Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Duo Incumbent Diadukan ke DPP PDIP

Duo Incumbent Diadukan ke DPP PDIP

Written By Dre@ming Post on Minggu, 05 Agustus 2012 | 8:40:00 AM

Minggu, 5 Agustus 2012, 09:09

DENPASAR - DPD PDIP Bali akan melaporkan dua kandidat incumbent, Made Mangku Pastika (Gubernur Bali saat ini) dan AA Ngurah Puyspayoga (Wagub Bali), ke DPP PDIP jika keduanya tidak mengembalikan formulir Calon Gubernur (Cagub) dan sekaligus memndaftarkan pencalonannya untuk Pilgub 2013. Masalahnya, kedua figur favorit ini sudah diambilkan formulir Cagub oleh DPC PDIP Bangli selaku daerah yang mengusungnya.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Cagub-Cawagub DPD PDIP Bali, Wayan Sutena, menyatakan pihaknya tetap harus mengambil sikap jika kedua kandidat incumbent tidak kunjung mendaftar. Namun, laporan ke DPP PDIP itu baru akan dilakukan jika Pastika dan Puspayoga tidak mendaftar sampai batas akhir pengembalian formulir Cagub Bali, 8 Agustus 2012 nanti.

“Jadi, masih ada sisa waktu sampai 8 Agustus. Jika tidak juga mendaftar, masalah itu (Pastika dan Puspayoga) kita laporkan ke DPP PDIP,” ujar Sutena saat dikofirmasi di Kantor Sekretariat DPD PDIP Bali, Jalan Cok Agung Tresna Denpasar, Sabtu (4/7).

Karena Pastika dan Puspayoga belum kunjung mendaftar atau didaftarkan oleh DPC PDIP Banglu maupun tim relawannya, menurut Sutena, hingga saat ini DPD PDIP Bali praktis baru mengantongi satu pelamar Cagub 2013, yakni Wayan Candra. Bupati Klungkung itu telah mengembalikan formulir dan resmi mendaftarkan pencalonannya ke Sekretariat DPD PDIP Bali, Jumat (3/7) pagi.

Sedangkan dua kandidat Cagub Bali 2013 lainnya yang diusung DPC PDIP Tabanan, Nyoman Adi Wiryatama dan I Made Urip, juga belum mendaftarkan pencalonannya. Jangankan mendaftar, DPC PDIP Tabanan selaku daerah pengusung bahkan belum ada mengambilkan formulir Cagub bagi Adi Wiryatama (mantan Bupati Tabanan dua kali periode yang kini Sekretaris DPD PDIP Bali) dan Made Urip (anggota
DPR tiga kali periode yang juga Ketua DPP PDIP).

Padahal, menurut Sutena, sesuai syarat yang digariskan DPP PDIP, minimal harus ada empat figur Cagub yang resmi mendaftar, untuk bisa dilanjutkan ke tahapan berikutnya: verifikasi calon. “Meski kita sudah lakukan perpanjangan waktu selama sepekan, tetap saja hanya satu figur Cagub yang mendaftar. Sebenarnya kan minimal harus ada 4 calon, sesuai ketentuan,” ujar Sutena.

Ditanya apakah nanti akan ada lagi perpanjangan waktu pendaftaran calon setelah 8 Agustus, menurut Sutena, pihaknya belum putuskan itu. Yang jelas, kalau pendaftaran calon, masih ada sisa waktu sampai 8 Agustus nanti. Habis itu, semuanya akan dievaluasi.

“Tapi, kalau sampai 8 Agustus nanti tetap saja tidak ada yang Cagub yang mendaftar lagi, kita evaluasi. Bisa saja pendaftaran calon di DPD PDIP Bali langsung ditutup, lalu situasi ini kita laporkan ke DPP PDIP. Termasuk, laporkan juga soal tidak mendaftarnya Pastika dan Puspayoga,” tandas Sutena yang mantan Ketua DPC PDIP Klungkung sekaligus Ketua DPRD Klungkung 1999-2004 ini.

Hingga saat ini, tercatat baru empat kandidat yang mendaftarkan pencalonannya ke DPD PDIP Bali, dengan posisi berbeda. Tiga kandidat di antaranya mendaftar untuk posisi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) 2013, yakni I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (Ketua DPD PNIM Bali), Ni Made Sumiati (Srikandi PDIP yang kini anggota Komisi I DPRD Bali), dan Ida Ayu Kondi Indra Santosa(Srikandi PDIP mantan caleg kursi DPR di Pileg 2009).

Satu kandidat lagi mendaftar untuk posisi Cagub Bali 2013, yakni Wayan Candra, Bupati Klungkung yang notabene Ketua DPC PDIP Klungkung. Bupati Candra datang kembalikan formulir Cagub dan sekaligus mendaftar ke DPD PDIP Bali, Jumat pagi pukul 09.35 Wita, dengan dikawal 200 massa pendukungnya yang dikoordinasikan langsung Sekretaris DPC PDIP Klungkung, Anak Agung Gde Anom. Sebetulnya, ada tiga kandidat lagi yang telah mengambil formulir di DPD PDIP Bali, namun belum mendaftarkan kembali pencalonannya. Tiga kandidat ini semuanya kader PDIP yang mengincar posisi Cawagub Bali, masing-masing Made Arjaya (Ketua Komisi I DPRD Bali), Dewa Putu Cintya Adnyana (anggota DPRD Buleleng), dan Putu Parwata (anggota DPRD Badung.

Dari tiga kandidat Cawagub ini, hanya Made Arjaya yang telah memastikan akan mendaftar ke Sekretariat DPD PDIP Bali, Senin (6/8) besok. Sedangkan Cintya Adnyana dan Putu Parwata belum ada kepastian, kapan mereka akan mendaftarkan pencalonannya.

Sementara itu, politisi senior PDIP asal Marga, Tabanan, I Made Urip, hingga kini belum berpikir untuk ambil formulir Cagub maupun mendaftarkan pencalonannya ke DPD PDIP Bali. Meski mendapat dukungan dari DPC PDIP Tabanan untuk maju ke Pilgub Bali 2012 sebagai Cagub, Made Urip mengaku akan konsultasi dulu ke DPP PDIP.

“Saya akan konsultasi masalah ini ke DPP PDIP. Saya kan anggota Fraksi PDIP DPR yang duduk sebagai pengurus DPP PDIP,” ujar Made Urip saat dikonfoirmasi secara terpisah per telepon, tadi malam.

Politisi yang sudah tiga kali periode menjadi wakil rakyat Bali duduk di DPR Senayan ini mengaku tidak ada ambisi menjadi Gubernur. "Karena itu, saya belum berpikir untuk ambil formulir Cagub maupun mendaftarkan pencalonan," tegas Made Urip. "Saya ucapkan terima kasih atas aspirasi dari teman-teman PAC PDIP se-Tabanan dan DPC PDIP Tabanan. Saya menghargai aspirasi itu, namun belum berpikir untuk mendaftar," imbuhnya.

Sebaliknya, Adi Wiryatama sebelumnya justru menyatakan dirinya tidak pantas dan tak memiliki kemampuan menjadi pemimpin Bali, meskipun sempat dua kali periode sukses memimpin Kabupaten Tabanan. Karena itu, Adi Wiryatama putuskan tidak akan mengambil formulir, apalagi mendaftar nyalon Gubernur Bali 2013 ke DPD PDIP.

“DPD PDIP sudah memerintahkan cabang (DPC PDIP, red) yang mengeluarkan kandidat wajib mengambil formulir dan mendaftarkan jagonya. Tapi, saya tidak akan mendaftar nyalon,” tegas Adi Wiryatama saat ditemui terpisah di sela-sela acara pelepasan puluhan tukik bersama Miss Indonesian Earth 2012 di Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kerambitan, Tabanan, Jumat lalu.

Seperti halnya Made Urip, Adi Wiryatama juga mengucapkan terimakasih karena DPC PDIP Tabanan telah mencalonkan dirinya sebagai Cagub Bali 2013. Namun, bagi Adi Wiryatama, dirinya belum pantas memimpin Bali, karena Bali memerlukan pemimpin yang sanggup menghadapi tantangan ke depan nan kian komplek. “Pemimpin Bali ke depan harus mampu mensejahterakan masyarakatnya, seperti penyediaan pendidikan dan kesehatan murah, bahkan gratis. Bali juga dihadapkan pada persoalan pengangguran yang terus meningkat. Nah, seorang Gubernur harus mampu mengurangi pengangguran,” jelas ayah dari Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti ini.

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen