Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Dua ABK Asal Bali Jadi Korban

Dua ABK Asal Bali Jadi Korban

Written By Dre@ming Post on Senin, 16 Januari 2012 | 3:35:00 AM

Senin, 16 Januari 2012, 03:39

Kapal pesiar Costa Concordia
DENPASAR - Tragedi Titanic tahun 1912 terulang ketika kapal pesiar mewah ‘Costa Concordia’ tenggelam akibat menabrak karang di lepas Pantai Tuscan, Italia, Sabtu (14/1) Wita. Sebanyak 170 orang dari total 1.000 kru kapal Costa Concordia asal Indonesia dilaporkan selamat dari maut. Namun, dua pekerja asal Bali terluka hingga harus dirawat di rumah sakit. Gubernur Made Mangku Pastika pun perintahkan Disnakertrans melakukan pengecekan.

Kapal pesiar Costa Concordia yang tenggelam pasca-menabrak karang di lepas Pantai Tuscan ini mengangkut lebih dari 4.000 penumpang. Sedangkan ABK-nya berjumlah 1.000 orang yang didominasi warga Asia, termasuk 170 ABK dari Indonesia. Sebanyak 6 penumpang dilaporkan tewas dan 40 korban lainnya hilang, sementara 170 ABK asal Indonesia diketahui selamat.

Kapal mewah Costa Concordia ini sedianya membawa ribuan wisatawan berlayar selama tujuh hari mengarungi Perairan Mediterania, termasuk singgah ke Palermo dan Cagliari di Italia serta ke Barcelona dan Mallorca di Spanyol. Namun, baru 2 jam meninggalkan Pelabuhan Civitavercchia dekat Kota Roma, Italia, kapal mengalami gangguan listrik. Insiden terjadi dekat Pulau Giglio, di lepas Pantai Tuscan.

Saat itu, seluruh penumpang kapal pesiar mewah ini baru bersiap duduk untuk santap malam. Tiba-tiba, terjadi ledakan keras yang langsung menghentikan denting piano, lalu kapal mulai miring. Terungkap, lambung
bagian kanan kapal mengalami sobekan sepanjang 160 kaki pasca-menabrak karang.

Kapal pesiar Costa Concordia dibuat tahun 2004-2005 dengan biaya 450 juta euro di Galangan Kapal Fincantieri Sestri, Italia. Kapal pesiar berbendera Italia dengan panjang 259,08 meter ini menawarkan kemewahan di mana setiap penumpang harus bayar Rp16,7 juta per orang per malam. Berdasarkan laporan yang dimuat dalam situsnya, kapal pesiar ini dilengkapi sarana hiburan mewah seperti 4 kolam renang, 5 restoran, dan 13 bar.

Hingga Minggu (15/1), korban tewas akibat tenggelamnya kapal pesiar Costa Concordia ini masih simpang siur. Namun, laporan terakhir dari The Telegraph yang dikutip detikcom kemarin, 6 penumpang dilaporkan tewas. Sedangkan ribuan penumpang dan kru kapal berhasil dievakuasi petugas. Penumpang dan ABK yang selamat itu, antara lain, menyelamatkan diri dengan menggunakan sekoci. Sebagian lagi melompat ke laut dan kemudian berenang ke pantai dekat Pulau Giglio di lepas Pantai Tuscan.

Seorang penumpang menceritakan, saat kejadian, Jumat malam sekitar pukul 20.00 waktu Italia, mendadak terjadi ledakan keras. Melalui pengeras suara, petugas kapal mengatakan kapalnya mengalami gangguan listrik, sebelum akhirnya meminta semua orang mengenakan pelampung. "Itu seperti tragedi tenggelamnya Kapal Titanic (pada 12 April 1912 setelah tabrak gunung es di Samudra Atlantik, hingga 1.496 penumpang dan kru kapal tewas, Red),” tuturnya.

Penumpang lainnya, Fabio Costa, mengatakan setelah alarm darurat berbunyi, para penumpang mulai panik dan saling mendorong untuk masuk ke dalam sekoci. "Banyak orang jatuh menuruni tangga dan terluka," terang Fabio Costa. Sementara, pihak kepolisian telah menangkap dan menahan Kapten Kapal Pesiar Costa Concordia yang tenggelam di lepas Pantai Tuscan ini. "Kapten kapal telah ditahan polisi," bunyi laporan Kantor Berita Italia, Anza, Minggu kemarin. Sang kapten kapal diduga kuat melajutkan kapalnya terlalu dekat dengan pantai, sehingga menabrak karang. "Ada pergerakan yang dekat dengan pantai dan berbahaya. Sangat mungkin hal ini yang menyebabkan kecelakaan itu, meskipun diperlukan penyelidikan untuk membuktikannya," ujar Jubir Penjaga Pantai setempat, Luciano Nicastro.

Sementara itu, 170 ABK asal Indonesia yang berada dalam kapal pesiar Costa Concordia yang tenggelam dilaporkan selamat. Namun, ada dua ABK WNI di antaranya yang terluka ringan. Keduanya diketahui ABK asal Bali, masing-masing berinisial I Nyoman dan I Wayan. Namun, belum jelas identitas lengkap kedua korban asal Bali ini.

Menurut Kepala Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma, Italia, Musurifun Lajawa, yang dilansir tempo.co, Minggu kemarin, I Nyoman menderita patah tulang rusuk dan hingga kini masih dirawat di sebuah rumah sakit kawasan Porto Santo Stefano, Italia. Sedangkan I Wayan menderita luka di bagian tangan, tapi kemarin sudah dibolehkan meninggalkan rumah sakit.

Hingga kemarin, lanjut Musurifun, pihak KBRI Roma masih mencari data tentang keberadaan seluruh 170 ABK WNI korban tenggelamnya kapal pesiar di Italia tersebut. "Kami belum dapat memberikan data lengkap tentang identitas korban, karena masih mencari tahu ke pemilik kapal pesiar," papar Musurifun. Sedangkan Jubir Kementerian Luar Negeri Michael Tene, menyatakan pihak KBRI Roma sudah menemui para ABK WNI korban kapal pesiar tenggelam. "KBRI Roma kirim staf Konsuler untuk menemui warga kita. Belum ada informasi ada warga kita yang meninggal dalam peristiwa tersebut," ujar Michael Tene secara terpisah di Jakarta, Minggu kemarin.

Michael juga belum bisa memastikan berapa ABK WNI korban tenggelamnya kapal pesiar Costa Concordia yang sudah ditemui perwakilan KBRI Roma. Karena itu pula, kondisi kesehatan 170 WNI tersebut belum didapatkan secara pasti. "Perwakilan Konsuler sudah di lokasi, berupaya menemui semua 170 WNI itu di tempat penampungan. Sementara ini, langkah yang dilakukan untuk memastikan semua selamat dan baik-baik saja. Keadaan di lokasi masih berkembang," tutur Michael.

Di sisi lain, Gubernur Made Mangku Pastika telah perintahkan Disnakertrans Bali untuk mengecek ABK asal Pulau Dewata yang ikut jadi korban dalam musibah tenggelamnya kapal pesiar Costa Concordia. Hal itu diakui Kepala Disnakertrans Bali I Wayan Wiratha, saat dikonfirmasi di Denpasar, Minggu kemarin. Menurut Wayan Wiratha, Gubernur Pastika perintahkan pengecekan, karena selama ini banyak krama Bali yang bekerja di kapal pesiar. Bahkan, kata Wiratha, berdasarkan informasi yang diperolehnya, ada juga ABK asal Bali yang bekerja di kapal pesiar Costa Concordia ini.

Dijelaskan Wiratha, pihaknya sudah mengerahkan Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Bali untuk mengecek krama Bali yang bekerja di perusahaan kapal pesiar Costa Concordia tersebut. “Tadi (kemarin) Pak Gubernur perintahkan begitu dan kami sudah berupaya menghubungi Konsulat negara terkait. Sedangkan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja saya juga sudah melakukan pengecekan ke Jakarta,” terang Wiratha.

Wiratha menegaskan, dari informasi awal hasil penelusuran di Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI), diketahui memang krama Bali tersebar di seluruh perusahaan kapal pesiar. Salah satunya, di kapal pesiar Costa Concordia yang tenggelam di Italia tersebut.

Hanya saja, lanjut Wiratha, hingga Minggu kemarin nama-nama krama Bali yang bekerja di kapal pesiar Costa Concordia masih ditelusuri pihak Konsulat. ”Karena kapal pesiar yang karam ini kan bukan satu-satunya milik perusahaan kapal pesiar berbendera Italia itu. Ada banyak armada kapal pesiar Costa Concordia, dan krama Bali tersebar di sana. Apakah ada yang menjadi korban tenggelam, masih kami cari,” tandas Wiratha. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Tujuan Mangku Mokoh Mendaki GA Untuk Ambil Benang Tridatu

Mangku Mokoh dan keadaan kawah Gunung Agung Hembusan Abu di Gunung Agung Kini Tercatat Berdurasi Sekitar 20 Detik Mengarah Ke Daerah In...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen