Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Angin Kencang, Petaka Pohon Roboh, 2 Tewas, 12 Luka

Angin Kencang, Petaka Pohon Roboh, 2 Tewas, 12 Luka

Written By Dre@ming Post on Kamis, 26 Januari 2012 | 8:33:00 AM

Kamis, 26 Januari 2012, 08:29

ilustrasi
TABANAN - Bencana angin kencang yang melanda wilayah Bali, Rabu (25/1), menimbulkan petaka pohon roboh di berbagai tempat. Bahkan, tercatat dua korban tewas akibat tertimpa pohon roboh, selain menyebabkan 12 korban terluka. Seluruh korban tewas jatuh di Tabanan, demikian pula 11 dari total 12 korban terluka terjadi di wilayah Gumi Lumbung Beras tersebut.

Dua korban tewas akibat petaka pohon roboh yang dipicu bencana angin kencang, Rabu kemarin, masing-masing Ni Made Kasning, 32 (warga Banjar Batunya, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan) dan I Nyoman Ginarta, 29 (warga Banjar Talang Pati, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Tabanan).

Sedangkan 11 korban terluka di Tabanan akibat petaka pohon roboh adalah Ida Bagus Made Suprabawa, 35 (warga Banjar Mundeh, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri), I Wayan Wirasta (warga Banjar Mundeh, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri), I Wayan Reweh, 75 (warga Banjar Baturiti Kaja, Desa/Kecamatan Kerambitan), Ni Nengah Suriasih (warga Banjar Buahan Kaja Kauh, Desa Buahan, Kecamatan Tabanan), Ngurah Walmiki, 15 (warga Banjar Buahan Tengah, Desa Buahan, Kecamatan Tabanan), I Gede Putu Yogi Bahari, 15 (warga Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri), I Gusti Nengah Mayun (warga Banjar Jambe, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan), I Gede Alit Swagi Eka Mulya (warga Desa Babahan, Kecamatan Penebel), I Ketut Terima (warga Banjar Angseri, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti), Agung Trisnawati (warga Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat), dan Tamaji, 58 (penjual bakso
keliling asal Banjar Jagasatru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, yang tertimpa pohon nangka saat melintas di jalur Desa Kukuh-Desa Belayu).

Seluruh korban terluka korban bencana pohon roboh di Tabanan ini dirawat di RSUD Tabanan. Sementara, satu korban pohon roboh lainnya terjadi di wilayah Bangli, yakni I Wayan Artawan, 45. Warga Desa Pengelumbaran, Kecamatan Susut, Bangli ini terluka akibat tertimpa pohon roboh saat menjemput istrinya sepulang mengajar di wilayah Kelurahan Kubu, Bangli, kemarin siang. Korban Wayan Artawan kini dirawat di RSUD Bangli.

Khusus dua korban tewas dalam bencana pohon roboh kemarin semuanya jatuh di wilayah sejuk Kecamatan Baturiti, Tabanan. Korban Ni Made Kasning tewas tertimpa pohon jaka roboh di jaba Pura Puseh, Desa Pakraman Batunya. Sedangkan korban Nyoman Ginarta tewas tertimpa pohon dapdap roboh saat mencari bambu di kebun miliknya di Banjar Talang Pati, Desa Antapan.

Informasi yang dihimpun, korban Made Kasning tewas akibat tertimpa pohon jaka roboh, Rabu siang sekitar pukul 11.45 Wita. Saat itu, korban sedang istirahat dari kegiatan ngayah di Pura Puseh, Desa Pakraman Batunya, sehubungan akan digelarnya Karya Ngenteg Linggih bertepatan Hari Raya Kuningan, Sabtu (11/2) mendatang.

Ketika sedang istirahat dari ngayah, korban Made Kasning bersama dua rekannya, Ni Wayan Sendri dan Ni Ketut Sidek, hendak belanja beli makanan ke warung. Menurut kesaksian Wayan Sendri, mereka bertiga berjalan beriringan. Korban Made Kasning berjalang paling depan, diikuti Ketut Sidek dan Wayan Sendri. “Tiba-tiba, pohon jaka (aren) yang berada di sebelah selatan gapura Pura Puseh roboh. Kami bertiga pun berlarian,” tutur Wayan Sendri saat ditemui di rumah duka, Banjar/Desa Batunya, Kecamatan kediri, Rabu sore.

Wayan Sendri mengisahkan, saat itu korban Made Kasning berlari ke arah selatan, sementara dirinya dan Ketut Sidek berlari ke arah berlawanan. Korban Made Kasning sempat berhenti sembari memayungi kepala dengan kedua tangannya. Saat itulah batang pohon jaka roboh tepat menghantam tubuhnya. “Dia (korban) langsung pingsan akibat tertindas batang pohon,” katanya. Menyusul musibah pohon roboh menimpa korban, sejumlah krama yang ngayah di Pura Puseh berhamburan keluar untuk memberikan pertolongan. Saat itu, korban masih bernapas hingga langsung dilarikan ke Puskesmas Baturiti. Namun sayang, nyawanya tak tertolong. Korban menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju Puskesmas. Korban Made Kasning tewas dengan kondisi mengenaskan: patah tulang punggung, patah tulang kedua kaki, dan mengeluarkan darah dari hidung.

Made Kasning berpulang buat selamanya secara tragis, dengan meninggalkan suami, I Nyoman Resta, 38, serta tiga anak yang masih kecil, masing-masing I Made Mardi Ardika, 10, Ni Made Suarmini, 8, dan I Komang Sarjana, 4,5. Suami korban, Nyoman Resta, sangat terpukul dengan musibah yang merenggut nyawa istri tercintanya.

“Kami tak percaya musibah ini. Tak ada firasat apa pun sebelumnya,” keluh Nyoman Resta di rumah duka, kemarin sore. “Tak ada sipta (tanda-tanda), tahu-tahu menantu kami menjadi korban pohon roboh,” imbuh mertua korban, Ni Nyoman Wates, 51. Rencananya, jenazah korban Made Kasning akan dikuburkan di Setra Adat Desa Bantunya, Kamis (26/1) ini.

Sementara, korban tewas lainnya yang juga asal Kecamatan Baturiti, yakni I Nyoman Ginarta, meregang nyawa akibat tertimpa pohon dapdap roboh di kebunya di Banjar Talang Pati, Desa Antapan. Informasi dari Perbekel Antapan, I Gede Ketut Kamayana, korban Nyoman Ginarta tertimpa pohon dapdap saat mencari bambu di kebunnya, Rabu sore sekitar pukul 15.00 Wita.

Sore itu, korban Nyoman Ginarta mencari bambu bersama istrinya. Tiba-tiba, ada pohon dapdap tumbang menimpa kepala korban, sementara sang istri selamat. Istri korban pun mencari bantuan kepada warga terdekat. “Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Baturiti. Namun, menurut dokter, korban sudah tidak bernyawa lagi,” terang Ketut Kamayana. Korban Nyoman Ginatra sendiri berpulang buat selamanya dengan meninggalkan seorang istri dan dua anak.

Bencana angin kencang di Tabanan, Rabu kemarin, benar-benar menjadi petaka bagi warga setempat. Soalnya, ada 12 korban terluka akibat petaka pohon roboh. Mereka semuanya dilarikan ke RSUD Tabanan untuk menjalani perawatan. Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti pun kembali harus sibuk dengan langsung membesuk para korban terluka yang dirawat di RSUD Tabanan, kemarin sore. Usai menjenguk para korban pohon roboh, Bupati Eka Wiryastuti kemudian menggelar rapat dadakan di rumah jabatan dengan menghadirkan seluruh Camat dan Pimpinan SKPD untuk antisipasi bencana susulan.

Uniknya, salah satu korban terluka akibat petaka pohon roboh kemarin, yakni Tamaji, seorang penjual bakso keliling, justru kena musibah di Jalan Raya Desa Kukuh-Desa Belayu, tepatnya di Banjar Denuma, Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Penjual bakso asal Banjar Jagasatru, Desa/Kecamatan Kediri ini tertimpa pohon roboh persis di depan rumah keluarga Wayan Jati.

Di tempat ini pula, dua pekan sebelumnya terjadi musibah serupa yang melukai Ni Nyoman Astri alias Jro Mangku Istri, 37, warga Desa Kukuh. Ketika itu, korban yang merupakan istri Pamangku Pura Prajapati ini tertimpa pohon bunut roboh di lokasi sama, 9 Januari 2012 lalu. Jro Mangku Istri mengalami patah tulang. Kali ini, korban Tamaji juga tertimpa pohon roboh di tempat serupa, hingga harus dilarikan ke RSUD Tabanan dalam kondisi patah tangan kiri.

Selain menyebabkan 12 korban terluka dan 2 korban tewas, bencana angin kencang disertai pohon roboh di wilayah Tabanan, Rabu kemarin, juga menghancurkan sejumlah pura dan rumah. Salah satunya, kerusakan Pura Pasek di Banjar Denuma, Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Kerusakan serupa juga menimpa Pura Desa dan Pura Puseh di Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga. Sedangkan bangunan rumah yang hancur akibat bencana angin kencang kemarin, antara lain, rumah milik keluarga I Made Sudiana, 46 di Banjar Pembungan, Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga dan rumah keluarga Nyoman Sana di Banjar Bengkel, Desa Bengkel Sari, Kecamatan Selemadeg Barat.

Sementara itu, bencana angin kencang disertai pohon roboh juga porakporandakan sebagian wilayah Kabupaten Bangli, Rabu kemarin. Akibatnya, jatuh satu korban terluka di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli. Korbannya adalah I Wayan Artawan, 45, warga asal Desa Pengelumbaran, Kecamatan Susut, Bangli. Kala itu, korban Wayan Artawan melintas dengan sepeda motor di jalan untuk menjemput istrinya yang bekerja sebagai guru SD Internasional di Kubu. Tiba-tiba, sebatang pohon nangka roboh menimpanya. Korban yang luka cukup serius di sekujur tubuhnya ini pun dilarikan ke RSUD Bangli. Sejumlah rumah warga di Kubu juga hancur tertimpa pohon roboh, seperti rumah almarhum I Ketut Gemuk, 65 dan rumah keluarga I Ketut Gujeg. Sedangkan di Banjar Jelekungkang, Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli, ada empat tiang listrik roboh menimpa rumah warga. Beruntung, tidak ada korban terluka. Bahkan, gardu listrik di Kelurahan Kawan, Bangli tumbang ke sawah, demikian pula dua gardu listrik di kawasan Tembuku, Bangli. Akibatnya, PLN Bangli sempat melakukan pemadaman listrik.

Bencana di Bangli juga menimbulkan kerusakan beberapa pura. Salah satunya, Tegalsuci di Desa Pakraman Kubu dengan kondisi Balai Perantenan remuk. Sedangkan di kawasan Tembuku, bangunan suci Bale Lantang di Pura Puser Tasik remuk diterjang angin. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 100 juta. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Tujuan Mangku Mokoh Mendaki GA Untuk Ambil Benang Tridatu

Mangku Mokoh dan keadaan kawah Gunung Agung Hembusan Abu di Gunung Agung Kini Tercatat Berdurasi Sekitar 20 Detik Mengarah Ke Daerah In...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen