Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Berharap Kandidat Buruannya Terpental?, PDIP Pasang Jurus Gembok Buleleng

Berharap Kandidat Buruannya Terpental?, PDIP Pasang Jurus Gembok Buleleng

Written By Dre@ming Post on Senin, 06 Juni 2011 | 1:02:00 PM

Senin, 6 Juni 2011, 12:59

SINGARAJA - PDIP akan menerapkan jurus pamungkas untuk mengunci pergerakan lawan-lawan politiknya di Pilkada Buleleng 2012. Dengan manuver yang disebut jurus ‘Gembok Buleleng’ ala PDIP ini, parpol lain seperti Golkar dan Demokrat terancam hanya bisa mengusung calon kelas kacangan di Pilkada.

PDIP memungkinkan bisa mengefektifkan jurus ‘Gembok Buleleng’ Soalnya, tiga parpol lain yang berpotensi mengusung paket Cabup-Cawabup di Pilkada Buleleng 2012, yakni Golkar, Demokrat, dan PKPB, baru akan menetapkan pasangan calon setelah PDIP resmi memiliki paket Cabup-Cawabup. Hal ini dilakukan, karena selain untuk mengukur kekuatan calon yang akan diusung PDIP, juga lantaran para kandidat yang diincar tiga parpol tersebut keburu mendaftar sebagai bakal calon (Balon) Bupati-Wakil Bupati di PDIP.

Baik Golkar, Demokrat, maupun PKPB kabarnya berharap kandidat buruannya terpental dari PDIP, sehingga bisa dirangkul kembali sebagai Cabup atau Cawabup ke
Pilkada Buleleng 2012. Tapi, kubu PDIP bisa membaca pergerakan mereka. Nah, untuk mengunci lawan-lawan politiknya, DPP PDIP pun pilih mengulur-ulur waktu keluarkan rekomendasi paket Cabup-Cawabup Buleleng.

Informasi yang dihimpun di Singaraja, Minggu (5/6), DPP PDIP baru akan mengeluarkan rekomendasi paket Cabup-Cawabup pada detik-detik menjelang pendaftaran calon ke KPU Buleleng. Dengan begitu, lawan politiknya tidak punya cukup waktu untuk menggarap para kandidat yang terpental dari PDIP buat diusung sebagai Cabup maupun Cawabup Buleleng.

“Parpol pesaing PDIP seperti Golkar dan Demokrat, kalau tidak jeli, terancam tidak bisa mengusung calon berkualitas ke Pilkada Buleleng 2012, karena jurus yang diterapkan PDIP. Calon mereka nanti bisa hanya sekadar meramaikan Pilkada, tanpa daya saing,” ujar sebuah sumber di Singaraja kemarin.

Ada sederet fugur favorit yang jadi buruan Golkar maupun Demokrat yang keburu nyalon melalui PDIP. Mereka, antara lain, Jro Nyoman Ray Yusha (tokoh non kader) dan Putu Pasek Sandoz (figur non kader yang notabene putra Gubernur Bali Made Mangku Pastika). Di PDIP, Ray Yusha mengincar posisi Cabup Buleleng, sementara Putu Sandoz mengincar posisi Cawabup.

Ada empat kandidat yang mendaftar di PDIP dengan incar posisi Cabup Buleleng, yakni Ray Yusha (non kader), Putu Agus Suradnyana (kader PDIP), Made Arga Pynatih (kader PDIP), dan Dewa Nyoman Sukrawan (kader PDIP). Sedangkan Golkar, disebut-sebut akan memasang Gede Ariadi (putra sulung Bupati Buleleng Putu Bagiada) sebagai Cabup, selain juga berusaha merangkul Ray Yusha. Demikian pula Demokrat dan PKPB, kabarnya menunggu Ray Yusha untuk ditangkap jika terpental dari PDIP.

Meski pendaftaran Balon di PDIP sudah ditutup sepekan lalu, DPP PDIP tidak mau grasa gurus mengeluarkan rekomendasi tiket Cabup-Cawabup Buleleng. Demi strategi, DPP PDIP baru akan lansir tiket rekomendasi menjelang pendaftaran calon di KPU Buleleng. Pendaftaran calon itu sendiri kemungkinan baru akan dibuka KPU Buleleng antara Desember 2011 atau Januari 2012. Sedangkan coblosan Pilkada Buleleng diagenadakan antara April-Mei 2012.

Sesuai dengan SK 031-A/TAP/DPP/V/2011, penetapan pasangan calon di PDIP dilakukan bertahap, mulai dari penjaringan dan penyaringan Balon oleh DPC PDIP Buleleng, verifikasi terhadap persyaratan para kandidat, penyaringan oleh DPD PDIP. Dalam proses penyaringan itu, DPD akan mengusulkan dua nama kandidat Cabup-Cawabup ke DPP PDIP untuk digodok kembali. Nama-nama kandidat yang disetor ke DPP PDIP tidak akan dipublikasikan, sebagai bagian strategi untuk mengunci pergerakan lawan politik.

Ketua Panitia penjaringan dan penyaringan pasangan calon DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna, mengaku belum mengetahui pasti kapan DPP PDIP akan mengeluarkan rekomendasi tiket Cabup-Cawabup untuk Pilkada 2012. “Kalau keluarnya rekomendasi, sulit diprediksi. Karena di SK penjaringan dan penyaringan tidak ada batas waktu. Itu kewenangan penuh DPP PDIP,” ujar Supriatna saat dikonfirmasi di Singaraja, Minggu kemarin.

Sementara itu, Sang Putra Mahkota Gede Ariadi dikabarkan getol menggalang dukungan para guru, para Camat, dan para kepala desa (Perbekel) se-Buleleng, melalui tangan ayahnya, Bupati Putu Bagiada. Informasi terkahir, Bupati Bagiada melalui Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Kadisnakanlut) Buleleng tengah menggalang kelompok nelayan untuk mempromosikan Putra Mahkota maju ke Pilkada 2012 melalui kendaraan Golkar.

Dalam surat edaran yang di dalamnya tertera formulir Model BB1-KPU itu berisi pengantar dari Gede Ariadi yang ditujukan kepada para panglingsir dan tokoh agama, Perbekel, kelian desa pakrama, cendikiawan, dan tokoh pemuda. Hanya saja, dalam edaran itu tertera keinginan Putra Mahkota maju ke Pilkada Buleleng 2012 melalui jalur Independen, bukan Golkar.

Sejumlah kelompok masyarakat, terutama kalangan nelayan yang diberikan formulir dukungan itu, mengaku kaget karena tidak menyangka akan ditodong mendukung Putra Mahkota. “Kaget juga saya disodori kertas yang gambar depannya berisi foto Gede Ariadi. Saya bingung harus bagaimana, karena saya tahu kita belum berpikir jauh soal dukung mendukung,” ujar seorang nelayan yang minta namanya dirahasiakan, Minggu kemarin.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Buleleng Kadek Cita Ardhana Yudi menyatakan tidak masalah terkait beredarnya formulir BB1 milik KPU itu. Menurut Cita Ardhana, formulir BB1 merupakan dokumen milik publik dan pemanfaatanya dilakukan oleh publik.

Dia mengatakan, kendati tahapan Pilkada Buleleng 2012 baru dimulai November 2011 nanti, namun penggunaan formulir model ini tidak memerlukan surat keputusan KPU. ”Karena dokumen itu milik publik, ya terserah publik untuk menggunakannya, termasuk buat menggalang dukungan,” jelas Cita Ardhana.

Sementara, Kadisnakanlut Buleleng Nyoman Sutrisna membantah pihaknya menyebarkan surat edaran berisi penggalangan dukungan untuk Putra Mahkota. “Tidak ada itu,” jawab Sutrisna saat dikonfirmasi per telepon tadi malam.


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

PVMBG Belum Pastikan Penurunan Status, GA Masih Alami Erupsi

Visual gunung agung dari desa Suwat Gianyar sabtu(16/12) pada pukul 6.00 dan pukul 7.30 wita Hembusan asap berwarna putih dan kelabu ...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen