Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Pintu Masuk ke PDIP Tertutup Rapat, Putra Mahkota ke Golkar

Pintu Masuk ke PDIP Tertutup Rapat, Putra Mahkota ke Golkar

Written By Dre@ming Post on Senin, 25 April 2011 | 6:03:00 AM

Senin 25 April 2011, 04:49

SINGARAJA - Kendati pintu masuk ke PDIP nyaris tertutup rapat, tidak menyurutkan langkah putra sulung Bupati Buleleng Putu Bagiada, I Gede Ariadi, untuk maju ke Pilkada 2012 melalui jalur parpol. Sang Putra Mahkota telah merapat ke Golkar untuk dijadikan tunggangan politik menuju Pilkada Buleleng 2012.

Indikasi Gede Ariadi merapat ke Golkar semakin kuat, setelah Sang Putra Mahkota terlihat ikut sembahyang bersama jajaran pengurus Beringin dalam upacara Hari Raya Saraswati pada Saniscara Umanis Watugunung, Sabtu (23/4), di Padmasana Sekretariat DPD II Golker Buleleng, Jalan Ngurah Rai Singaraja. Usai sembanhyang, Ariadi juga ikut makan bersama para elite Golkar. Sejumlah elite Beringin yang hadir dalam persembahyangan yang diikuti Sang Putra Mahkota hari itu, antara lain, Wasekjen DPP Golkar I Gede Sumarjaya Linggih alias Demer, Ketua DPD II Golkar Buleleng I Nyoman Sugawa Korry, Ketua Harian DPD II Golkar Buleleng Ketut Susila Umbara, Sekretaris DPD II Golkar Suparmen, dan Bendahara DPD II Golkar Wandiranata.

Hanya saja, Sang Putra Mahkota tidak mau berbicara banyak soal kehadirannya dalam persembahyangan di Sekretariat DPD II Golkar Buleleng. Namun, Ariadi mengisyaratkan sudah ada pembicaraan dengan Golkar terkait Pilkada Buleleng 2012. “Ya, masalah prosedur dan mekanisme pencalonan di Golkar sudah dibicarakan. Tapi, semuanya masih tunggu respons masyarakat,” terang Sang Putra Mahkota.

Sementara, Ketua DPD II Golkar Buleleng, Sugawa Korry, mengatakan kehadiran Ariadi dalam persembahyangan Saraswati itu merupakan spontanitas yang bersangkutan. Yang jelas, menurut Korry, Golkar sebagai partai terbuka akan menerima siapa saja yang ingin bergabung maupun memanfaatkannya sebagai kendaraan politik menuju Pilkada Buleleng 2012. “Dari awal saya sudah katakan, sesuai Juklak 02 DPP, Golkar terbuka kepada siapa saja. Golkar siap menerima dan mendukung siapa pun calonnya nanti,” tegas politisi senior asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng yang juga anggota Fraksi Golkar DPRD Bali ini. Sedangkan Wasekjen DPP Golkar yang sekaligus Korwil Bali DPP Golkar, Demer, menyatakan tidak sepenuhnya hasil survei yang dipakai acuan dalam menetapkan Calon Bupati (Cabup)-Calon Wakil Bupati (Cawabup) di Pilkada Buleleng 2012. Menurut Demer, hasil survei menyumbang poin 90 pesren, sedangkan penentu 10 persennya adalah tim yang beranggotakan lima orang.

Kelima orang anggota tim penentu 10 persen itu masing-masing Ketua DPD II Golkar Buleleng, Ketua DPD I Golkar Bali, Korwil Bali DPP Golkar, Ketua Pemenangan Jawa-Bali-NTB, serta DPP Golkar (Ketua dan Sekjen). “Kalau 100 persen hasil survei, kita tidak bisa berbuat banyak,” terang Demer.

Demer kemudian mencontohkan ada calon yang hasil surveinya tinggi, tapi sudah menggunakan kendaraan partai lain sebagai tunggangan politik menuju Pilkada. Ada pula calon yang hasil surveinya bagus, tapi ternyata menolak maju ke Pilkada bersama Golkar. Bisa juga ditempuh jalan koalisi, tapi ternyata partai yang diajak berkoalisi tidak bersedia. “Jadi, survei itu masih ada kebijakan atas dasar situasi dan kondisi di lapangan,” terang Demer, politisi Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang juga anggota Fraksi Golkar DPR.

Dengan pernyataan Demer ini, maka Golkar dipastikan akan mengusung pasangan Cabup-Cawabup sendiri dalam Pilkada Buleleng 2012. Golkar akan bertarung menghadapi PDIP, yang sudah sejak awal memastikan akan mengusung calon ke Pilkada Buleleng 2012. Selain jago PDIP, paket yang diusung Golkar juga akan bertempur melawat pasangan calon dari partai berbeda, kemungkinan Demokrat bersama parpol koalisinya.

Survei untuk penjaringan kandidat Cabup-Cawabup Buleleng di internal Golkar akan mulai dilakukan dua bulan lagi. Sejumlah figur publik yang dinilai memiliki potensi dan kompetensi akan diikutkan dalam survei. Mereka bukan hanya dari kalangan kader internal Golkar, tapi juga tidak menutup kemungkinan figur dari berbagai komponen masyarakat. Informasi yang dihimpun, sebelum merapatnya Sang Putra Mahkota, sudah ada 8 figur publik yang masuk daftar untuk disurvei di internal Golkar, yakni Ketua DPD II Golkar Buleleng Nyoman Sugawa Korry (kini anggota DPRD Bali), mantan Ketua DPD II Ni Luh Tiwik Ismarherningrum (kini Wakil Ketua DPRD Buleleng), politisi PDIP Putu Agus Suradnyana (kini Ketua Komisi III DPRD Bali), Ketua DPC PDIP Buleleng Dewa Nyoman Sukrawan (kini Ketua DPRD Buleleng), politisi PDIP Made Agra Pynatih (kini Wakil Bupati Buleleng), politisi Hanura Made Westra (mantan Cabup Buleleng di Pilkada 2007), Ketua DPD Hanura Bali Gede Wididana alias Pak Oles (kini anggota DPRD Bali), hingga Ketua KPU Bali Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa.

Versi Sekretaris DPD I Golkar Bali, Dewa Ayu Sri Wigunawati, di partainya ada mekanisme dan hitung-hitungan dengan hasil survei, terkait calon yang diusung ke Pilkada. Kalau figur non-kader yang mendapat rating tertinggi dalam survei, maka Golkar akan mempertimbangkan melakukan koalisi atau bisa juga non-kader peraih rating tertinggi itu masuk Golkar.

Khusus untuk Gede Ariadi, sejak awal Golkar menyatakan pintu mereka terbuka bagi Sang Putra Mahkota. Ketua Harian DPD II Golkar Buleleng, Ketut Susila Umbara, mengatakan partainya tidak akan menutup diri kepada siapa pun, termasuk Sang Putra Mahkota. “Kami masih tunduk dan taat terhadap SK 02 DPP Golkar. Artinya, sesuai SK 02 DPP itu, siapa pun yang berniat maju ke Pilkada, Golkar tetap terbuka,” jelas Susila, belum lama ini. Sikap berbeda justru ditunjukkan partai terbesar di Buleleng, PDIP. Partai yang telah mengusung Putu Bagiada meraih kursi Bupati Buleleng dua kali periode ini sepertinya menutup pintu bagi Sang Putra Mahkota, kendati ayahnya mempunyai link ke DPP PDIP. Pasalnya, PDIP berambisi memunculkan kombinasi kader-kader di Buleleng, sebagaimana sukses di Pilkada Tabanan 2010, Pilkada Bangli 2010, dan Pilkada Jembrana 2010.

Elite PDIP mengakui perjuangan Sang Putra Mahkota untuk masuk ke partainya sangat berat. Masalahnya, di PDIP saat ini telah ada tiga kader yang siap tarung ke Pilkada Buleleng 2012: Dewa Nyoman Sukrawan (Ketua DPC PDIP Buleleng sekaligus Ketua DPRD Buleleng, Putu Agus Suradnyana ((Korwil Buleleng DPD PDIP Bali yang anggota DPRD Bali), dan Made Arga Pynatih (politisi PDIP yang kini Wakil Bupati Buleleng).

“Kalau masuk PDIP, saya rasa berat dan itu sulit (bagi Gede Ariadi). Karena, DPD PDIP Bali menginginkan paket kader-kader yang maju. Kalau Ariadi kan tidak kader,” ujar seorang elite PDIP yang duduk di DPRD Buleleng. Sementara itu, Putu Agus Suradnyana terus bergerilya menggalang dukungan untuk maju ke Pilkada Buleleng 2012 dengan kendaraan PDIP. Politisi senior PDIP asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini bukan hanya menggalang dukungan di Buleleng, namun juga di Denpasar.

Untuk penggalangan dukungan dari krama Buleleng di perantauan, Agus Suradnyana membentuk Suka Duka Garda Singa Dewata (GSD). Suka Duka GSD versi Agus Suradnyana ini dibentuk dengan bungkusan memperkuat persatuan krama Buleleng di Denpasar dan tanah rantau lainnya. Ide dasarnya, Suka Duka GSD ini sebagai wadah peluang bagi karma Buleleng perantauan untuk berwiraswasta dan membuka lapangan kerja.

Agus Suradnyana menyatakan sah-sah saja jika Suka Duka GSD dituding sebagai wadag penggalangan dukungan politik menuju Pilkada Buleleng 2012, mengingat yang melaksanakan adalah orang politik. “Sah-sah saja itu. Saya ‘kan orang politik,” ujar Agus Suradnyana saaat dikonfirmasi di Denpasar, Minggu kemarin. Menurut dia, wadah GSD ini sudah didirikan pada 2009 lalu, hanya saja belum dipublikasikan. “Kita ‘kan tidak melihat ini menjadi tujuan politik. Awlnya, GSD dirintis karena kita krama Buleleng yang merantau di Denpasar merasa senasib. Saya mengumpulkan anak-anak menjadi GSD,” ujar Agus Suradnyana yang pengusaha real estat.

Suka Duka GSD kini beranggotakan 300 krama Buleleng perantauan. Agus Suradnyana sendiri duduk selaku penasihat di Suka Duka GSD. Menurut Agus Suradnyana, GSD akan fokus berkomunikasi dengan krama Buleleng perantuan untuk membuka lapangan kerja. Para anggotanya juga bisa disalurkan ke perusahaan-perusahaan untuk menjadi tenaga keamanan maupun bartender.

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Tujuan Mangku Mokoh Mendaki GA Untuk Ambil Benang Tridatu

Mangku Mokoh dan keadaan kawah Gunung Agung Hembusan Abu di Gunung Agung Kini Tercatat Berdurasi Sekitar 20 Detik Mengarah Ke Daerah In...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen