah satu rumah warga yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi TKP. Rumah kedua yang dirusak massa ini diketahui milik salah satu kerabat Luthfi. 


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Titib Batal Gelar Diksa Pariksa, Ketua Panitia "Sayangkan" Pernyataan Ketua PHDI

Ida Bawati Made Titib bersama istrinya batal gelar diksa pariksa pad...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen