Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Saat Cinta Bertaut, Dinding Penjara Tak Mampu Halangi, Anggota Bali Nine pun Ke Pelaminan

Saat Cinta Bertaut, Dinding Penjara Tak Mampu Halangi, Anggota Bali Nine pun Ke Pelaminan

Written By Dre@ming Post on Selasa, 12 April 2011 | 3:26:00 AM

Selasa, 12/04/2011 03:19 WITA

Denpasar: Keputusan Winarni Puspayanti, janda satu anak yang baru saja dipinang oleh Martin Eric Stephen mungkin bagi sebagian masyarakat sulit diterima akal sehat karena suaminya tersebut adalah narapidana seumur hidup. Tapi bagi wanita asal Semarang, Jawa Tengah ini, dengan kekuatan cinta, apapun bisa terjadi.

"Karena saya cinta dia, dan saya tidak memikirkan apapun kondisi dia karena saya percaya Tuhan," kata Winarni usai melangsungkan prosesi pernikahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A, Denpasar, Senin (11/04/2011).

Winarni mengaku bahagia bisa menikahi pria yang sangat dicintainya walau terhalang jeruji besi. "Mulai sekarang saya mau mengurus suami saya, setiap hari kan bisa ketemu," tutur wanita yang akrab disapa Kristin ini.
Meski tak bisa seperti pasangan suami-istri lainnya,
Winarni tetap tak berkecil hati dan berharap bahtera rumah tangganya selalu harmonis apapun kondisinya.


Benih cinta sejoli ini mulai timbul saat awal pertemuan mereka tahun 2006 silam. Winarni yang bekerja sebagai karyawan katering ini dikenalkan oleh teman dengan Martin yang sedang menjalani masa tahanan di Lapas Kerobokan, Denpasar, karena kasus penyelundupan 8,9 kilogram heroin bersama sindikat Bali Nine.

Setelah melewati berbagai rintangan dalam berpacaran, sekitar 3 bulan lalu Martin akhirnya memberanikan diri untuk melamar Winarni dan meminta izin kepada Kepala Lapas Kerobokan, Denpasar, Siswanto untuk menggelar pernikahan di dalam Lapas. Niat mulia Martin ini disambut baik oleh Siswanto dan meneruskan surat permohonan menikah ini kepada Kanwil Kementrian Hukum dan Ham Bali.

Setali tiga uang dengan Siswanto, otoritas Lapas di Bali ini juga merestui rencana pernikahan Martin dan Winarni. Hari bahagia itupun tiba pada Senin (11/04/2011).

Mengenakan adat Jawa, pasangan yang selalu tampak romantis di depan publik ini menjalani upacara pemberkatan yang dipimpin oleh pendeta Thompson Manafe di gereja Lapas Kerobokan. Pernikahan semakin lengkap karena orangtua serta kerabat turut hadir untuk menjadi saksi pernikahan bersejarah ini.
Martin Eric Stephen, anggota sindikat penyelundup heroin yang dikenal dengan kelompok Bali Nine, melangsungkan pernikahan di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Denpasar, Bali, Senin (11/4). Narapidana seumur hidup ini menikahi seorang wanita asal Semarang bernama Christine Puspayanti.
Dengan statusnya sebagai terpidana seumur hidup. anggota komplotan 'Bali Nine', Martin Eric Stephen (34) hari ini melepas masa lajangnya.

Pemberkatan dan resepsi nikah akan digelar di Lapas Kelas II A Denpasar, Kerobokan hari ini, Senin 11 April 2011. Eric tak keberatan jika media lokal maupun nasional meliput hari bahagianya. Namun, ia melarang media asing datang.

Sikap Eric yang menolak kehadiran media asing disampaikannya kepada Kapala Lapas Kerobokan, Siswanto. "Itu permintaan yang bersangkutan, tentunya kami harus hargai. Jadi bagi media asing tidak diperkenankan meliput acara ini," kata Siswanto, Senin pagi.

Siswanto sendiri mengaku tidak mengundang media untuk meliput, namun karena sudah ada permintaan dari Eric, sehingga ia mempersilakan saja media lokal dan nasional datang.

Agar tidak kecolongan, sambung Siswanto, dia akan melakukan pemeriksaan ketat selama digelarnya pernikahan kali ketiga yang digelar di Lapas Kerobokan. "Semua wartawan harus menunjukkan kartu identitasnya, baru boleh masuk, kecuali wartawan media asing," tegas Siwanto.

Disinggung soal alasan Eric Stephen menolak kehadiran asing, Siswanto enggan menjelaskan lebih jauh. Ia mengaku hanya sebatas memfasilitasi saja. “Ya, itu kan haknya dia (Eric Stephen). Kami harus hormati privasi mereka,” sergahnya.

Sebelumnya, Siswanto membenarkan rencana pernikahan Eric Stephen anggota kelompok yang disebut “Bali Nine” dengan Christine, gadis asal Semarang, yang akan digelar pukul 10.00 Wita ini. Pendeta Thomson akan memimpin pemberkatan dilanjutkan  resepsi yang dihelat sekira pukul 11.00 Wita.

Siswanto mengatakan,  meski pernikahan di Lapasnya merupakan untuk kali ketiga, namun untuk resepsi yang juga digelar di Lapas, hal itu beru pertama kalinya dilaksanakan di Lapas yang dipimpinnya. 

Martin dan Christine sudah menjalin hubungan asmara selama enam tahun. Saat bertemu Martin pertama kali, Christine sedang menjenguk temannya yang dipenjara di LP Kerobokan.

Martin divonis penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Denpasar para 2006 lalu karena menyelundupkan 8,9 kilogram heroin dari Bali ke Australia. Martin ditangkap pada 17 April 2005 di Bandara Ngurah Rai bersama delapan warga Australia lainnya yang kemudian dikenal dengan julukan Bali Nine

  sumber : Kompas, Liputan6, VIVAnews
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

PVMBG Belum Pastikan Penurunan Status, GA Masih Alami Erupsi

Visual gunung agung dari desa Suwat Gianyar sabtu(16/12) pada pukul 6.00 dan pukul 7.30 wita Hembusan asap berwarna putih dan kelabu ...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen