Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Rumah Sakit Internasional

Rumah Sakit Internasional

Written By Dre@ming Post on Senin, 08 Agustus 2011 | 6:26:00 AM

Senin, 08 Agustus 2011, 06:09

DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali (Pemprov) Bali selaku Eksekutif yang merencanakan Rumah Sakit (RS) Internasional yang akan dibangun di Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur yakin anggaran pembangunan rumah sakit sebesar Rp 300 miliar bakal lolos di APBD 2012. Bahkan RS yang tujuannya menjadi salah satu destinasi baru pariwisata di Bali (medical tourism) ini bakal terbangun 2012 mendatang.

RS Internasional ini sempat dikritik anggota DPR RI Gede Sumarjaya Linggih alias Demer. Karena lokasinya tidak tepat. Pemprov mendirikan RS Internasional di Denpasar tak sejalan dengan visi untuk pemerataan pembangunan di Bali. Kata Demer, lebih tepat kalau RS Internasional dibangun di Karangasem.

Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Bali, dr Nyoman Sutedja Minggu (7/8) di sela-sela acara ceramah BPK di Gedung Ksiraarnawa Denpasar, mengatakan sekarang feasibility study (studi kelayakan) RS Internasional
sudah digarap. "Ditargetkan pada 2012 sudah digarap. Kita optimis kalau rumah sakit ini berdiri akan menjadi daya tarik turis ke Bali. Kita yakin lolos. Karena di APBD 2012 sudah dianggarkan," tegas Sutedja.

Bagaimana dengan RS Sanglah yang juga akan menuju RS Internasional? Sutedja mengatakan di RS Sanglah sudah sangat padat dengan kedatangan pasien dari berbagai pelosok. Bahkan dari NTB dan NTT semua rujukannya ke RS Sanglah. "Nusa Tenggara mengarah ke Sanglah, jadi memang kita sudah kaji itu, bukan masalah persaingan tetapi masalahnya hanya RS Sanglah kadang padat. Kita bangun berstandar internasional. Sebenarnya Rp 300 miliar itu kurang. Kalau mau yang bagus sebenarnya Rp 400 sampai Rp 500 miliar butuh dana. Tetapi ini bertahaplah," tegas Sutedja.

Sementara Gubernur Made Mangku Pastika mengatakan RS Internasional nanti akan dijatah Rp 300 miliar. Rp 200 miliar untuk pembangunan fisik. Soal kebutuhan apakah mendesak atau tidak, Pastika balik bertanya. "Sekarang turis itu mau nggak mereka berobat di Bali? Di Jakarta saja tidak mau. Kebanyakan mereka ke Singapura. Kita kembalikan ke diri sendiri saja," tegas Pastika.

Mantan Kapolda Bali ini mengatakan, RS Internasional ditujukan untuk turis. Kalau 5 persen saja dari 2,5 juta turis di Bali mau menggunakan RS Internasional tersebut, merupakan keuntungan bagi Bali. "Daripada mereka ke Singapura, Malaysia. Mendingan kita yang bangun, mereka berlibur ke Bali sekalian kalau sakit chek up bisa di Bali. Jadi duit mereka tidak kemana-mana," ujar Pastika.

Menurut Pastika, rumah sakit yang akan dibangun ini juga menjadi daya tarik seperti di Singapura. Orang- orang khusus datang ke Singapura hanya untuk berobat saja. "Kalau kita di Bali, ya sambil promosikan Bali juga ini. Soal konsumennya turis, ya kita lihat BMIC atau rumah sakit yang melayani turis di Bali ada itu. Bahkan mereka bisa hidup itu," ujar Pastika. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Tujuan Mangku Mokoh Mendaki GA Untuk Ambil Benang Tridatu

Mangku Mokoh dan keadaan kawah Gunung Agung Hembusan Abu di Gunung Agung Kini Tercatat Berdurasi Sekitar 20 Detik Mengarah Ke Daerah In...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen