Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Ical Janji Benahi Infrastruktur Bali

Ical Janji Benahi Infrastruktur Bali

Written By Dre@ming Post on Selasa, 05 Juni 2012 | 4:42:00 AM

Selasa, 5 Juni 2012, 04:29

Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie
DENPASAR - Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie alias Ical kian mendekati target sebagai Calon Presiden (Capres) tunggal di Partai Beringin. Ini setelah DPD I Golkar se-Bali-NTB-NTT mendaklarasikan pencapresan Ical dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) di Denpasar, Senin (4/6). Ical sendiri berjanji akan benahi infrastruktur Bali jika kelak ter[pilih sebagai Presiden.

Acara deklarasi pencapresan Ical kemarin dilakukan pada hari terakhir Rakornis Bappilu Golkar se-Bali-NTB-NTT di Inna The Grand Bali Beach Hotel Sanur, Denpasar Selatan, yang disaksikan sekitar 1.000-an kader fungsional. Ical juga hadir dalam acara tersebut. Deklarasi dibacakan bersama Ketua DPD I Golkar Bali Ketut Sudikerta, Ketua DPD Golkar NTB Zaini Arony, dan Ketua DPD Golkar NTT Ibrahim Agustinus Meda.

Selain 3 DPD I Golkar, acara tersebut juga dihadiri 40 DPD II Golkar se-Bali-NTB-NTT, yang mengutus jajaran Bappilu masing-masing. Rinciannya, 9 DPD II Golkar se-Bali, 10 DPD II Golkar se-NTB, dan 21 DPD II Golkar se-NTT. Para Ketua DPD I Golkar se-Bali-Nusra menyatakan punya beberapa pertimbangan untuk memberikan dukungan penuh kepada Ical maju sebagai Capres ke arena Pilpres 2014.
Pertimbangan dari sisi politis dan psikologis, misalnya, Ical dipilih karena merupakan Ketua Umum DPP Golkar.

“Pimpinan partai adalah representasi dan simbol organisasi, sehingga layak dicalonkan di levelnya. Pak Aburizal Bakrie tentu saja levelnya Presiden,” jelas Ketua DPD I Golkar Bali, Ketut Sudikerta.

Sudikerta menambahkan, selaku mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Menko Kesra, Ical dianggap memiliki pengalaman sebagai pemimpin dan manajer di bidangnya. “Dia (Ical) juga punya pengalaman internasional,” terang Sudikerta yang kini menjabat Wakil Bupati Badung periode kedua. Paparan hampir senada disampaikan Ketua DPD I Golkar NTB, Zaini Arony. Dia menyatakan Ical memiliki visi yang jelas untuk membawa Indonesia menuju kesejahteraan. “Tidak semata-mata kemampuan kognitif, tapi Pak Ical juga mampu menerapkan secara implementatif,” tandas Zaini Arony.

Sedangkan Ketua DPD I Golkar NTT, Ibrahim Agustinus Meda, menganggap Ical memiliki pemikiran dan tujuan jelas tentang Indonesia ke depan. “Secara intelektual, Pak Ical punya kemampuan untuk memimpin negara,” katanya.

Sementara, Ical menyatakan terharu atas deklarasi dukungan dari jajaran Golkar Bali, NTB, dan NTT untuk maju sebagai Capres 2014. Dalam pidatonya di hadapan 1.000-an petinggi Golkar se-Bali-Nusra kemarin, Ical menyebutkan dukungan terhadap dirinya merupakan sebuah visi dan misi memperjuangkan idealisme politik untuk kesejahteraan masyarakat. Dukungan yang berdasarkan politik ini pastinya militan.

“Dukungan ini sebuah deklarasi bersama, berjuang mewujudkan amanah luar biasa bagi kita semua. Ini amanah berat, makanya kita berjuang bersama,” tandas Ical. “Amanah ini tidak akan saya sia-siakan. Insya Allah saya akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Ini awal dari sebuah perjuangan panjang ke depan, bukan akhir,” imbuh Ical, yang saat datang ke arena Rakornis di Sanur kemarin disambut Tarian Kecak.

Menurut Ical, ada tiga hal penting tentang sukses yang harus diperjuangkan bersama: sukses pencalonan, sukses pemilihan, dan sukses kepemimpinan. Ical menegaskan, deklarasi pencapresan dirinya akan dilaksanakan 1 Juli mendatang di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Deklarasi itu harus dijadikan kebulatan tekad. ”Sukses Pileg dan sukses Pilpres 2014 harus konsisten dengan semangat juang yang tinggi,” ujarnya.

Ical kembali memberikan semangat kepada kader Golkar bahwa politik praktis modal utamanya adalah semangat. “Saya selalu berkesimpulan, kalau semangat juang terwujud, itu sudah separuh kemenangan bagi Golkar. Kalah strategi dalam perang, adalah kalah semuanya.”

Ical mengaku tidak khawatir pendeklarasian dirinya sebagai Capres lebih awal, akan menjadi sasaran tembak. Dia sudah siap menjadi sasaran tembak dari lawan politiknya. "Kalau mau bertempur jangan takut kena tembak. Kalau takut jangan bertempur," katanya.

Seusai menghadiri acara Rakornis Bappilu Golkar se-Bali-NTB-NTT kemarin, Ical juga sempat memberikan janji special untuk Bali. Jika terpilih sebagai Presiden melalui Pilpres 2014, Ical berjanji akan membenahi infrastruktur di Bali. "Kalau Bali, saya harapkan infrastrukturnya diperbaiki," kata Ical kepada wartawan. Menurut Ical, Bali merupakan penyumbang devisa terbesar bagi negara dari sektor pariwisata. Namun ironisnya, infrastruktur di Bali dia nilai belum terlalu baik. "Kita lihat bahwa infrastruktur di Bali lemah sekali, macet di mana-mana. Ini mesti dibenahi dengan baik," katanya.

Jika dilihat dari sisa anggaran lebih, Ical yakin banyak plot dana yang bisa dipakai untuk membenahi infrastruktur tersebut. Dia menyebut angka Rp 45 triliun sampai Rp 60 triliun. Nah, dari jumlah ini, bisa diambil Rp 2 triliun sampai Rp 3 triliun setahun anggaran APBN untuk membenahi infrastruktur di Bali.

Soal infrastruktur ini, lanjut Ical, mesti mendapat perhatian lebih. Pasalnya, infrastruktur dari daerah-daerah yang sedang berkembang saat ini juga memerlukan perhatian lebih, seperti Riau. “Infrastruktur itu kata kunci. Jika infrastruktur baik, perekonomian berkembang dan rakyat makin sejahtera. Sekarang belum mencapai itu. Pulau Jawa, Jakarta, problematikanya infrastruktur," katanya.

Sementara itu, kasak-kusuk soal kandidat pendamping Ical di posisi Calon Wakil Presiden (Cawapres) berhembus kemcang di arena Rakornis Bappilu Golkar se-Bali-Nusra di Sanur, Senin kemarin. Informasi yang beredar, calon pendamping Ical adalah perwira tinggi TNI aktif, yakni KSAD Jenderal Pramono Edie Wibowo (adik ipar Presiden SBY).

Sebelumnya, Ketua DPD I Golkar Bali Ketut Sudikerta juga sempat memberi bocoran soal Cawapres pendamping Ical. Menurut Sudikerta, orangnya dari kalangan TNI aktif. Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Akbar Tandjung, juga sempat memperjelas siapa sosok TNI aktif yang dimaksud Sudikerta.

“Kalau dari TNI, yang paling ideal pangkatnya bintang empat,” jelas Akbar. Saat disodorkan nama KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Akbar membenarkannya. “KSAD itu salah satunya,” tandas Akbar.

Betulkah? Dikonfirmasi masalah ini, Ical mengaku nama calon pendampinginya di posisi Cawapres belum ada. Hal ini baru akan dibahas dalam Rapimnas Golkar di Bogor. “Belum ada. Itu akan dibahas nanti dalam Rampinas Golkar. Yang pasti, pada 2013 atau awal 2014 sudah ada paketnya,” papar Ical.

Hal senada juga disampaikan Wakil Sekjen DPP Golkar, Leo Nababan. Menurut Leo, saat ini Golkar masih konsentrasi pencapresan Ical dulu. Sedangkan masalah Cawapres dibahas kemudian. Meski demikian, lata Leo, Golkar sudah memantau tokoh-tokoh dari berbagai kalangan yang akan menjadi pendamping Ical di posisi Cawapres. "Salah satu komponennya dari TNI. Sebab, TNI dan Golkar ada historis. Jadi, kami melihat perkembangan TNI, siapa yang layak," katanya. 

sumber :  NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen