Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Cabup Buleleng di Internal PDIP, "diramaikan" Perseteruan Sukrawan-Arga

Cabup Buleleng di Internal PDIP, "diramaikan" Perseteruan Sukrawan-Arga

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 09 April 2011 | 8:29:00 AM

Jumat 9 April 2011

SINGARAJA - Persetruan antara Dewa Nyoman Sukrawan dan Made Arga Pynatih dalam memperebutkan posisi Calon Bupati (Cabup) Buleleng di internal PDIP, semakin panas. Keduanya sama-sama ngotot menguncar kursi Buleleng 1 di Pilkada 2012, hingga muncul gerakan dari elite partainya untuk mendamaikan mereka. Sayangnya, Dewa Sukrawan dan Arga Pynatih kabarnya menolak berdamai.

Sebetulnya, ada tiga kader papan atas di internal PDIP yang berebut posisi kandidat Cabup ke Pilkada Buleleng 2012. Selain Dewa Nyoman Sukrawan (Ketua DPC PDIP sekaligus Ketua DPRD Buleleng) dan Made Arga Pynatih (kini Wakil Bupati Buleleng), juga ada Putu Agus Suradnyana (Korwil Buleleng DPD PDIP Bali yang kini Ketua Komisi II DPRD Bali).

Hanya saja, perseteruan tajam kabarnya terjadi antara Dewa Sukrawan vs Arga Pynatih, dua elite PDIP yang selama ini total berada di Buleleng. Sedangkan Agus Suradnyana sempat pilih mengalah, dengan catatan Dewa Sukrawan dan Arga Pynatih mau akur berpasangan maju ke Pilkada Buleleng 2012. Namun, karena yang diberi jalan justru gontok-gontokan, Agus Suradnyana pun putuskan turun gelanggang lagi berebut tiket Cabup Buleleng.

Sumber NusaBali di lingkaran PDIP menyebutkan, baik Dewa Sukrawan maupun Arga Pynatih sama-sama ngotot ingin merebut posisi Cabup Buleleng, karena amat yakin bisa menang lantaran mereka sudah cukup dikenal di masyarakat. Arga Pynatih merasa yakin bisa dapat rekomendasi dari DPP PDIP, karena sebagai calon incumbent (dalam kapasitasnya selaku Wakil Bupati Buleleng saat ini), akan menguntungkan PDIP. Sedangkan Dewa Sukrawan juga yakin dengan posisinya, yang tidak akan mungkin dikecewakan untuk kedua kalinya oleh Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Sekadar mengingatkan, pada Pilkada Buleleng 2007 silam, Dewa Sukrawan ngebet ingin maju memperebutkan posisi Cabup di internal partainya. Namun, Dewa Sukrawan diminta mundur oleh Megawati, karena DPP PDIP lebih memilih memberi jalan figur incumbent Putu Bagiada. Dewa Sukrawan bukan hanya mundur dari pencalonan, tapi bahkan ditarik dari keanggotaan DPRD Buleleng karena diberi tugas khusus: memenangkan paket Putu Bagiada-Arga Pynatih. Ternyata, Dewa Sukrawan menjalankan tugasnya dengan baik, yakni sukses mengantar paket Bagiada-Arga Pynatih ke kursi Bupati-Wakil Bupati Buleleng 2007-2012.

Nah, setelah kecewa namun sukses mengantarkan paket Bagiada-Arga Pynatih meraih kemenangan di Pilkada 2007, Dewa Sukrawan kini ngotot ingin merebut posisi Cabup Buleleng ke Pilkada 2012. Karena sikap ngotot Dewa Sukrawan (asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan) dan Arga Pynatih (asal Kelurahan Astina, Kecamatan Buleleng) ini pula, Agus Suradnyana (asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar) kabarnya kecewa berat.

Menurut sumber NusaBali, Agus Suradnyana kecewa dan merasa dikhianati, padahal semula kader elite yang banyak berjuang di DPRD Bali ini sempat mundur dari pertarungan, demi memberi jalan kedua rivalnya di Buleleng itu, asalkan salah satunya mau mengalah. “Sekarang Pak Agus Suradnyana kecewa, sehingga kembali menggalang kekuatan di bawah (untuk maju memperebutkan tiket Cabup Buleleng),” katanya kepada NusaBali di Singaraja, Rabu (6/4).

Agus Suradnyana sendiri belum berhasil dikonfirmasi NusaBali terkait masalah ini. Namun sebelumnya, politisi senior PDIP asal Buleleng Barat ini sempat menyatakan keseriusnya untuk maju ke Pilkada 2012, karena melihat situasi dan perkembangan politik yang ada. “Sekarang serius maju, melihat situasi yang ada. Benar-benar ini, serius akan maju ke Pilkada 2012,” terang Agus Suradnyana saat acara Simakrama Gubernur di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Buleleng, beberapa waktu lalu. Agus Suradnyana juga kembali aktif terjun menggalang dukungan, termasuk ke lokasi bencana puting beling di Lingkungan Tambak Sari, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja dengan memberikan bantuan kepada korban bencana.

Sementara, sejumlah elite PDIP kabarnya sedang melancarkan gerakan untuk mendamaikan Dewa Sukrawan vs Arga Pynatih. Gerakan ‘damai’ ini mendapat dukungan dari tokoh sentral PDIP Buleleng yang kini anggota Fraksi PDIP DPR, Wayan Koster. Bahkan, Agus Suradnyana yang tadinya siap bertarung lagi, pun banting haluan ikut mendukung gerakan damai itu dengan menyatakan legowo memberikan kesempatan kepada Dewa Sukrawan dan Arga Pynatih.

Gerakan mendamaikan Dewa Sukrawan vs Arga Pynatih ini dibangun untuk menghidari perpecahan di internal PDIP. Hal ini sangatlah penting, karena mobilitas Dewa Sukrawan dan Arga Pynatih dianggap sudah mulai membahayakan partai. Jika dibiarkan terjun bebas, bisa mempengaruhi suara PDIP di Pilkada Buleleng 2012 mendatang.

Sayangnya, baik Dewa Sukrawan maupun Arga Pynatih kabarnya menolak untuk didamaikan. Mulanya, pihak gerakan damai mengajak keduanya untuk duduk bersama guna saling menyepakati posisinya masing-masing di Pilkada Buleleng 2012. Bahkan, para elite yang mendengungkan gerakan damai ini pun telah menyiapkan dua alternatif kesepakatan terkait posisi calon. Alternatif pertama, paket Arga Pynatih-Dewa Sukrawan, di mana Arga Pynatih menduduki posisi Cabup dan Dewa Sukrawan menduduki posisi Calon Wakil Bupati (Cawabup) Buleleng. Alternatif kedua, posisinya dibalik menjadi paket Dewa Sukrawan-Arga Pynatih sebagai pasangan Cabup-Cawabup Buleleng. “Ternyata, tidak ada titik temu,” ujar seorang elite PDIP Buleleng yang wanti-wanti namanya tidak ditulis. Sementara itu, Dewa Sukrawan yang dikonfirmasi NusaBali di Singaraja, membantah ada gerakan mendamaikan dirinya dengan Arga Pynatih. Bahkan, Dewa Sukrawan juga menyatakan situasi di internal PDIP masih kondusif seperti dulu, tak ada saling sikut maupun ketegangan terkait pencalonan ke Pilkada 2012.

“Ah, tidak ada itu. Saya selaku pimpinan partai (Ketua DPC PDIP Buleleng) mempercayakan pada mekanisme yang ada. Dan, kita juga menyerahkan keputusan nanti (rekomendasi Cabup-Cawabup) kepada DPP PDIP,” terang politisi PDIP asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan yang sekaligus menjadi representasi kekuatan Buleleng Timur ini. Menurut Dewa Sukrawan, semuanya nanti harus mengikuti mekanisme yang ada di partai, seperti Rakercabsus---perhelatan untuk penjaringan kandidat Cabup-Cawabup Buleleng. Dan, keputusan tertinggi ada di tingkat DPP PDIP. “Kalau saya andaikan, kami-kami di bawah ‘kan sebagai pemain, yang mengetahui kelemahan dan kelebihan pemain itu ‘kan menajernya. Kalau di partai, manjernya ‘kan DPP PDIP, mereka yang paling tahu kondisinya nanti,” kilah Dewa Sukrawan.

Dikonfirmasi NusaBali secara terpisah, Arga Pynatih justru memberikan pernyataan berbeda. Arga Pynatih tidak menampik adanya gerakan untuk mendamaikan dirinya dengan Dewa Sukrawan tersebut. Bahkan, Arga Pynatih mengaku menolak kesepakatan posisi dengan Dewa Sukrawan. “Ya, kita ‘kan sama-sama memiliki bidang tugas sendiri. Marilah kita laksanakan dan amankan bidang tugas itu,” terang politisi PDIP asal Kelurahan Astina, Singaraja yang sekaligus representasi kekuatan Buleleng Tengah ini. Menurut Arga Pynatih, saat ini semuanya masih memiliki peluang untuk mencalonkan diri ke Pilkada 2012. Namun, setelah nanti rekomendasi Cabup-Cawabup diturunkan DPP PDIP, semuanya harus tunduk pada keputusan itu. Setiap kader wajib mendukung dan memenangkan paket calon yang diusung partainya. “Ini ‘kan belum apa-apa, nantinlah setelah rekomendasi turun. Hal itu masih bisa dibicarakan ulang,” tegas Arga Pynatih.

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

PVMBG Belum Pastikan Penurunan Status, GA Masih Alami Erupsi

Visual gunung agung dari desa Suwat Gianyar sabtu(16/12) pada pukul 6.00 dan pukul 7.30 wita Hembusan asap berwarna putih dan kelabu ...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen