Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Pastika Datangi Puri Ubud

Pastika Datangi Puri Ubud

Written By Dre@ming Post on Senin, 04 Maret 2013 | 7:30:00 AM

Senin, 4 Maret 2013, 06:39

“Pariwisata boleh berkembang maju dan pesat, namun budaya itu harus terjaga. Kalau bisa, di Ubud tidak boleh ada kelab malam. Karena, Ubud ini identik dengan keunikan adat dan budayanya,” ujar Pastika. “Kita harus bersama-sama perjuangkan Ubud bisa masuk dalam world heritage (warisan budaya dunia), karena dengan kondisi sekarang sangat mendukung. Keberadaan Puri Ubud juga masih asli,” imbuhnya. Terkait perjuangan Otsus Bali, Pastika berjanji akan menemui Presiden SBY. ”Saya akan berusaha menemui Presiden SBY soal status Bali menjadi daerah khusus ini.
DENPASAR - Kandidat incumbent Made Mangku Pastika (Cagub Bali yang diusung Koalisi Bali Mandara) temui keluarga besar Puri Agung Ubud, Gianyar, Minggu (3/3). Tokoh Puri Agung Ubud yang mantan Bupati Gianyar, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, ikut menerima kedatangan Pastika. Dalam acara silaturahmi itu, Pastika dititipi untuk kawal pariwisata Bali 5 tahun ke depan.

Pastika yang masih menjabat Gubernur Bali kemarin meluncur ke Puri Agung Ubud seusai hadiri seminar di Fakultas Kedokteran Unud, lanjut serahkan bantuan tiga unit mobil operasional di Sekretariat Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi di Denpasar. Pastika hanya didampingi Humas Forum Relawan Bali Mandara, Ketut Ngastawa. Selain Cok Ace (mantan Bupati Gianyar yang kini Ketua BPD PHRI Bali), tokoh Puri Agung Ubud yang menerima kedatangan Pastika kemarin, antara lain, Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah (anggota Fraksi Golkar DPRD Bali), Tjokorda Anom Asmara Sukawati (anggota Fraksi Demokrat DPRD Bali), hingga Tjokorda Gede Putra Sukawati (panglingsir Puri Agung Ubud), dan Tjokorda Gede Raka Sukawati (arsitek Bade).

Sedangkan tokoh Puri Agung Ubud lainnya yang kini anggota Fraksi Golkar DPRD Bali, Cokorda Gede Budi Suryawan, tidak hadir. Dalam simakrama yang berlangsung selama 1,5 jam itu, Pastika menitip diri kepada keluarga besar Puri Agung Ubud. Sebaliknya, Cok Ace yang kini Ketua PHRI Bali berpesan kepada Pastika untuk kawal pariwisata Bali 5 tahun ke depan. Selain itu, Pastika juga dititipi untuk perjuangkan status Otonomi Khusus (Otsus) Bali di bidang pariwisata dan budaya, sehingga seni-budaya yang menjadi ikon pariwisata terlindungi. Pastika sendiri siap mengawal pesan yang dititip keluarga Puri Agung Ubud. Termasuk juga memperjuangkan kawasan Ubud menjadi kawasan budaya hingga dapat status
warisan budaya dunia dari UNESCO.

“Pariwisata boleh berkembang maju dan pesat, namun budaya itu harus terjaga. Kalau bisa, di Ubud tidak boleh ada kelab malam. Karena, Ubud ini identik dengan keunikan adat dan budayanya,” ujar Pastika. “Kita harus bersama-sama perjuangkan Ubud bisa masuk dalam world heritage (warisan budaya dunia), karena dengan kondisi sekarang sangat mendukung. Keberadaan Puri Ubud juga masih asli,” imbuhnya. Terkait perjuangan Otsus Bali, Pastika berjanji akan menemui Presiden SBY. ”Saya akan berusaha menemui Presiden SBY soal status Bali menjadi daerah khusus ini. Cuma, kita tidak bisa seperti Otsus Aceh, yang memiliki aturan sendiri dan polisi sendiri. Beda kita.

Nah, seperti apa Otsus bagi Bali, kita akan coba ke pusat,” tegas Pastika. Usai dialog Pastika kemarin foto bareng dengan keluarga Puri Agung Ubud. “Ini hari bersejarah bagi saya, bisa berfoto bersama dengan para generasi muda Ubud. Tiyang nitip rage (Saya nitip diri), suksma,” cetus Pastika. Di sisi lain, tokoh Puri Agung Mengwi yang kini Bupati Badung, AA Gde Agung, sempat diisukan merapat ke Puri Satria Denpasar, Minggu kemarin, untuk mendukung Cagub Bali yang diusung PDIP AA Puspayoga. Informasi ini berembus dari internal PDIP. AA Gde Agung adalah Bupati Badung dua kali periode yang diusung Golkar-Demokrat. Sedangkan Puri Satria identik dengan rumah PDIP, karena di sinilah kediaman Ketua DPD PDIP Bali AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat dan adiknya, Puspayaga (Cagub yang masih menjabat Wakil Gubernur Bali).

Seharusnya, Gde Agung mendukung Pastika, selaku Cagub yang diusung Golkar-Demokrat bersama Koalisi Bali Mandara di Pilgub 2013. “Kehadiran Gde Agung ke Puri Satria ini adalah politik ‘balas jasa’, karena Puri Satria pernah dua kali ikut andil ‘memenangkan’ paket Gde-Agung-Sudikerta di Pilkada Badung 2005 dan Pilkada Badung 2010,” ujar sumber yang wanti-wanti namanya disembunyikan ini. Sayangnya, Cok Rat belum bisa dimintai konfirmasinya soal kabar merapatnya Gde Agung ke Puri Satria ini. Saat dihubungi melalui ajudannya, Minggu kemarin, ponselnya diarahkan mailbox. Demikian juga saat dihubungi langsung, ponsel Cok Rat bernada mailbox.

Sebaliknya, Gde Agung membantah dirinya merapat ke Puri Satria, Minggu kemarin. “Selama sebulan-dua bulan wacana Pilgub ini, saya tidak pernah ke Puri Satria ataupun merapat untuk urusan politik. Kalau dulu, mungkin saya ke Puri Satria untuk urusan kekerabatan,” tegas Gde Agung, tadi malam. Bupati Badung yang tokoh Puri Agung Mengwi ini menegaskan, acaranya padat seharian kemarin. Paginya, Gde Agung mengaku jalan santai di Puspem Badung. Setelah itu, lanjut ke Petang melakukan kegiatan sembahyang dan menemui krama setempat. “Malam ini (semalam) saya baru pulang. Jadi, itu (isu Gde Agung merapat ke Puri Satria) bukan hanya kampanye hitam, mungkin saya masih laku dijual,” tandas Gde Agung. Gde Agung menyatakan dirinya adalah milik rakyat Badung. Selaku Bupati, dirinya tetap dalam posisi negarawan yang tidak menjadi milik golongan tertentu. Gde Agung pun akan berusaha berdiri di tengah-tengah. Terkait Pilgub Bali 2013, Gde Agung mengatakan secara politik dirinya berada di barisan Pasti-Kerta (pasangan Cagub-Cawagub Mangku Pastika-Ketut Sudikerta).

Sebab, dirinya menjadi Bupati Badung dua kali atas dukungan Golkar-Demokrat. “Tapi, saya siap memenangkan Pasti-Kerta,” tegas Gde Agung. Sementara, aksi perusakan baliho Pasti-Kerta untuk kesekian kalinya terjadi. Menurut tokpuh Puru Pemecutan, Ida Tjokorda Pemecutan X, kali ini yang dirusak orang tak dikenal adalah baliho Pasti-Kerta di Jalan Iman Bonjol Denpasar Barat, tepatnya wilayah Desa Pemecutan. Bahkan, tulisan Relawan Pemecutan untuk sampat dicat. Bagi Tjok Pemecutan, perusakan-perusakan baliho ini membuat suasana semakin memanas. Dia menilai para perusak baliho Pasti-Kerta itu ibarat ayam lari di arena tajen.

“Belum bertarung sudah menunjukan ketakutan. Merusak baliho Relawan Pemecutan untuk Pasti-Kerta ini bukti mereka takut sebelum bertanding,” tandas Tjok Pemecutan, Minggu kemarin. Tjok Pemecutan menyatakan, Puri Pemecutan Denpasar bukanlah milik segelintir orang, tapi milik semua lapisan masyarakat, mulai rakyat jelata, tokoh umat, hingga bhagawanta, dan sulinggih. “Saya heran, perusak-perusak baliho ini seperti takut sebelum bertanding,” tegas mantan Ketua DPRD Badung ini. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen